
"kau diam lah, aku akan melepaskan tangan ku kalau kau mau diam, kau mengerti" ujar Kent, Angela langsung diam dan menurut pada Kent.
Kent membawa Angela kedalam kamar nya, ia segera mengunci pintu nya, "lepasin aku om, Aku mau keluar" teriak Angela berharap ada yang mendengar suara nya, karena ia saat ini benar benar takut kalau Kent akan berbuat nekat pada nya. namun sayang sekali suara nya tidak akan terdengar oleh orang orang di luar kamar karena kamar Kent memang kedap suara.
"kau diam atau aku akan berbuat sesuatu yang di luar batasan" Kent memperingati Angela.
"om Kent aku mohon lepasin aku, aku minta maaf om Kent karena sudah memasukkan bubuk kedalam minuman mu waktu di restauran, kalau kau mau memarahi ku marahi saja, aku tidak masalah om Kent tapi tolong keluarkan aku dari sini" Angela sudah sangat ketakutan karena wajah Kent kini sudah memerah seperti ingin menerkam nya.
Kent terus mendekat kearah Angela, ia sangat senang melihat Angela yang ketakutan pada nya, rasa kesal Kent pada Angela kini menggelapkan matanya, Angela melangkah mundur perlahan karena Kent kini sudah semakin dekat dengan nya, sampai tiba tiba langkah kaki Angela kini sudah berada di tepi ranjang, namun Kent tetap mendekat kearah nya, Kent bahkan sengaja membuka kancing kemeja nya satu persatu, ia membuang kemeja nya ke sembarang tempat, dada bidang Kent kini terekspos, Angela menutup kedua matanya sambil mencoba menghindar dari Kent.
ketika Angela ingin memundurkan lagi langkahnya, ia tiba tiba saja terjatuh ke atas ranjang dan posisi Angela kini sudah terbaring diatas ranjang..
"ayah tolong Angela ayah, ayah, ayah, "teriak Angela berharap ayah nya akan datang menolongnya,. Angela sebenarnya sangat trauma dengan hal seperti ini karena ia pernah melihat hal ini sebelum nya ketika seseorang laki laki bajingan ingin menodai seorang seorang wanita, namun itu ia lihat pada saat ia sedang di culik oleh beberapa pria yang tidak ia kenal.
Kent tak memperdulikan teriakan Angela, ia masih ingin mempermainkan ketakutan Angela,. Kent pun menindih tubuh angela dan menguncinya di sana, Kent menatap wajah Angela yang terlihat sangat mulus dan cantik, hasrat Kent tiba tiba memuncak melihat kecantikan Angela, ia sudah tidak bisa menahan nya, ia mencoba men***** bibir ranum Angela namun tiba tiba "tok tok tok" suara seseorang mengetuk pintu kamar Kent.
Kent yang mendengarnya merasa sangat kenal tetapi berbeda dengan Angela, Angela sangat merasa lega karena ada yang datang ke kamar Kent dan ini kesempatan nya untuk kabur dari sana.
__ADS_1
"om Ken ini Bimo om, om kami dengan mencari Angela, om Kent buka sebentar pintunya." Kecurigaan Bimo semakin kuat kalau Kent yang membawa Angela ke kamarnya karena Kent tidak pernah mengunci pintu kamar nya.
Kent dengan terpaksa membuka pintu kamar nya, setelah pintu terbuka Angela langsung keluar dengan rambut dan baju yang sudah acak acakan, Bimo juga melihat Kent yang sudah tidak memakai baju dan di liriknya sedikit kedalam kamar kalau kemeja Kent terletak di lantai kamar seperti habis di lemparkan.
"kau kenapa An, kenapa kau menangis?" tanya Bimo khawatir, melihat keadaan Angela yang acak acakan dan seluruh tubuhnya bergetar membuat Bimo semakin yakin kalau om nya sudah melakukan hal yang tidak wajar pada Angela, rasa marah Bimo sudah tidak bisa ia tahan lagi "buk buk buk" suara pukulan dari tangan Bimo melayang ke wajah om nya sendiri, Bimo benar benar tidak terima dengan apa yang dilakukan Kent pada sahabat nya, terlebih lagi Angela adalah wanita yang sangat ia cintai.
"buk," satu pukulan pun melayang pada wajah Bimo, "kau benar benar berani memukul ku, bukk" beberapa pukulan dari Kent pun dilayangkan lagi ke wajah Bimo, Bimo juga terus membalas pukulan dari om nya itu sehingga terjadilah perkelahian antara keponakan dengan om nya.
Angela yang melihat itu kini kembali berteriak histeris karena ia tidak sanggup melihat orang berkelahi,. Angela menutup telinga dan matanya, seluruh tubuhnya semakin bergetar, ia berteriak berharap ada yang membantu nya.
"om kau benar benar lelaki bajingan, kau tidak punya hati, apa kau tau Angela punya trauma tentang pemerkosaan dan kau malah melakukan itu pada nya, om benar benar tidak tau malu" ujar Bimo.
Opa dan Oma juga teman teman Bimo mendengar pertengkaran itu, semua nya kini sudah datang dan melihat apa yang terjadi.
Dania dan Fika langsung mengejar Angela yang sedang ketakutan, " sebenar nya apa yang terjadi An?" tanya Fika, "Fik kau jangan banyak tanya dulu, Angela sedang ketakutan, nanti kita tanya kalau dia sudah tenang" ujar Dania yang prihatin dengan keadaan Angela saat ini.
"Bimo, Kent, hentikan" teriak opa, opa saat ini sangat marah dengan kedua nya.
__ADS_1
"Bimo, Kent sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kalian bisa bertengkar sehebat ini?" tanya opa yang tidak habis pikir dengan apa yang ia lihat, opa memang tau kalau Kent dan Bimo memang seperti Tom and Jerry tapi mereka tidak pernah bertengkar sampai pukul pukulan seperti saat ini.
"Bimo, Kent jawab" bentak opa.
"opa tanya saja langsung pada putra kebanggan opa ini," ujar Bimo.
"Kent, ada apa ini, apa yang sudah kau lakukan sampai sampai membuat Bimo berani memukul mu, papa yakin kau sudah melakukan kesalahan besar, kalau tidak Bimo tidak mungkin sampai memukul mu seperti ini" ujar opa
Kent tak berani menjawab karena disini dia lah yang paling salah dan jika ia cerita, sama saja ia sedang membuka aib nya.
"ma bawa Angela dulu, papa yang akan menyelesaikan ini dengan Kent," perintah opa karena tidak mau yang lain mendengar percakapan nya dengan Kent.
ketika semua sudah pergi kini tinggal Ket, Bimo dan opa yang ada disana.
"Bim, seperti nya kau yang harus menceritakan nya pada opa" ujar opa karena jika ia menunggu kejujuran dari Kent maka Kent tidak akan pernah mengatakannya jadi pilihan lain adalah Bimo.
"begini opa, tadi aku, Angela ,Fika, Dania dan Aven sedang sibuk membuat adonan kue lalu tiba tiba om Kent datang dan marah ketika kami berisik, tapi kemarahannya di larang oleh Oma sehingga om Kent hanya duduk di kursi tempat kami meletakkan bahan bahan adonan.
__ADS_1
Lalu Angela dan Bimo bermain main sampai wajah Angela penuh adonan kue, angela permisi ke kamar mandi, namun setelah beberapa lama Angela tak kunjung datang dari kamar mandi, lalu kami juga melihat om Kent sudah tidak ada di tempat duduk nya semula, namun kami belum curiga sama sekali, kami tetap berusaha mencari Angela ke kamar mandi namun tidak ada.