
"sayang kau tunggu disini sebentar, ayah akan permisi kepada opa dan Oma Bimo dulu,. pak Andrey melepas pelukan Angela dan mendudukkan nya di sofa.
"Bimo, apa om boleh bertemu opa dan Oma mu" tanya pak Andrey.
"boleh om, mari ikut Bimo" Bimo melangkah kan kaki nya menuju tempat opa dan Oma nya berada, pak Andrey mengikuti langkah kaki Bimo dari belakang.
"opa, Oma, ini om Andrey mau bertemu" suara Bimo yang datang membuat opa dan Oma menoleh kearahnya.
"eh pak Andrey, silahkan duduk," ujar Oma
"tidak usah Bu, pak, terimakasih, aku kesini hanya ingin menanyakan, sebenarnya apa yang terjadi pada putri ku, ia biasanya tidak pernah seperti ini kecuali kalau ada yang mencoba menyakiti nya" ujar pak Andrey selidik.
Opa dan Oma tidak ada pilihan lain selain mengatakan yang sejujur nya,, mereka bercerita panjang lebar kepada pak Andrey.
"ya begitu lah pak cerita nya, kami juga tidak menyangka putra kami setega itu melakukan hal yang sangat bertentangan dengan aturan di keluarga ini, pak Andrey, kami atas nama putra kami meminta maaf pak, kami janji akan bertanggung jawab atas kejadian ini" ujar opa.
"tanggung jawab seperti apa yang akan bapak dan ibu berikan, apa kalian ingin menikahkan putri ku dengan bajingan itu" pak Andrey menggelengkan kepala nya, ia benar benar marah dan kecewa.
__ADS_1
Pak Andrey bangkit dari tempat duduk nya, ia melangkah ke sebuah kamar, ntah darimana pak Andrey tau kalau itu adalah kamar nya Kent, ia mendorong kuat pintu kamar tersebut dan mengagetkan Kent yang sedang duduk di kamar nya.
"om" Kent mendekat ke arah pak Andrey.
"brukkkkk braak BRUKKKK, suara pukulan pak Andrey melayang ke wajah Kent yang masih memar, tak puas dengan itu, pak Andrey memukuli perut Kent sampai ia terjatuh, bibir Kent pecah, dan ia saat ini sedang memegang perut nya yang sangat sakit di pukuli oleh pak Andrey,, pak Andrey menunduk meraih kerah kemeja Kent lalu kembali memukuli wajah Kent yang sudah hampir tak berdaya dengan penuh amarah pak Andrey terus melayangkan pukulannya, Kent saat ini sudah sangat lemah, ia juga tidak berani melawan karena ia tau bahwa ia yang salah.
"kau benar benar lelaki bajingan, aku menjaga putri ku dengan sepenuh jiwa raga ku tapi kau menghancurkan hidup nya dalam sekejap" teriak pak Andre ke wajah Kent, mata nya berkaca kaca, kemarahan dan kesedihan nya bercampur aduk.
pak Andrey mengambil kerah baju Kent yang sudah mulai bangkit dari lantai, "katakan di bagian mana kau menyakiti putri ku, apa kau sudah bahagia sekarang haaa" pak Kent mendorong tubuh Kent dengan sangat kuat namun untung saja Kent terlempar ke atas ranjang.
"dulu aku sangat menghargai mu karena kekuasaan mu tapi kali ini aku sangat membencimu dan kau ternyata tidak punya rasa hormat, kau bajingan" ujar pak Andrey sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Kent.
Pak Andrey tak menghiraukan kedua orang tua Kent yang sejak tadi ada di pintu kamar, ia tetap melangkahkan kaki nya untuk segera turun dari kamar Kent.
"ayo nak kita pulang sekarang" pak Andrey menarik tangan Angela dan Angela juga menurut pada ayah nya untuk segera pulang.
di kamar Kent, ayah dan ibu Kent menghampiri Kent yang sudah tak berdaya, opa membantu putranya itu untuk duduk dan Oma mengambil kotak P3K dan segera mengobati luka pada bibir Kent yang pecah karena pukulan dari pak Andrey, meski sangat kecewa pada Kent namun kedua orang tua nya tetap saja tidak tega melihat putra satu satu nya terluka seperti itu.
__ADS_1
"nak kau sudah tau kan, apa akibat dari perbuatan jahat, ayah sangat tau bagaimana hancurnya perasaan pak Andrey karena ayah juga pernah merasakan nya ketika kakak mu di leceh kan oleh pria bajingan, dan sekarang kau melakukan hal yang sama kepada Angela seperti yang pernah di rasakan kakak mu" opa tak kuasa membendung air matanya ketika mengingat apa yang dulu terjadi pada putri nya. mata opa sekarang sudah berkaca kaca dan perlahan air mata nya menetes di pipi nya.
Kent mendengar ucapan ayah nya kini mengingat kejadian dimana kakak nya harus mengakhiri hidupnya ketika ia di lecehkan dan hamil anak dari pria lain dan bukan suami nya.
flasback
...----------------...
"Aira kemari Aira, kau jangan melakukan ini nak, semua masalah bisa kita selesaikan baik dengan baik, papa dan mama ada bersama mu, Aira coba kau lihat anak mu Bimo, ia sudah kehilangan ayah nya, apa kau tega jika ia juga akan kehilangan ibu nya, dia akan tumbuh tanpa seorang ibu nak, kemarilah ayah mohon" ujar opa pada seorang wanita yang mencoba mengakhiri hidup nya dari atas balkon rumah lama nya.
"ayah maafin Aira, tapi Aira tidak sanggup kalau harus merawat anak bajingan ini ayah, si bajingan itu telah membunuh suami Ku dan Sekarang aku mengandung anak nya, si bajingan itu pasti sedang menertawakan ku, aku lebih baik mati saja" air mata Aira sudah tak terbendung, hatinya sangat hancur ketika tau ia sedang mengandung anak seorang pria yang telah memperkosanya dan pria itu juga yang telah membunuh suami nya, kebencian Aira pada pria itu membuat nya sangat tidak Sudi jika harus melahirkan seorang anak dari pria bajingan dan pembunuh.
"nak please ayah mohon,." ujar opa
"mama ,ma jangan tinggalin Bimo ma, mama" teriakan dan tangisan Bimo tak lantas mengurungkan niat Aira sebab kepergian suami nya saja sudah membuat nya sangat hancur di tambah lagi ia mengandung, Aira tak punya pilihan lain, pikiran nya sudah sangat kacau, ia tak menghiraukan ayah dan putranya, langkah nya ia mundurkan perlahan sampai kakinya kini berada di tepi gedung,.
"Aira" teriak opa,. "mama" teriak Bimo. Bimo dan opa nya dengan jelas melihat bagaimana Aira menjatuhkan diri nya dari atas rumah tersebut. Aira meninggal dengan keadaan kepala nya pecah terbentur, darah terus mengalir di kepala Aira.
__ADS_1
opa memilih membawa Bimo turun, Bimo ia titip kan ke bibi supaya Bimo tidak melihat bagaimana keadaan ibu nya saat terjatuh dari atas atap atau balkon.
"ayah maafin Kent ayah", Kent berlutut dihadapan ayah nya karena merasa sangat bersalah telah mengecewakan kedua orang tua nya.