
"baik lah om", Bimo tidak punya pilihan lain terpaksa ia duduk di depan sesuai perintah om nya.
Meskipun Bimo sudah pindah duduk ke depan tapi ia tetap saja berbincang dengan Angela dengan pandangannya ia alihkan ke belakang,.
"An, kau nanti rencana nya mau lanjut kemana nih, An kalau bisa kita tetap satu universitas ya biar kita bisa jumpa terus" ujar Bimo.
"aku belum tau Bim, seperti nya papa dan mama ingin aku tetap kuliah di kota ini karena papa dan mama ngga ingin aku jauh jauh dari mereka,."
"yaudah An kita kuliah di kota ini saja lagian disini juga banyak kok kampus kampus terbaik yang ga kalah dengan kampus kampus di luar sana,"
"iya Bim, papa dan mama ku juga bilang begitu"
"yess, akhir nya aku ga bakal jauh dari kamu An".
"ih apaan sih Bim, jangan lebay gitu, kira kira Aven, fiksa sama Dania lanjut kemana ya Bim?"
"kurang tau An, tapi aku berharap kita berlima tetap satu kampus biar kita sama sama terus, aku ngga mau pisah sama geng gesrek kita"
"hahah kan yang gesrek itu kalian Bim, kalo aku mah ngga "
"ih an, kau juga ya,,"
"ngga ngga ngga, bueeekkk," ledek Angela sambil menjulurkan lidah nya,.
"kalian apa tidak bisa diam, buat ngga fokus nyetir aja". suara Kent tiba tiba menghentikan perbincangan dua sahabat tersebut.
"ya ampun om Kent, kenapa hidup nya selalu serius sih, gini ya om, kita itu memang suka becanda begini biar hidup itu lebih berwarna, om kayak ngga pernah muda aja, oh iya lupa om kan sudah tua, hahaha" Bimo tertawa riang meledek om nya.
Intan yang mendengar ucapan Bimo juga ikut tertawa,.
Tiba tiba Kent melajukan mobil nya dengan sangat cepat, Bimo dan Angela langsung menghentikan tawa nya dan berpegangan di pinggir sandaran kursi.
"udah ketawa nya?" tanya Kent.
"om, apa om udah pengen kita mati, om aku belum nembak wanita yang aku sayangi om jadi om jangan ngebut ngebut dong" ujar Bimo.
"apa kau pikir aku mau kita mati sia sia" tanya Kent.
"itu tadi om ngebut ngebut,, om tau kan kita lagi bawa ini anak gadis orang jadi om harus menjaga nya, ingat kan pesan opa, kita harus selalu menjaga wanita, awas nanti om aku laporin opa karna udah membuat Angela takut" ancam Bimo.
Kent tiba tiba menghentikan mobil nya.
__ADS_1
"Bim,, Bimo,, om pelan ya, tapi jangan laporin om ke opa, " mohon Kent,.
Kent memang selalu kena marah gara gara omongan Bimo pasal nya Bimo selalu saja mengadukan Kent yang tidak tidak pada opa Oma nya dan sial nya lagi opa Oma Bimo justru selalu percaya dengan apa yang dikatakan Bimo.
"kenapa mereka berdua lucu sekali" gumam Angela memperhatikan tingkah kedua pria di depan nya.
"huh, seru nih kalo ngerjain om Kent, " gumam Bimo.
"om, aku akan maafin om tapi dengan satu syarat"
"syarat, syarat apalagi sih Bim?'
"om mau atau tidak? kalo tidak aku aduin nih"
"yaudaj yaudah om bakal turuti syarat nya, tapi syarat nya jangan yang sulit ya"
"oke om, jadi syarat nya om harus traktir kita sama Angela soalnya aku lapar om" Bimo tersenyum, senang bisa mengerjai om nya itu.
"ya ampun syarat nya hanya meneraktir kalian makan, ya sudah om terima, kalian nanti boleh makan sepuas nya om yang bayarin".
"tapi Bim, aku harus cepat pulang nanti mama aku nyariin" ucapan Angela menghentikan pembicaraan kedua laki laki tersebut.
"om serius" tanya Bimo.
"ketikkan nomor ponselnya saja" Kent memberikan ponselnya kepada Angela supaya ia memasukkan nomor mama nya kedalam ponsel Kent.
Angela meraih ponsel Kent dan segera mengetikkan nomor ponsel ibu nya.
"ini om, " Angela menyerahkan ponsel Kent kembali.
"halo Tante, ini dengan Kent om nya Bimo, begini Tante, Angela tadi pulang bersama kami tapi kami ijin agak telat pulang karena kami mau makan dulu soal nya Angela dan Bimo sudah lapar, apa boleh Tan?" ujar Kent.
"baik lah nak, Tante minta tolong jagain Angela dengan baik ya" jawab ibu Angela dari sambungan telepon.
"baik Tante pasti saya jaga dengan baik" ujar Dave.
"bagaimana? sudah kan yasudah sekarang silahkan turun, kita makan disini saja, " Kent sudah membawa Angela dan Bimo ke sebuah restauran.
Bimo pun turun dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk Angela,
"silahkan tuan putri" Bimo menunduk sembari Angela keluar.
__ADS_1
"terimakasih pangeran Bimo" ujar angela.
"dasar bocah bocah gesrek" gumam Kent.
""ayo cepat, aku tidak punya banyak waktu" ujar Kent.
"siap om, ayo An," Bimo meraih tangan Angela dan mengajak nya masuk kedalam restauran.
"kita duduk disini saja om, An silahkan duduk" Bimo memberikan kursi pada Angela.
"terimakasih Bim" ujar Angela
"Permisi, mau pesan apa pak" tanya seorang pelayan.
"An mau makan apa?" tanya Bimo
"aku makan hati aja Bim" ujar Angela sambil tertawa.
"ya ampun An, kita ngga akan makan kalo terus terusan ketawa, kau lihat lah muka om Kent, muka nya sangat serius sekali".
" ya sudah kau pesan lah, aku akan makan apa saja yang kau pesan Bim"
"oke lah, mba kami pesan yang ini ini ini ini , yang ini dan ini, minum nya ini aja deh" Bimo memesan makanan sangat banyak.
"ya ampun Bim, kau mau menghabiskan sebegitu banyak? "
"ngga pa pa an, kalau tidak habis ya tinggalin aja, atau kau mau bungkus nanti kalo ngga habis, kau kan suka makanan sisa, hahaha"
"ih Bim, kau pikir aku kucing yang selalu nyari makanan sisa, "
"kalian berdua mau makan atau hanya mau becanda kesini" ujar Kent menghenti kan tawa Angela dan Bimo.
"om maaf ya, om kan udah capek dari kantor, masak muka nya di bawa tegang terus, aku sama Bimo aja tadi udah pusing habis ujian tapi tetap ceria ya Bim, om harus nya muka tegangnya cukup di kantor aja, kalau sudah di luar ya ceria lah om" ujar Angela.
"iya nih, om Kent selalu aja muka nya tegang begitu, gimana cewek cewek mau tertarik iya ngga An"
Bimo dan Angela kembali tertawa karena ucapan Bimo.
"hei sudah cukup, apa om tinggal saja kalian berdua di sini".
"opppss jangan dong om, nanti siapa yang bayar semua makanan yang kita pesan, tapi kalau om bayar duluan ya ngga pa pa om duluan itung itung aku makan berdua sama Angela" ujar Bimo.
__ADS_1