
"ya ampun, apa Angela sesibuk itu,..
tenang Bimo tenang, biasanya kalau hubungan LDR-AN itu memang sering kayak gini, maka kita harus bersikap lebih dewasa" ujar Bimo pada diri nya sendiri.
Dikamar nya Kent yang sejak dari kantor terus kepikiran Angela, ntah mengapa ia tidak pernah bisa menghapuskan pikirannya dari Angela. "halo Dimas, apa kau bisa membawaku ke suatu tempat, baiklah Dimas kau tunggu aku di bawah" Kent turun ke bawa lalu melihat Dimas sudah ada disana menunggu nya di dalam mobil. Dimas membawa bos nya ke suatu tempat, namun setelah sampai ketempat tersebut Dimas pun merasa sangat heran "sejak kapan tuan suka ketempat ini?" gumam Dimas namun tidak bisa menahan bos nya, Dimas sebenarnya sangat khawatir namun Kent melarangnya untuk ikut masuk ke dalam. Kent masuk ke sebuah club' malam. "ini tidak bole boleh, apa yang harus aku lakukan" Dimas memikirkan cara untuk menolong tuan nya supaya jangan terjerumus.
"pak pesan minuman seperti biasa," para pelayan langsung menyediakan sebotol minuman pada Kent dan menuang nya sedikit ke gelas Kent,, namun Kent tidak mau menggunakan gelas untuk minum, ia malah minum langsung dari botol minuman tersebut, dengan beberapa kali tegukan, kini minuman Kent sudah habis, ia memesan kembali minuman dan kini pelayan memberikan beberapa botol.
"halo nona Angela, apa kau bisa membantuku?"
"membantu apa pak Dimas?"
"begini nona, tuan sedang berada di club' malam dan aku takut dia akan mabuk, nona bisa tolong aku, biar aku yang akan menjemput nona"
Angela setuju untuk membantu pak Dimas, kini Angela sudah dijemput oleh pak Dimas dan di bawa nya kesana.
__ADS_1
sesampai nya di club' malam "apa bapak yakin om Kent kesini" ujar gadis itu, "aku sendiri juga awalnya tidak yakin nona tapi tuan Kent benar benar ada di sana, aku akan masuk bersama nona demi keamanan".
Angela dan Dimas kini masuk kedalam club'.
"sayang kau sudah terlalu banyak minum, sekarang apa kau mau bersenang senang" ujar seorang wanita di club' malam tersebut, tangannya ia kalung kan di leher Kent. "kau manis sekali sayang," Kent menyentil hidung wanita itu, dan saat ini yang ia lihat dihadapannya adalah Angela, ia terlalu mabuk sampai semua wanita yang dihadapannya ia lihat sebagai Angela.
"sayang, kau tampan sekali, aku akan menyenangkan mu malam ini" wanita itu menciumi Kent membuat Kent merasa sangat bahagia karena dalam pikirannya ia sedang berciuman dengan Angela, Kent membalas wanita itu dengan sangat bersemangat. Namun tiba tiba Kent ambruk dan terjatuh ke sofa karena ia sudah terlalu mabuk malam itu, Angela dan pak Anton yang melihat nya langsung berlari ke arah Kent. "om Kent, om Kent" Angela menepuk nepuk pipi Kent supaya ia tetap sadar,. Kent yang mendengar suara gadis itu sedikit sadar, ia memperhatikan wanita yang ada dihadapannya namun wajah itu samar samar ia lihat,. "apa kau Angela?" Kent memeluknya dengan erat, Angela hanya diam saja mendapat perlakuan Kent.
"om Kent kau kenapa sampai seperti ini, sekarang ayo kita pulang" Angela mencoba mengangkat tubuh Kent dari sana, ,ia memapah Kent dan dibantu oleh Dimas, Meraka membawa Kent kedalam mobil.
Kent dan Angela duduk di belakang supir, didalam mobil, Kent masih belum sadar, ia menyandarkan wajah nya ke leher Angela,. "kenapa saat saat seperti ini aku malah deg deg kan" gumam Angela. Kent yang sudah sangat mabuk membenamkan wajah nya di d*** Angela, membuat Angela semakin tak karuan. "ya ampun ini aku harus bagaiman, om Kent benar benar sudah tidak sadar dan sangat mabuk" Angela menggeser tubuh Kent perlahan karena ia sama sekali tidak nyaman dengan posisi Kent sekarang, perlahan Angela menggeser tubuh Kent hingga Kent sekarang kembali bersandar di sandaran kursi mobil, "sebenarnya ada apa dengan om Kent, apa dia memang terbiasa seperti ini?" Angela terus berbicara di dalam hati nya.
"nona Angela, tolong pegang tuan Kent, biar saya lakukan mobilnya dengan cepat" ujar Dimas.
Angela menarik lengan Kent, menyandarkan kepala Kent di bahunya karena saat ini Kent sudah sangat lemas, "sebenar nya kau minum berapa botol sih om sampai separah ini" gumam Angela.
__ADS_1
Bimo di kamar nya yang sudah terus menerus menghubungi Angela namun tidak ada jawaban "sebenarnya kau kemana sih Angela, aku jadi khawatir kalau begini, apa aku menghubungi om Andrey saja, ah tapi nanti aku bilang apa ke om Andrey, ah sudah lah" Bimo merasa sudah sangat lelah dari kampus dan tugas tugasnya di tambah lagi Angela yang sejak siang tidak bisa di hubungi kini memilih untuk tidur saja.
Ponsel Angela yang sejak tadi terus berbunyi namun tidak di hiraukan oleh Angela karena ia sangat khawatir dengan keadaan Kent saat ini.
"Pak Dimas ini kita kemana pak?" Angela bingung karena ia melihat ke arah jalan dan itu bukan jalan menuju rumah Kent.
"nona, tuan Kent bisa kena semprot tuan besar kalau ketahuan mabuk, jadi aku sengaja membawa tuan Kent kemari," Dimas membawa Kent ke apartemen milik Kent Dimana Kent juga sering beristirahat disana jika ia malas pulang ke rumah orang tua nya, segala perlengkapan Kent sudah ada disana,.
"nona kita ke apartemen tuan Kent saja ya" ujar pak Dimas, "tapi pak, siapa yang akan menjaga om Kent disana?" tanya Angela.
"nona, apa aku boleh minta tolong sekali lagi padamu untuk menjaga tuan Kent malam ini saja, soalnya ku harus pulang nona, soal nya aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan malam ini" ujar pak Dimas.
"ya ampun pak, kalau aku di sini terus gimana sama ayah dan mama Angela, mereka pasti mencari ku juga,." Angela juga sangat ragu jika ia harus menginap di sana, apalagi hanya berdua dengan seorang pria.
"aku mohon non Angela , aku juga tidak tega meninggalkan tuan Kent seperti ini tapi pekerjaan ku juga harus diselesaikan malam ini". mohon pak Anton.
__ADS_1
Sebenarnya Angela juga kasihan meninggalkan Kent di sana sendirian tapi ia juga tidak bisa menginap di luar karena ayah dan mama nya akan khawatir pada nya. apalagi Angela besok harus cepat ke kampus.
"Sebentar non, saya akan bawa tuan Kent ke dalam dulu" Anton memapah Kent untuk masuk ke dalam apartemen, Anton membawa nya sampai ke kamar dan meletakkan Kent di ranjang.