Istri Untuk Om Kent

Istri Untuk Om Kent
Bimo marah besar pada Kent


__ADS_3

"Lalu Angela dan Bimo bermain main sampai wajah Angela penuh adonan kue, angela permisi ke kamar mandi, namun setelah beberapa lama Angela tak kunjung datang dari kamar mandi, lalu kami juga melihat om Kent sudah tidak ada di tempat duduk nya semula, namun kami belum curiga sama sekali, kami tetap berusaha mencari Angela ke kamar mandi namun tidak ada." Bimo menjelaskan panjang lebar.


"lalu apa yang terjadi lagi sampai kau memukuli om mu" opa masih penasaran dengan cerita sebenarnya.


"opa om Kent melecehkan sahabatku Intan, aku melihat Intan keluar dengan pakaian dan rambut yang acak acak kan" Bimo sudah tidak tahan untuk menceritakan nya, bibir nya bahkan bergetar karena ia tak kuasa mengucapkan kata kata itu, mata nya sudah berkaca kaca membayangkan betapa takut nya Angela saat itu, hati nya juga dipenuhi rasa bersalah karena tidak bisa menjaga Angela.


"cukup Bimo, kau sudah keterlaluan, aku tidak melecehkan nya" ujar Kent sambil menunjuk wajah Bimo dengan telunjuknya, ia tidak terima dan marah karena penjelasan dari Bimo, ia merasa bahwa ia belum melakukan apa pun pada Angela.


"kau yang keterlaluan om, kemana harga diri mu sebagai laki laki" Bimo teriak ke wajah Kent,.


"cukup Kent, opa tidak habis pikir kau bisa melakukan hal yang merendahkan martabat wanita, bahkan kau melakukannya di dalam rumah ini" opa benar benar kecewa dengan apa yang telah terjadi.


"Kent apa kau tidak ingat, serang wanita pernah meninggal karena mengalami pelecehan dari pria bejat dan apa kau tidak ingat siapa wanita itu,


apa kau tidak ingat?" opa teriak ke wajah Kent dengan sangat marah dan wajah nya sudah memerah.


Kent saat ini sudah tidak bisa menjawab apa apa, ia hanya menunduk dan ntah apa yang ada dipikirannya saat ini yang jelas dia sudah tak sedikitpun berani berkutik di hadapan Bimo dan ayah nya. wajah nya juga sudah penuh memar karena di pukuli oleh Bimo dengan sekuat tenaga.


***


Di sudut ruangan lain, Angela sedang di coba ditenangkan oleh Oma dan teman temannya.


""ya ampun Oma, ini badan Angela sangat gemetaran, aku yakin trauma nya kambuh lagi" Dania sangat panik dengan keadaan sahabat nya tersebut.


"permisi nyonya, ini air nya" bibi membawakan segelas air putih yang di pesankan oleh Oma,.


'ini nak, minumlah dulu," Oma memberikan air putih kepada Angela,. namun tangan Angela tak sanggu menerimanya sehingga Fika berinisiatif untuk mengambilkannya dan memberikan air putih itu untuk diminum oleh Angela.

__ADS_1


"An, kau tenang lah, kau sudah aman kok, kami disini an," Fika dan Dania memeluk Angela demi menenangkannya.


"iya an kau tenang lah" Aven juga berniat memeluk Angela namun langsung dlarang oleh Fika dan Dania.


"hei kau ngapain meluk meluk" ujar Fika


"iya nih" ujar Dania


Dania dan Fika mendorong Aven karena mereka tidak mau dipeluk dan Aven mencari kesempatan atas kejadian itu.


"ya ampun guys, aku hanya ingin menenangkan Angela sahabat ku" jelas Aven.


"tidak usah, apa kau tidak lihat kalau kami sudah memeluknya" jawab Dania.


"apa kau baik baik saja An, apa ada yang sakit" suara Bimo tiba tiba terdengar dengan kemunculannya.


"Angela dari tadi hanya diam saja Bim, seluruh tubuhnya bahkan bergetar dan belum membaik dari tadi". jelas Dania.


"An, lihat kau an" Bimo memegang kepala Angela sambil menatap matanya.


"An, kau sudah aman sekarang, aku dan teman teman sudah ada disini An, kau tidak perlu takut Okey,." Bimo menarik tubuh Angela dan memeluknya, wajah Angela terbenam di dada bimo, Angela yang mendapat pelukan dari Bimo semakin menangis namun disisi lain ia juga merasa lebih tenang dan aman.


"An, kau menangis lah sepuas mu, jika itu yang membuat mu tenang" Bimo mengusap rambut Angela dengan lembut. ia merasa sangat mirip melihat keadaan Angela saat ini.


Angela yang sudah cukup merasa tenang kini melepaskan pelukan Bimo perlahan.


"kamu sudah tidak apa apa" Bimo menghapus air mata Angela yang masih tersisa di pipinya dengan menggunakan jari telunjuk dan jempol nya.

__ADS_1


"apa kau mau pulang sekarang?" tanya Bimo lagi. Angela menganggukkan kepala nya menjawab pertanyaan dari Bimo.


"tin tin tin" suara klakson mobil yang sedang memasuki area rumah itu, Bimo mengintip sedikit dari lantai atas namun betapa kaget nya dia melihat siapa yang datang.


"ya ampun om Andrey, guys om Andrey datang, gimana ini" Bimo sangat bingung dan panik karena saat ini Angela masih berantakan, mata nya sangat sembab begitu pula dengan tubuhnya masih belum pulih dan masih sedikit bergetar.


Om Andrey sudah keluar dari dalam mobil nya, ia memasuki rumah karena para penjaga dan asisten rumah tangga di situ sudah mengijinkan nya,. Pak Andrey masuk kedalam rumah namun ia tidak melihat siapa pun di dalam rumah tersebut,.


"kemana semua pemilik rumah ini" ujar pak Andrey sambil mata nya melihat lihat kesana kemari,.


"om Andrey sudah datang" terdengar suara Fika dari tangga dan ingin turun.


"eh Fika, ia nak, om tadi lebih cepat pulang dari kantor, ntah kenapa perasaan om tidak enak dari tadi, mungkin om masih terlalu kangen dengan putri om Angela. Angela nya kemana nak"? pak Andrey mencari keberadaan putri nya yang dari tadi belum ia lihat dan itu malah menambah rasa khawatir nya.


Tiba tiba Aven, Bimo, Dania juga ikutan turun, Angela di iring oleh ketiga teman nya itu,.


mata pak Andrey terheran dengan apa yang ia lihat, di lihatnya putrinya seperti sudah mengalami sesuatu yang menyakitinya.


Angela yang melihat keberadaan ayah nya, melepaskan pegangan tangan Dania dan ia langsung berlari kearah ayah nya.


"ayah" Angela memeluk ayah nya dengan erat sambil menangis," melihat apa yang di lakukan Angela membuat pak Andry terdiam sambil kepala nya memikir mikirkan apa yang sudah terjadi pada putri nya.


Angela terus saja menangis, getaran tubuh Angela masih bisa dirasakan oleh pak Andrey, ia mencoba menenangkan Angela sambil mengusap punggung putri nya tersebut.


"tenanglah nak, ayah disini, ayah akan melindungi mu" ujar pak Andrey


"sebenarnya apa yang terjadi pada Angela, kenapa dia sampai seperti ini" gumam pak Andrey, ia masih belum berani menanyakan langsung pada Angela karena Angela masih terlihat syok saat itu.

__ADS_1


"apa kau ingin kita pulang?" tanya pak Andrey, Angela menganggukkan kepala nya dan ingin segera pulang.


"sayang kau tunggu disini sebentar, ayah akan permisi kepada opa dan Oma Bimo dulu,. pan Andrey melepas pelukan Angela dan mendudukkan nya di sofa.


__ADS_2