
"om, hehe" Bimo tersenyum, ia bingung harus berkata apa pada om Kent.
"kenapa, kau mau numpang lagi" ujar Kent.
"sudah lah om, om tidak mau kan Bimo di culik" Bimo tersenyum bahagia melihat om nya yang sedang kesal karena Kent tidak berhasil pulang bareng Angela tapi malah pulang bersama diri nya.
"ayah, bagaiman ayah bisa kenal sama om Kent? aku lihat ayah juga sangat bahagia bertemu dengan om Kent" Angela yang sejak tadi penasaran karena melihat ayah nya begitu bahagia dengan pertemuan nya dengan Kent.
"oh itu sayang, siapa sih yang tidak senang kalau bertemu dengan pak Kent, pak Kent itu seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di kota ini sayang," pak Andrey menjawab pertanyaan Angela sambil pandangan nya tetap fokus kedepan karena ia sedang menyetir.
"aku sering dengar sih ayah, kata Bimo om nya memang seorang CEO tapi tadi dia juga jadi driver taksi online Lo ayah, Angela tadi dapat driver dan yang datang itu om Kent" ujar Angela.
"hahaha hahaha sayang itu tidak mungkin, pak Kent itu harta nya tidak akan habis tujuh keturunan jadi kalo kau bilang dia merangkap sebagai driver itu sangat tidak masuk akal sayang" pak Andrey merasa Angela sedang becanda karena tidak mungkin seorang CEO malah menjadi driver taksi online.
"ayah aku punya bukti, ini lihat saja, plat mobil nya dengan mobil om Kent itu sama"Angela menunjukkan bukti karena tak terima ayah nya justru tidak percaya pada nya.
"apa kau benar sayang, dari mana kau bisa kenal dengan pak Kent sayang" tanya pak Andrey karena merasa heran dengan apa yang di tunjukkan oleh putri nya.
" ayah bukan kah sudah ku katakan kalau om Kent itu adalah om nya Bimo dan Angela pernah berjumpa dengan nya di rumah Bimo pada saat kami ada kerja kelompok dan di acara ulang tahun Bimo, bahkan beberapa kali om Kent mengantarku pulang dan beberapa kali juga aku numpang dengan om Kent ke sekolah" Angela menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana ia mengenal Kent.
"tunggu tunggu, kau menumpang dengan nya ke sekolah"? pak Andrey semakin tidak percaya ternyata putri nya malah sudah sedekat itu dengan Kent yang ia anggap orang yang besar dan susah sekali untuk bertemu dengan nya.
__ADS_1
"iya ayah, ya walaupun pertama karena Bimo yang nyuruh sih tapi beberapa kali Om Kent sendiri yang ngajak intan untuk ke sekolah bersama nya katanya karena kebetulan arah kantornya dan sekolah Intan itu searah" angel menceritakan semua pada ayah nya tanpa ada yang ia sembunyikan karena Angela memang sejak kecil sekalu terbuka pada ayah nya.
"apa iya pak Kent mengantar Intan hanya karena angela adalah teman keponakan nya, atau pak Kent punya maksud lain mendekati Angela" gumam pak Andrey yang masih bingung dengan sikap pak Kent pada putri nya.
"sayang bagaiman kalau kau dekati saja pak Kent seperti nya dia menyukai mu, nanti kalau kau bersama nya kau akan hidup senang sayang, dia itu kaya raya lo" pak Andrey malah memberikan saran yang aneh pada putri nya Angela.
"ayah, ayah kenapa sih, apa ayah mau menikahkan Angela dengan om om itu, ayah Angela bahkan seumuran dengan keponakan nya," Angela tak menyangka ayah nya punya ide buruk seperti itu. "lagian sejak kapan ayah jadi matre begini" Angela Kesal sendiri tapi jauh di lubuk hati nya yang paling dalam justru ia tidak terlalu menolak dengan saran ayah nya meski mulut nya dengan tegas menolak.
"sayang ayah hanya becanda, dengar nak, ayah akan sangat senang jika kau menikah dengan orang yang kamu cintai dan juga mencintai mu karena dengan begitu ayah akan tenang membiarkan dia membawa mu, nak kamu adalah harta ayah yang paling berharga" pak Andrey mengusap rambut Angela, menyampaikan rasa cinta nya pada putri semata wayang nya tersebut.
Tiba tiba suara perut Angela berbunyi, ayah Andrey melirik dan tersenyum. segera ayah Andrey membawa Angela ke sebuah restauran untuk makan siang disana.
"ayah mendengar suara cacing cacing bernyanyi nak, jadi ayah memilih kesini saja supaya cacing cacing itu mengehentikan nyanyian nya" ayah Andrey menyentil hidung Angela.
"ih ayah,, itu bukan cacing bernyanyi ayah tapi itu karena perut Angela lapar" Angela langsung turun mengejar langkah kaki pak Andrey yang sudah lebih dahulu turun.
"ternyata otak mu masih lemot seperti dulu ya nak, apa ujian mu akan lulus" bisik ayah Andrey.
"ayah kenapa sih suka ngatain anak nya sendiri" Angela merangkul tangan ayah nya dan segera menyamakan langkah kaki nya dengan pak Andrey untuk masuk kedalam restauran.
"om, seperti nya lebih asik kalau kita makan dulu" Bimo merasa sangat lapar karena ujian hari ini terasa sangat melelahkan dan menguras tenaga sampai sampai membuat Bimo sangat lapar.
__ADS_1
"kau suka sekali memoroti ku" Kent membawa Bimo ke sebuah restauran, Kent memang suka berbicara sesuka hati nya pada Bimo tapi ia sangat menyayangi Bimo sehingga apa pun yang di minta Bimo ia biasanya menurut saja apalagi hanya untuk makan siang.
"om kita ke restauran yang itu saja, yah om kita sudah lewat," Bimo menunjuk sebuah restauran yang ia sukai namun sudah terlewat oleh mobil Kent.
"tenang lah didepan sana ada restauran yang lebih lengkap menu nya dan pasti nya lebih enak" Kent membawa Bimo ke restoran yang ia sebutkan.
"Ayo cepat om, Bimo sangat lapar" Bimo segera turun dan melangkah cepat masuk kedalam restauran, Bimo langsung memilih meja untuk ia dan om Kent duduk. namun sebelum ia duduk, Bimo malah melihat seseorang yang ia kenal di dalam restauran.
"Angela Angela" panggil Bimo dengan melambaikan tangan nya.
"hei Bimo" Angela menoleh ke asal suara ia juga melambaikan tangan nya karena melihat Bimo di restauran tersebut.
"Angela kau dan om makan disini juga, wah aku senang sekali kita ternyata bertemu lagi di restauran ini" Bimo mendekat ke arah Angela dan pak Andrey.
"kau bersama siapa kesini nak?" tanya pak Andrey.
"itu om, aku kesini dengan om Kent, om Kent masih di luar memarkirkan mobil nya" jelas Bimo.
"ya sudah kalian duduk bareng kami saja nak, kebetulan ini masih ada kursi kosong tersisa" tawar pak Andrey, pak Andrey juga ingin duduk dan makan bersama dengan pak Kent yang selama ini tidak pernah terpikir oleh nya bisa ia jumpa dan ternyata keponakan nya malah sahabat putri nya sendiri.
"baik lah om, Bimo duduk disini ya, nanti om Kent juga akan Bimo panggil kemari, dia pasti senang duduk disini bareng om dan Angela" Bimo menarik kursinya dan segera duduk.
__ADS_1