
Beberapa arahan pun disampaikan oleh ketua BEM kepada mahasiswa baru yang sudah berkumpul. acara berlangsung beberapa jam dan sekarang semua mahasiswa udah bubar dan bergegas pulang.
Angela sedang menunggu supir nya untuk menjemput karena hari ini ia ingin ke kantor pak Andrey untuk mengajak ayah nya makan siang, karena sudah lama rasanya Angela tidak pernah lagi makan siang dengan ayah nya, sengaja Angela datang ke kantor tanpa memberitahukan ayah nya terlebih dahulu supaya menjadi kejutan.
"nah itu dia pak Umar." pak Umar berhenti didepan Angela, "apa nona sudah menunggu lama?" tanya pak Umar supir pribadi Angela.
"lumayan sih pak, kenapa kok bapak lama datangnya?" tanya Angela.
"oh itu nona, tadi ada masalah sedikit makanya saya jadi lama menjemput nona". jelas pak Umar.
"ya sudah pak kita harus segera pergi sekarang keburu ayah makan siang duluan". Angela langsung naik kedalam mobil dan pak Umar langsung membawa nya ke kantor pak Andrey.
__ADS_1
Kent yang sudah merencanakan untuk menemui pak Andrey hari ini, kini sudah berada di jalan menuju kantor pak Andrey. "wah ini pas lagi sekali waktu jam makan siang, sekalian saja aku nanti ajak pak Andrey makan siang biar aku bisa lebih santai ngobrol dengan pak Andrey" Kent melajukan mobil nya dengan cepat supaya ia tidak terlambat.
Mobil Kent kini sudah sampai didepan kantor pak Andrey, ia melangkah dengan sedikit cepat melalui pintu 1, disisi lain Angela juga sudah sampai didepan kantor pak Andrey, ia segera turun dari dalam mobil Dan berlari untuk masuk ke kantor pak Andrey melalui pintu 2,. dengan cepat Angela berlari kearah ruangan pak Andrey namun tiba tiba,, bruuuuuukkkk " Angela menabrak seorang pria yang juga melangkah ke ruangan ayahnya dari lorong yang berbeda. pria itu terjatuh bersamaan dengan Angela yang menimpa tubuhnya. wajah Angela berada di dada pria tersebut,"kok sepertinya aku sudah pernah mengalami ini sebelumnya tapi dimana ya, oh iya di acara ulang tahun nya Bimo, tubuh pria ini mirip sekali dengan pria yang waktu itu berdansa dengan ku sampai tiba tiba aku terjatuh di atas tubuh nya" Angela mengangkat wajahnya untuk melihat pria yang saat ini berada di bawah nya. betapa kaget nya Angela ternyata pria itu adalah Kent,. Sedang Kent yang sejak tadi sudah melihat wajah Angela malah nyaman dengan posisi nya dan membiarkan Angela disana.
"ma maaf om" ujar Angela sambil mencoba berdiri, namun ketika Angela mencoba berdiri, lutut nya malah sakit dan ia kembali terjatuh di atas tubuh Kent dan malah membuat bi*** Angela menyentuh B**** Kent. mata Angela langsung terbelalak karena ia tak menyangka hal memalukan tersebut sampai terjadi, begitupun juga Kent, ia kaget karena tiba tiba bibir mereka bersentuhan. Angela yang masih kaget malah fokus memandang wajah Kent tanpa melepaskan b**** nya dari Kent. "ya ampun, ini tidak boleh seperti ini, kalo tidak aku tidak akan bisa menahannya" gumam kent. Kent yang tak mau hasrat nya bangkit karena posisi mereka sekarang, mencoba melepaskan Angela dari sana, ia membalikkan tubuh Angela ke samping nya dan segera bangkit dari sana dan ia membetulkan kembali jas dan kemeja nya yang sedikit berantakan karena pergerakan Angela di atas tubuhnya.
Angela juga berusaha bangkit kembali, ia menahan rasa malu sampai tak bisa berkata apa apa lagi, "ya ampun rasanya aku mau mati saja saat ini, ini teramat memalukan" gumam Angela. ia berjalan menuju sebuah lift menuju lantai ruangan ayah nya berada, begitu pun juga dengan Kent yang kebetulan ingin keruangan pak Andrey juga. Angela masuk kedalam lift dan Kent juga masuk kesana, tidak ada seorang karyawan pun yang masuk kedalam lift karena semua karyawan sedang menggunakan lift untuk turun makan siang.
Didalam lift hanya ada Angela dan Kent, mereka berdua sama sama diam karena canggung. "gimana ya kalau om Kent sampai cerita kejadian tadi pada Bimo, Bimo pasti sangat marah kalau sampai tau ini, bisa bisa Bimo masalah mutusin aku" gumam Angela.
keheningan pun terjadi didalam lift sampai tiba tiba lift malah bergetar dan berhenti tiba tiba macet, pintu lift masih tertutup.
__ADS_1
"ini kenapa ya,." ujar Angela ketakutan.
"sial, kenapa lift nya malah macet begini" ujar Kent. lift kembali bergetar kuat, Angela dan Kent juga ikut ter campak kesana kemari, Kent menangkap tubuh Angela supaya tubuh Angela tidak terbentur, Kent membawa nagela kedalam dekapan nya. lift tidak lagi bergetar dan Angela mencoba melepaskan diri dari dekapan kent, namun Kent kembali menarik tubuh Angela "biar dulu seperti ini, aku takut lift nya kembali bergetar nanti kepala mu terbentur" ujar Kent, Angela pun menurut saja karena ia juga takut kalau tiba tiba lift nya kembali bergetar.
Lift yang sudah berjalan normal dan telah sampai di lantai tempat ruangan pak Andrey berada, lift tiba tiba terbuka dan didepan lift sudah ada beberapa karyawan yang ingin turun menunggu lift terbuka namun mereka kaget dengan apa yang mereka lihat. mereka malah melihat seseorang yang mereka kenal pak Kent pemilik perusahaan besar di kota tersebut malah sedang bermesraan dengan putri pak Andrey bos mereka sendiri. para karyawan tak berani berbicara apa pun karena mereka pasti akan di pecat bila berani mengatai putri pemilik perusahaan.
Angela dan Kent yang sadar lift sudah terbuka dan beberapa karyawan yang ingin masuk ke lift kini melepaskan satu sama lain dan segera keluar dari dalam lift. Angela berjalan menuju ruangan ayah nya dan Kent juga mengikut langkah nya dari belakang.
"ayah," pak Andrey menoleh ke asal suara dan betapa kaget nya dia melihat siapa yang datang ke keruangan nya. "sayang kau kemari, bukannya hari ini hari pertama mu masuk kuliah?" tanya pak Andrey namun pak Andrey kaget melihat seseorang yang dibelakang Angela,. "pak Kent, pak Kent juga kemari?" tanya pak Andrey.
"sayang apa kau dan pak Andrey" ujar ayah pada Angela. "tidak ayah, kamu tidak datang bersamaan, tapi ayah tadi kami terjebak di lift karena lift nya agak macet, apa ayah tau lift nya juga bergetar sangat kencang membuat badan Angela ter campak ke tembok lift" adu Angela.
__ADS_1
"terjebak dalam lift, kau tidak apa apa kan nak" pak Andrey menghampiri putrinya dan memutar mutar tubuh Angela untuk memastikan bahwa putri nya tidak terluka sedikitpun.
"aku tidak apa apa ayah, om Kent tadi menolongku" ujar Angela.