Istri Untuk Om Kent

Istri Untuk Om Kent
Nenek tUa


__ADS_3

"dia tidak pernah tidur apalagi dimalam hari, dia biasanya berkeliaran disini, di ruang masak, kamar mandi, di ruang tamu tapi kalau di kamar dia tidak pernah kesana" Dave sudah menahan tawanya pasalnya Angela malah tidak mengerti kalau ia sedang menceritakan sosok mahluk halus, karena Angela sama sekali tidak takut dengan ceritanya.


"sepertinya dia ada di sana deh, iya dia ada disana" Kent menunjuk ke arah belakang Angela, Angela pun langsung menoleh ke belakang, ketika ia melihat ternyata tidak ada siapa siapa, ia pun langsung merinding dan berlari ke depan Kent, "om, maksud nya nenek itu?" Angela sangat takut ketika ia sadar yang sedang di ceritakan Kent adalah mahluk tak kasat mata, "om kita kesana aja yuk" Angela langsung berlari ke arah sofa, ia mengambil bantal lalu segera berbaring dan menutup matanya menggunakan bantal.


"kau yakin ingin tidur disitu, apa kau tidak ingin tidur di kamar saja? " tanya Kent


"apa apaan tidur dikamar, maksudnya aku tidur bersama nya, hemm jangan harap aku tertipu om Kent" gumam Angela.


Melihat Angela tidak menjawab sama sekali Kent langsung melangkah ke kamarnya, ia menutup pintu kamar, namun tiba tiba iltiba ia buka kembali dan kepala nya sedikit keluar dari pintu " kalau kau ketakutan kau boleh masuk kemari karena aku tidak mengunci pintu nya" ujar Kent Lalau menutup pintu kamar kembali.


"heh ternyata dia keras kepala juga" ujar Kent. Kent pun langsung membaringkan badannya dan menarik selimutnya.

__ADS_1


Di sofa, Angela tiba tiba merasakan ada angin yang berhembus di kaki dan tangannya, seperti ada sesuatu yang sedang menyentuhnya, ia membuka bantal yang menutup wajahnya, ia kemudian duduk dan melirik ke kiri dan ke kanan, di liat nya di bagian sudut yang gelap seperti ada sosok putih yang sedang memandang ke arah nya, "itu apaan ya, apa itu kain yang sedang menggantung," ia melirik lagi namun ia tak juga melihat nya dengan jelas, ia mengucek mata nya namun tiba tiba sosok putih yang ia lihat tiba tiba hilang, rasa takut menghantui Angela, seluruh bulu di lengan dan tengkuknya berdiri, badan nya berubah menjadi dingin, tubuhnya juga bergetar. Angela memilih berlari masuk kedalam kamar Kent, ia membuka pintu dengan tiba tiba, dilihatnya Kent sudah tertidur pulas namun ia tak bisa menahan diri nya, ia melompat ke ranjang lalu memeluk Kent "om Kent om aku melihat nenek tua itu om" Kent hanya bergerak sedikit karena merasakan tubuh Angela memeluk nya, "kau sedang apa?" tanya Kent, Kent heran kenapa Angela tiba tiba masuk ke kamar dan memeluknya.


"om tadi aku melihat nenek tua itu, tapi saat aku mengucek mata ku tiba tiba dia hilang om, Angela takut om" Angela terus memeluk Kent dan membenamkan wajahnya di dada Kent.


Melihat tingkah Angela Kent malah kegirangan sambil mengambil kesempatan untuk memeluk Angela.


"om, ternyata om benar kalau nenek itu datang kalo malam hari, dia menatap ku om" ujar Angela yang sangat ketakutan.


"kenapa dia benar benar ketakutan, apa dia benar benar melihat sesuatu?" Kent memeluk Angela dengan lembut, ia tau kalau Angela benar benar takut saat itu, "duduk lah dulu," Kent juga ikut duduk, Angela dan Kent saling berhadapan. "sekarang ceritakan pada ku kenapa kau sangat ketakutan" tanya Kent penasaran dengan apa yang Angela lihat.


Kent menarik tubuh Angela dan memeluk nya,. "kau tenang lah, aku di sini, kau tidak akan di ganggu" Kent mengusap kepala Angela" seketika Kent merasa bersalah karena telah menakut nakuti Angela, "kau tidur lah di sini" Kent membaringkan Angela di ranjang lalu memakaikan selimut kepada Angela. "aku tidur disini dan aku akan tidur di sofa" ujar Kent.

__ADS_1


"tidak om, kau jangan kemana mana, aku sangat takut " Angela memegang lengan Kent dan tidak membiarkannya pergi,. "kalau begitu aku akan menunggu mu tidur" ujar Kent, supaya Angela tidak merasa ketakutan. "lalu setelah aku tidur, apa om akan pergi?" tanya Angela.


"lalu apa kau ingin aku tidur di sini? Angela ini tidak benar, aku tidak boleh tidur di sini" jelas Kent, ia juga berusaha menjaga Angela dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.


"om, aku ingin kau di sini saja karena aku sangat takut om" Angela terus memohon.


"baik lah, tapi aku pastikan aku tidak akan menyentuh mu dan bantal ini sebagai batasan kit" Kent memasangkan bantal guling untuk membatasi ia dan Angela. Kent dan Angela pun mulai memejamkan mata, Kent yang sudah sangat ngantuk kini terlelap namun Angela .asih belum bisa tidur, ia malah melirik ke kiri dan kanan, rasa nya ia kembali takut dan merinding, Angela mendekat kearah Kent, menyingkirkan guling sebagai pembatas mereka lalu memeluk Kent dengan erat, wajahnya ia sembunyikan di tubuh Kent, Lalu ia pun segera tidur.


Pagi pagi sekali, Kent bangun terlebih dahulu, namun betapa kaget nya Kent ketika ia membuka mata ternyata Angela sudah memeluknya " sejak kapan dia memeluk ku?" gumam Kent sambil menatap wajah Angela, ia mendekat kan wajah nya lalu m****** bibir ranum Angela dengan sangat hati hati,. Angela sedikit menggeliat membuat Kent kaget lalu memilih untuk pura pura tidur. kini Angela yang membuka mata nya perlahan, ia memegang bibir nya karena ia merasa di dalam tidur nya ada seseorang yang sedang mencium nya, namun ketika ia bangun, ia lihat Kent masih tertidur pulas, " kalau dia masih tidur, terus siapa yang mencium ku" gumam Angela. Kent pura pura bergerak sedikit, Angela tersadar kalau ia masih memeluk Kent, ia segera melepaskan tubuh nya dari pelukan Kent. namun sebelum ia selesai terlepas dari sana, Kent tiba tiba terbangun dan menatap Angela,. "kau, kenapa kau melewati batas kita?" tanya Kent.


"maaf om, Angela semalam masih ketakutan, maafin Angela ya om,"ujar Angela.

__ADS_1


Kent mengapa wajah Angela dengan sangat lama begitu pula dengan angela, ia menatap wajah Kent yang begitu tampan. kedua nya kini semakin dekat, Kent mendekatkan wajah nya ke Angela dan hendak mencium nya, jarak mereka kini kurang lebih tinggal 2cm. namun tiba tiba suara ponsel Angela berbunyi menghentikan kedua nya.


Angela bangkit dari ranjang dan segera mengambil ponsel nya.


__ADS_2