
"kecuali kalau kau yang menginginkan nya" Bimo membisikkan nya ke telinga Angela sehingga membuat Angela geli.
Bimo menatap wajah Angela yang sudah merah tersipu malu, ia mendekat kan wajah nya pada Angela sampai kini kedua nya hanya berjarak 2cm, Angela menutup kedua mata nya karena ia tau apa yang akan di lakukan Bimo pada nya. "cup" Bimo m****** b**** ranum Angela dengan lembut, bergantian ia menggigit kecil kedua permen kenyal atas dan bawah tersebut. Angela juga menikmatinya dan perlahan membalas c**** Bimo, Bimo sangat bahagia karena ia merasakan kalau cinta nya memang di balas oleh Angela. Tangan Bimo tiba tiba turun dan m**** milik kembar Angela, sambil diatas ia tetap m****** b**** ranum Angela dengan lembut, tangan bimo tiba tiba mulai membuka kancing kemeja Angela namun Angela menyadari nya dan menghentikan Bimo, ia melepas c***** dan menjauh dari Bimo.
"ada apa sayang?" tanya bimo.
"kita tidak boleh melakukan nya Bim, kita belum menikah"
"baiklah sayang kalau begitu aku minta maaf, aku akan segera menikahimu ketika nanti aku sudah selesai pendidikan di luar negeri" ujar Bimo.
"Bim, " ujar Angela.
"iya sayang, ada apa? tanya Bimo.
"berjanjilah pada ku kalau kau tidak akan menyakitiku"
"sayang, aku yang seharusnya mengatakan ini, sayang berjanjilah pada ku bahwa kau tidak akan meninggal kan ku, aku mencintai mu" Bimo mencium pucuk kening Angela.
Angela dapat merasakan cinta tulus dari Bimo dan ia sangat bahagia atas itu semua.
"kalau begitu kita pulang saja sayang, aku takut kalau kita semakin lama disini maka aku akan berbuat yang lebih lagi dan malah tidak jadi kuliah ke luar negeri karena sudah jadi ayah sebelum waktunya."
__ADS_1
Angela mengangguk dengan wajah nya kini sudah memerah tersipu malu. Bimo mengantar kan Angela ke depan rumah nya, "sayang aku langsung pulang saja ya, aku sedang buru buru karena harus mengurus urusan untuk kuliah ku nanti"
"baik lah, Bim"
"hei jangan panggil nama lagi dong" ujar Bimo
"baik sa sayang kau hati hati" ujar Angela dengan wajah nya kini semakin memerah.
"oke lah sayang, aku pergi dulu, " Bimo mengusap lembut pucuk kepala Angela, sembari pergi, perlakuan Bimo pada nya membuat Angela sangat bahagia karena ia bisa menemukan seseorang yang benar benar mencintai nya,.
di seberang jalan seseorang sedang mengintai dan memperhatikan semua yang terjadi pada Bimo dan Angela, sejak dari cafe Kent sudah mengikuti Angela, bahkan ketika Angela dan Bimo berhenti di tengah jalan Kent juga melihat nya, namun ia tidak bisa melihat apa yang dilakukan Bimo dan Angela didalam mobil karena kaca mobil Bimo memang tidak transparan dan orang luar tidak akan bisa melihat aktivitas mereka di dalam mobil.
Ketika mobil Bimo sudah pergi, Kent pun melajukan mobilnya dan segera pergi, Angela tiba tiba menoleh ke arah mobil yang baru saja pergi, ia merasa aneh dengan mobil tersebut namun tak ia hiraukan, Angela langsung masuk kedalam rumah nya.
Kent melajukan mobilnya dengan sangat cepat, ia begitu sangat marah, ia pulang kerumah dengan wajah yang sangat lesu.
Malam hari Angela sedang berbaring di kamar nya, ia memegang bibir nya yang siang tadi di cium oleh Bimo, "Bimo ternyata seberani itu, padahal baru saja kami jadian, apa yang dilakukan Bimo masih terasa sampai sekarang, dia memang sangat lembut, berbeda dengan om Kent yang sangat kasar, ,, eh tunggu apaan sih Angela kok malah mikirin om Kent, stop Angela sekarang kau pacar nya Bimo dan nanti kau juga akan menikah dengan Bimo." ujar Angela.
Di sisi lain, Bimo juga sedang membayang bayangkan kejadian tadi siang dengan Angela, "manis sekali, rasanya aku tidak mau lepas kan Angela tapi aku bisa apa, Aku dan Angela belum sah jadi aku tidak bisa melakukan lebih, ya ampun Angela aku sangat mencintai mu". ujar Bimo sambil ia mencium foto Angela yang sejak tadi ia pandangi dari ponselnya.
"ya ampun nak, kenapa kau menciumi ponsel mu?" tiba tiba saja Oma masuk kedalam kamar Bimo dan mengejutkan Bimo, "ya ampun Oma, apa Oma tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk"
__ADS_1
"wah sejak kapan Oma harus mengetuk pintu kalau mau masuk ke kamar mu, sekarang sudah mulai nakal ya" Oma menjewer Kevin telinga Bimo.
"ampun Oma iya iya Oma Bimo minta maaf " Oma melepaskan jeweran nya.
"tapi Oma lihat kau sedang memandangi foto seorang gadis, siapa gadis itu nak?"
"oh bukan siapa siapa Oma nanti ada saat nya Bimo mengenalkan nya pada Oma, yang jelas Oma pasti sangat menyukai nya karena dia gadis yang baik dan sangat cantik"
"wah sudah mulai rahasia rahasiaan sekarang ya sama Oma, Oma tak menyangka nak kau akan tumbuh sampai sedewasa ini dan sebentar lagi kau akan jauh dari Oma" mata Oma mulai berkaca kaca mengucapkan hal tersebut karena memang sejak kecil Bimo sudah kehilangan kedua orang tua nya, ayah Bimo meninggal karena dibunuh ketika ingin menyelamatkan istrinya yaitu ibunya Bimo dan ibunya Bimo meninggal karena mengakhiri hidup nya sendiri. saat itu Bimo harus tumbuh tanpa sosok ayah dan ibu, tapi opa dan Oma selalu berusaha agar Bimo tidak merasa kan hal itu dengan menjadi pengganti kedua orang tua bagi Bimo.
"Oma, Oma jangan sedih," Bimo mengusap air mata Oma dengan jari nya. "oma, Bimo janji, Bimo akan menjadi pria yang baik, Bimo juga akan menjalani pendidikan dengan baik dan yang terpenting Bimo akan selalu menjaga dan mendoakan opa dan Oma dimana pun Bimo berada" Bimo memegang tangan Oma, di lihatnya air mata Oma sudah menetes, ia pun memeluk Oma dengan hangat.
"terimakasih sayang, Oma sangat berharap kau selalu mendapatkan kebahagiaan, oh iya, apa Oma tidak boleh melihat foto gadis yang kau cintai itu" ujar Oma sambil melepas pelukannya.
"Oma, belum saat nya Oma, suatu saat nanti Oma akan tau dan Bimo yakin Oma sangat menyukai nya"
"apa dia sangat cantik?" tanya Oma penasaran
"Oma dia termat cantik dan tidak ada gadis yang secanti dia dan yang terpenting dia sangat baik Oma, dia sempurna "
"wah, seperti nya kau sangat mencintainya sampai sampai kau memuji nya sampai sebegitunya"
__ADS_1
"Oma, ini bukan pujian, Bimo hanya mengatakan yang sebenarnya, dia memang sangat sempurna Oma, percayalah" ujar Bimo.