
"Sebentar non, saya akan bawa tuan Kent ke dalam dulu" Dimas memapah Kent untuk masuk ke dalam apartemen, Dimas membawa nya sampai ke kamar dan meletakkan Kent di ranjang.
Angela juga ikut masuk ke apartemen nya Kent, namun ia hanya sampai di ruang tamu karena ia tidak mau masuk ke kamar Kent,.
"non saya permisi dulu ya, saya titip tuan Kent" pak Dimas langsung pergi dari sana dan segera pulang.
Angela hanya diam saja karena ia khawatir kalau nanti ayah dan mama nya kan cemas karena tak melihat keberadaan nya di rumah.
"Duh, bagaimana ini? Bagaimana kalau ayah dan mama tau kalau aku menginap di apartemen berdua dengan laki laki, apalagi laki laki itu adalah om Kent," Angela mengambil ponsel nya dari tas, "haa panggilan dari Bimo, kenap banyak sekali, ya Ampun kenapa aku sama sekali tidak mendengarnya, Bimo sedang apa ya,. tunggu,. tunggu,. Angela kau harus fokus dulu mencari cara supaya ayah dan mama tidak khawatir pada mu, Fika, iya Fika kan paling jago kalau urusan beginian." Angela langsung menghubungi Fika.
"halo bestie ku yang cantik jelita, rajin menabung dan tidak sombong, ada apa kau menelpon ku bes?' tanya fika
"duh Fik, ini ngga saat nya becanda karena kau harus menolongku karena ini gawat sekali" jawab angela
""gawat kenapa bes, apa kau sedang dalam bahaya, bes tolong kau serius bes" Fika mulai panik karena mengira Angela sedang dalam bahaya.
"Fika ini lebih daripada bahaya Fik, makanya aku butuh bantuanmu"
"bantuan apa An, aku akan membantu mu apa pun itu tapi kau harus jelaskan dulu, kau sedang ada masalah apa?"
__ADS_1
"aku bakal jelasin tapi kau jangan kaget ya"
"oke oke an, aku tidak akan kaget, tapi kau da masalah apa aku sudah sangat penasaran"
"jadi gini, aku malam ini menginap di apartemen cowok"
"apa, An kau sudah gila, kau ini masih mau kuliah kan, masak kau tidur berdua di apartemen cowok, kalau kau hamil gimana An, An kali ini aku benar benar tidak bisa membantu mu karena ini benar benar salah An. iya aku tau kau dan Bimo sedang LDR-AN tapi kau harus setia pada nya An" tanpa mendengar penjelasan Angela, Fika malah sudah berfikir yang tidak tidak tentang Angela.
"Fik, tidak seperti itu, kau jangan berfikir negatif dulu, biar aku jelaskan."
"yasudah aku akan dengar kau menjelaskan nya dulu"
"An, kau kok mau mau nya di suruh sama pak Dimas, coba deh kamu pikir dulu, om Kent itu kan bos nya pak Dimas, yang harus menjaganya adalah pak Dimas, bukan kamu An, dan satu lagi, kamu tau kan om Kent itu gimana, dia kan om om mesum, ya walaupun wajah nya mirip oppa Korea, tapi apa kau yakin dia tidak akan berbuat macam macam padamu, apalagi kalian cuma berdua An, aku sih tidak yakin om Kent berubah secepat itu". jelas Fika, penjelasan Fika membuat Angela semakin panik dan takut.
"jadi aku harus gimana dong Fik, aku takut disini, kalau aku pulang juga udah ngga mungkin soalnya sudah larut malam begini, pasti sangat berbahaya"
"ya udah gini aja An, kau cari kamar lain di apartemen itu, kau masuk kesana dan kau kunci pintu rapat rapat supaya om Kent tidak bisa masuk kesana, kau paham"
"tapi Fik sepertinya disini hanya ada satu kamar, dan dikamar itu sudah ada om Kent."
__ADS_1
"ya ampun An, gawat kalau begitu, pokoknya An kau harus hati hati, aku sarankan kau jangan masuk ke kamar nya om Kent, karena kan om Kent juga pasti belum tau kalau kau ada disana jadi selama dia belum tau kau masih aman, satu lagi kau ambil sebuah benda yang bisa kau gunakan sebagai alat buat mukul kalau tiba tiba om Kent berbuat macam macam pada mu"
Angela melihat ada sebuah gunting di sana lalu membawanya sebagai alat jaga jaga jika Kent berbuat macam macam padanya, "kalau dia macam macam maka akan ku bunuh dia" ujar Angela.
"Fik aku sudah mengambil gunting karena disini tidak ada benda lain selain gunting"
"ya sudah An tidak apa apa, tapi An apa om Andrey tau kau menginap disana?"
Pertanyaan dari Fika mengingatkan Angela, kalau tujuan nya menghubungi Fika adalah untuk minta bantuan supaya ayah nya tidak khawatir pada nya. "Fik, aku tadi mau minta tolong pada mu supaya kau bilang ke ayah ku kalau aku sedang menginap di rumah mu, karena kan dulu aku juga sering menginap di rumah mu jadi ayah dan mama tidak akan curiga" jelas Angela.
"ok An, kau aman kalau urusan itu biar Fika yang menyelesaikannya."
"terimakasih ya Fik, kau memang sahabat yang baik" Angela mematikan sambungan telepon nya.
"hoamm, duh aku sudah ngantuk sekali, Angela membaringkan tubuh nya diatas sofa lalu ia pun tertidur nyenyak di sana.
Ketika jam menunjukkan pukul 02.30 pagi, tiba tiba saja Kent terbangun, ia memegang kepala nya yang sangat sakit, lalu ia heran ketika sadar ia sudah berada di kamar apartemen nya, "siapa yang bawa aku kemari?" Kent mengingat beberapa kejadian sebelum ia mabuk dan sesudah ia mabuk, ia mengingat bahwa ia pergi ke club' malam bersama Dimas, ia masuk ke sana sendiri dan minum banyak, sampai ia mabuk dan istana ada seorang wanita, Kent terjatuh karena mabuk namun tiba tiba ada suara Angela yang mencoba membantu nya,. "apa itu benar benar Angela, tapi bagaimana bisa Angela bisa sampai kesana' dan tau kalau aku ada di club' itu" Kent mencoba berdiri untuk mencari air minum, karena air minum di kamar nya kosong. Dave melangkah pelan, karena saat ini ia masih sangat pusing, ia membuka pintu kamar nya, namun ketika ia membuka pintu kamar nya, ia kaget melihat seseorang yang tidur di sofa, "siapa dia,?" Kent mendekat ke arah sofa untuk melihat siapa yang tidur disana. "Angela, jadi dia benar benar datang ke club' itu dan dia tidur di sini?" Kent mendekat kearah Angela, ia menyingkirkan rambut Angela yang menghalangi wajahnya "cantik sekali" Kent memperhatikan sejenak wajah Angela yang sangat damai ketika ia tertidur, Kent mengelus pipi lembut Angela, ntah apa yang ia pikirkan namun kali ini ia ingin mencium Angela dan saat ini ia sedang mendekatkan wajah nya ke wajah Angela, wajah Kent kini sudah sangat dekat dengan wajah Angela namun ketika Kent sudah sangat dekat tiba tiba Angela terbangun dan langsung mendorong Kent dengan kuat.
Tubuh Kent ter campak karena dorongan Angela, Angela langsung duduk dan menjaga diri nya dari Kent, ia meraih gunting yang tadi sudah ia persiapkan untuk melawan Kent apabila ia berani macam macam.
__ADS_1