
Tubuh Kent ter campak karena dorongan Angela, Angela langsung duduk dan menjaga diri nya dari Kent, ia meraih gunting yang tadi sudah ia persiapkan untuk melawan Kent apabila ia berani macam macam.
"kau jangan macam macam om atau aku akan"
"oh tidak tidak Angela, maafkan aku, aku tidak mau macam macam pada mu, aku hanya mau cek apa kah kau benar benar tidur atau belum itu saja" jelas Kent yang mulai takut karena Angela sedang memegang gunting.
"kau kenapa tidur di apartemen ini, dan siapa yang membawa mu ke club' semalam"? tanya Kent
"itu, aku di telpon sama pak Anton dan kata nya kau sedang mabuk sedang ia tidak tau harus minta bantuan siapa, makanya dia menghubungiku, sampai aku kesana dan kau ternyata mabuk dan terjatuh di sana, kami membawa mu kemari, dan pak Anton minta tolong pada ku untuk menjaga mu" jelas Angela.
"oh begitu, aku berterimakasih pada mu Angela karena kau sudah mau datang membantuku, dan kau sudah mau menjaga ku disini, kau tenang lah aku tidak akan macam macam pada mu, aku sudah berubah An" jelas Kent
Angela hanya diam saja meski Kent menjelaskan panjang lebar pun, Angela tidak akan percaya begitu saja karena sudah dua kali Kent ingin menodai nya jadi kali ini Angela sangat hati hati.
"Angela, apa yang kau pikirkan, aku akan ke sana dulu mengambil air minum dan aku akan kembali lagi kemari " ujar Kent sambil berlaku untuk mengambil air minum.
"Duh aku kok tiba tiba haus juga ya" Angela pun mengikut Kent untuk mengambil air minum.
"om" panggil Angela tiba tiba pada Kent yang sedang mengisi air minum di gelas.
"eh, kau kesini juga, apa kau juga haus?"
"iya om, apa aku boleh minta air minum juga?"
"tapi ini ternyata tinggal satu gelas An, aku lupa menyuruh Anton memeriksa air minum disini, dan ini sudah aku minum setengah, apa kau tidak apa?"
"tidak apa om, aku minum itu saja" karena sudah sangat haus Angela terpaksa menerima air minum sisa Kent.
"om, tadi om minum di sebelah mana?"
"kau jijik ya Sampai kau bertanya seperti itu?"
__ADS_1
"bukan om tapi kata Dania dan Aven kalau perempuan dan laki laki minum dari satu gelas yang sama dan letak bibir mereka juga di tempat gelas yang sama itu artinya secara tidak langsung pria dan wanita itu sudah ciuman" jelas Angela.
"ya Ampun, kenapa gadis ini lucu sekali, darimana dia dan teman teman nya tau soal ciuman" gumam Dave.
"oh begitu ya, tadi aku minum dari sebelah sini," Kent menunjukkan bagian gelas namun itu bukan lah tempat yang sebenarnya melainkan di bagian yang belum tersentuh oleh bibir Kent.
"kalau om minum dari sebelah sini maka aku akan minum dari sini" Angela menunjuk ke arah gelar tempat dimana Kent minum dari sana.
Kent sudah menahan tawanya, ia memperhatikan Angela yang sedang minum sambil tersenyum, "ok kenapa senyum senyum," Angela melirik curiga pada Kent.
"apa kau sudah pernah ciuman bibir?" tanya Kent yang membuat Angela kaget.
"maksud om?" tanya Angela.
"tidak ada, aku hanya bertanya".
"sudah om satu kali" jawab Angela.
"apa dia sudah pernah melakukan nya dengan Bimo, ah sial ternyata Bimo sudah merasakan manis nya di cium oleh gadis yang aku sukai." gumam Kent.
"bukan om" jawab Angela singkat.
"apa? bukan Bimo, jadi dia berciuman dengan pria lain selain Bimo, gadis ini benar benar mempermainkan Bimo kalau begitu" gumam Kent yang sedikit kesal.
"jadi kau melakukannya dengan siapa kalau bukan dengan Bimo?"
"kenapa om bertanya begitu, apa om tidak ingat saat aku menabrak om di kantor ayah, disitu Angela tidak sengaja mencium b**** om dan itu adalah yang pertama kali om" jelas Angela
ucapan Angela benar benar membuat Kent heran, "jadi aku yang pertama kali mendapatkannya dan sekarang artinya aku sudah mendapatkannya untuk kedua kali nya, soalnya kan Angela minum dari gelas itu" gumam Kent.
"berarti hari ini kau sudah melakukan nya kedua kalinya" ucapan Kent mengaget kan inta kembali.
__ADS_1
"apa tadi om mesum ini sudah menciumiku sewaktu aku masih tidur, sialan dia benar benar mengesalkan, kata nya sudah berubah, benar kata Fika kalau om mesum ini benar benar berbahaya" gumam Angela, lirikan mata Angela sangat tajam ke arah Kent.
"hei kenapa kau menatap ku seperti itu, bukan aku yang menyuruhnya tapi kau sendiri yang minum dari bagian gelas itu, kau kan bilang kalau kita minum di bagian gelas yang sama artinya kita sudah berciuman ya walau pun tidak secara langsung" ujar Kent
"jadi om membohongiku, berarti om minum dari sebelah sini tapi om bilang di sebelah sini" Angela menunjuk bagian gelas.
"aku tidak sengaja tapi aku tadi lupa, setelah aku selesai minum aku baru ingat kalau ternyata yang tadi aku tunjukkan salah, yang benar adalah arah tempat kau minum tadi"
jelas Kent santai.
"dasar om mesum, dia pasti sengaja membuatku minum dari bekas bibir nya" gumam Angela.
"apa kau sudah selesai, soalnya aku mau kekamar sekarang" ujar Kent, sembari melangkah meninggalkan Angela disana.
Angela tiba tiba merinding, ia melirik ke kiri dan kanan, ia pun kini mengejar Kent. "brukk" tiba tiba Angela menabrak punggung Kent yang tiba tiba berhenti.
"aduh sakit sekali" Angela memijat jidatnya yang sakit karena kena punggung Kent.
"kenapa kau lari Samapi menabrak ku" tanya Kent sembari membalikkan badan nya menghadap Angela.
"oh itu om, Angela takut" ucapan Angela membuat Kent merasa lucu "oh ternyata gadis ini penakut, baik lah, kalo begitu aku bisa mengerjai nya" gumam Kent.
"apa kau melihatnya?" tanya Kent yang membuat Angela semakin takut
"melihatnya, dia siapa om?" tanya Angela.
"dia, nenek tua yang tinggal di sini" ujar Kent
"memang nya di apartemen om ini ada seorang nenek yang tinggal juga ya?" Angela mengira bahwa nenek tua yang dimaksud adalah manusia biasa.
"iya, dia memang tinggal di sini tapi aku tidak melihat nya beberapa hari ini, ternyata kau tadi melihat nya, apa dia mengganggumu?" tanya Kent.
__ADS_1
"om, aku tidak melihat seorang nenek disini, memangnya dia tidur dimana om, karena kan disini hanya ada satu kamar saja?"
"dia tidak pernah tidur apalagi dimalam hari, dia biasanya berkeliaran disini, di ruang masak, kamar mandi, di ruang tamu tapi kalau di kamar dia tidak pernah kesana" Dave sudah menahan tawanya pasalnya Angela malah tidak mengerti kalau ia sedang menceritakan sosok mahluk halus, karena Angela sama sekali tidak takut dengan ceritanya.