
Angela menutup telepon dengan kecewa, namun ia juga tidak bisa marah pada pak Umar karena anak pak Umar memang sedang sakit.
"ya sudah kalau begitu kau aku antar saja, kau tenang saja, aku tidak akan macam macam pada mu" ujar Kent
"naik lah" Kent membukakan pintu untuk Angela lalu mengantar nya pulang. di perjalanan Angela hanya diam saja dan Kent fokus menyetir.
"Angela apa aku boleh mengatakan sesuatu padamu" tiba tiba Kent berbicara.
"om mau bicara apa?" tanya Angela.
Kent pun mengentikan mobilnya sebentar lalu menatap Angela .
"ada apa om kenapa berhenti" Tanaya Angela lagi.
Kent mendekat kearah Angela, melihat apa yang dilakukan Kent membuat Angela sudah mulai takut dan gugup,. "om mau apa om" ujar Angela.
"Angela kau belum memakai sabuk pengaman mu, nanti kalau ada polisi kita bisa di tilang" Kent memakai kan sabuk pengaman Angela, wajah Kent begitu dekat dengan Angela membuat Angela merasa tak karuan.
"kenapa aku jadi deg deg An ya pada saat om Kent memakai kan sabuk pengaman itu." gumam Angela.
"Angela aku juga ingin sekali minta maaf pada mu atas kelakuan ku beberapa hari yang lalu, aku benar benar tidak tau kenapa aku tidak bisa menahan diri ku" ujar Kent
"baik om, Angela sudah melupakan semua nya. om Kent kalo boleh Angela mohon om Kent jangan bahas bahas itu lagi karena saat ini Angela hanya ingin fokus pada AMSA depan Angela yaitu Bimo karena Angela sangat mencintai Bimo om".
"ntah kenapa hati ku kok jadi aneh ya mendengar Angela mengatakan kalau dia sangat mencintai Bimo, apa memang tidak sedikitpun ada kesempatan untuk aku dan Angela bersama," gumam Kent
"ah tidak tidak, Kent kau harus waras, Angela adalah pacar nya Bimo keponakan mu sendiri, tidak mungkin kau merebut pacar keponakan mu" gumam Kent menyadarkan diri nya.
"om Kent, apa om Kent baik baik saja?" angela bertanya karena sejak tadi Kent sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
"om, om Kent tidak usah terlalu memikirkan kejadian yang sudah lalu, Angela yakin kalau om Kent adalah orang baik, makanya Angela sama sekali tidak pernah marah pada om Kent" ujar Angela.
"terimakasih ya An, kau memang sangat baik" Kent malah tanpa sadar menarik tubuh Angela dan memeluknya, "ku kira aku tidak akan pernah mendapat maaf darimu An, aku sangat bahagia kau me maaf kan ku".
Angela hanya terdiam mendapat perlakuan Kent yang memeluknya, "ini aku kenapa malah seakan tidak mau dilepas oleh om Kent, bahkan pelukannya saja begitu sangat nyaman, dan kali ini pelukan om Kent terasa sangat tulus sekali," gumam Angela.
__ADS_1
Kent tersadar kalau ia sedang memeluk Angela, ia langsung melepaskan pelukannya "maaf Angela, om tidak sengaja". jelas Kent yang takut Angela kembali salah paham pada nya.
"tapi kenapa Angela malah tidak menolak ketika aku peluk, apa ini hanya perasaan ku saja" gumam Kent.
"ya sudah An kalau begitu kita jalan ya, jarak rumah mu juga sudah dekat," Kent melajukan mobilnya sampai ke depan rumah Angela.
sesampainya di depan rumah Angela.
"om Angela turun dulu ya, om hati hati"
"baik Angela."
Angela melambaikan tangan nya, Kent pun langsung kembali kekantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
"nak siapa yang barusan mengantar mu?"" tanya ibu selidik,.
"itu om Kent ma," jawab Angela dengan tanpa ragu.
"maksudmu om Kent, nak Kent om nya Bimo?"
"sayang kau tidak apa apa kan," ibu memutar mutar badan Angela mengecek tubuh Angela untuk memastikan kalau Angela baik baik saja.
"ma, Angela pulang dengan om Kent bukan dengan monster, "
"tapi nak, bagaimana pun dia pernah hampir melecehkan mu jadi mami harus tetap hati tati, kita tidak bisa percaya begitu saja nak, ya mami tau kita juga tidak boleh berfikir negatif tentang orang lain."
"ma Angela gerah, Angela mandi dulu ya, " Angela berlalu ke kamar nya dan segera membersihkan diri.
Selesai mandi Angela berbaring di ranjang nya lalu mengambil ponsel, "tidak ada panggilan dari Bimo, apa dia sibuk? atau dia lupa, atau lagi selingkuh dengan bule bule cantik disana " ujar Angela.
"Angela gimana kabarnya ya, seharian aku belum sempat menghubunginya, sekarang aku telpon saja deh, aku sangat merindukannya. gumam Bimo.
Angela yang tak mendapat pesan atau panggilan dari Bimo sejak pagi sudah merasa di lupakan, ia juga mencoba menghubungi Bimo.
"nomor yang anda tuju sedang sibuk" suara yang di dengar oleh angel saat menghubungi Bimo dan begitu pula dengan Bimo.
__ADS_1
"Bimo lagi benar benar sibuk disana, aku sampai tidak bisa menghubunginya" gumam intan.
"ah mungkin Angela sedang ada urusan, baik lah aku akan menghubunginya nanti saja" ujar Bimo.
Dikantornya Kent masih kepikiran dengan pa yang mereka alami di kantor pak Andrey, Kent memegang bibir nya yang tak sengaja di cium oleh Angela,. "heh manis sekali, seandainya saja kau bukan pacar nya Bimo maka aku tidak akan melepaskan mu" ujar Kent.
Hari sudah semakin sore, pak Andrey baru pulang dari kantornya, "ayah sudah pulang?" ayah melepas jas nya dan memberikan nya pada ibu, namun ia teringat dengan Angela yang tadi siang harus pulang bersama supir.
"tok tok tok" suara ketukan pintu kamar Angela, angel membuka pintu kamar nya dan ternyata yang datang adalah ayah nya, tiba tiba saja Angela memeluk ayah nya itu "ayah, ayah sudah pulang" tidak bisanya Angela seperti itu, angel selalu bersikap aneh ketika ia sedang punya masalah.
"nak, ada apa?" tanya ayah
"aku tidak apa apa ayah, aku hanya ingin memeluk ayah saja"
"oh iya, apa tadi supir mu menjemput dengan tepat waktu nak" gadi itu menggelengkan kepalanya dipelukan ayah nya.
"jadi, pak Umar terlambat menjemputmu?"
"ayah, pak Umar ngga jadi jemput karena anak nya masuk ke rumah sakit" jelas gadis itu.
"berarti kau pulang lewat taksi?" gadis itu kembali menggelengkan kepalanya.
"ayah, tadi pak Kent yang mengantar ku"
"Kent,? apa kau tidak apa apa nak? "pak Andrey curiga kalau putrinya sedang ada masalah dengan Kent sehingga membuat nya seperti sekarang yang tiba tiba saja manja.
"ayah, om Kent hanya mengantar ku saja,. oh iya ayah sudah makan? Angela tiba tiba lapar ayah".
"ya ampun putri ayah sudah lapar, ya udah kalau begitu kita makan malam saja ya nak" ayah membawa anak gadisnya itu turun untuk makan malam.
Disisi lain Bimo kembali menghubungi Angela karena saat itu ia sangat merindukan kekasih nya itu, namun ketika Bimo menghubungi, ponsel Angela ditinggal di kamar dan angela tidak mendengar suara ponselnya berbunyi.
"ya ampun, apa Angela sesibuk itu,..
tenang Bimo tenang, biasanya kalau pacaran LDR-AN itu memang sering kayak gini, maka kita harus bersikap lebih dewasa" ujar Bimo pada diri nya sendiri.
__ADS_1