
"kamu kenapa tertawa Bim, " Angela bertanya heran dengan Bimo yang tiba tiba tertawa.
"kau menyebut om Kent orang tua An, kalau om Kent mendengar nya kau bisa kena marah" Bimo terus tertawa cekikikan.
"sial, kenapa gadis itu menyebutku orang tua, apa wajah ku memang sudah mirip orang tua" Dave mengambil ponsel nya, melihat wajah nya pada kamera ponsel.
"hemm masih muda kok, masih tampan dan masih keren" Dave mengamati wajah nya dengan tangan nya memegang wajah nya.
"eh An, lihat om Kent itu sedang apa melihat lihat ponsel nya" Bimo dan Angela melirik ke arah Kent dan heran dengan tingkah Kent.
"Bim kita kesana aja yuk, nanti kita kena marah kalau tidak menyapa om Kent" Angela mengajak Bimo dengan memegang dan menarik sedikit lengan nya.
"An tidak perlu khawatir, om Kent tidak akan marah kok jika om Kent tidak tau kalau kita sudah melihat nya" Bimo menahan Angela dengan melepas kan tangan Angela.
"permisi, ini pesanan nya tuan" pelayan memberikan makanan pesanan Bimo dan Angela.
"halo pak, iya iya pak, jadi pertemuan nya di batalkan, tapi saya sudah di cafe tempat yang bapak kirim alamat nya, oke oke baik pak" Kent meletakkan ponselnya, sebenarnya Kent tidak benar benar mendapat panggilan dari seseorang tapi ia hanya ingin mengelabui Angela dan Bimo supaya tidak ketahuan. Kent berdiri dan pandangan nya mengarah pada Angela dan Bimo.
"hei kalian sedang apa di sini?" Kent mendekat ke arah Angela dan Bimo.
"kami sedang makan om" jawab Angela sambil tetap memakan makanan nya karena Angela memang sudah sangat lapar sejak pulang sekolah apalagi mereka baru saja ujian.
"om kent, om kok disini"? Bimo bertanya curiga.
"bukan kah ini tempat umum, jadi aku bebas ada disini?" Kent memasukkan kedua tangan nya pada saku celana nya. sambil memandang ke atas.
"om bukan begitu, bukan kah biasa nya om suka di tempat tempat yang elit, kalo ini kan hanya cafe biasa" ujar Bimo.
"oh tidak juga, om juga suka kok tempat tempat biasa seperti ini" ujar Kent
"sudah lah Bim, om apa mau duduk disini makan bareng kita" Angela menatap Kent.
"boleh juga kalau di paksa" ujar Kent mengulang perkataan Angela tadi pagi sewaktu Kent mengajak nya berangkat ke sekolah dengan nya.
"iya om, Angela memaksa" Angela tersipu malu karena ia juga ingat bahwa tadi pagi ia juga mengatakan hal yang sama.
"An kalau orang tidak mau ya jangan di paksa, om kalau om tidak suka duduk di sini om duduk disana saja" Bimo menunjuk tempat semula Kent duduk.
__ADS_1
"Angela kamu memaksa kan" ujar Kent lagi memastikan.
"iya om, om duduk lah" ujar Angela.
"ih an, kau ini apa apaan, aku kan mau makan berdua, kok kamu ajak om Kent duduk di sini" Bimo sedikit kesal karena om nya harus duduk bersama mereka dan ini tidak sesuai rencana nya.
"ya sudah Ayo makan" Kent tanpa rasa bersalah dan pura pura tidak tau apa apa langsung memakan makanan nya yang kebetulan sudah di antar oleh pelayan.
"An selesai makan kita langsung pulang saja ya" Bimo sengaja supaya Angela cepat menyelesaikan makan nya.
"tidak usah, supir mu sudah pulang tadi" Kent menjawab sambil tetap fokus menikmati makanannya.
"om apa om yang menyuruh nya pulang, terus Bimo pulang naik apa?" Bimo sangat kesal dengan apa yang dilakukan om nya.
"pulang sama om" jawab Kent singkat.
Bimo sudah sangat kesal, ia hanya diam saja tanpa menjawab, Bimo kesal karena tadi pagi om nya tidak membiarkan nya naik ke mobil nya dan berangkat bersama sedangkan sekarang kent malah membuat nya harus pulang bersama nya.
"ayo An, Bimo menarik tangan Angela dan membawa nya keluar.
"silahkan tuan" jawab supir sambil membukakan pintu mobil untuk Bimo dan Angela.
"oh itu tuan, saya tadi mengantar nya pulang terus saya kesini naik taksi" jelas supir.
"ayo pulang, Kent membukakan pintu mobil untuk Angela di baris kedua, Angela pun masuk dan Kent juga duduk di sebelah Angela.
"om Kent kok duduk disitu?" Bimo sangat tidak mengerti tentang apa yang di inginkan om nya itu.
"aku hanya ingin merasai rasa nya duduk disini, ternyata menyenangkan juga ya" Kent menjawab dengan mata tetap ke depan.
"ya Tuhan, dua manusia ini dari tadi tidak berhenti berdebat, seperti nya aku akan gila kalau terus di samping mereka" gumam Angela.
"An kau hati hati ya karena dia bisa menggigit" ujar Bimo.
"haaa apa kau serius Bim" Angela malah menanggapi serius perkataan Bimo.
"sudah lah, kau jangan dengarkan dia, aku tidak berbahaya kok, " Kent melipat kedua tangannya di dada nya.
__ADS_1
tiba tiba saja Angela bersin di dalam mobil lalu dengan sigap bimo dan Kent menyodorkan tisu pada Angela.
Angela menatap Bimo lalu menatap Kent, Angela terpaksa mengambil kedua nya supaya tidak ada lagi perdebatan di antara mereka.
"pak saya berhenti di depan ya" ujar Angela.
"baik non" ujar supir sambil menghentikan laju mobil nya.
Angela pun turun karena telah sampai,
"Bim, om Kent makasih ya, makasih banyak ya Bim " ujar Angela.
"baik lah an, kau masuk lah" ujar Bimo.
Bimo dan Kent pun segera pulang ke rumah.
sesampai nya di rumah mereka berdua di sambut oleh Oma.
"Oma "Bimo mencium tangan Oma nya.
"hai ma" Kent juga mencium tangan mama nya.
"kalian kok muka nya cemberut gitu, ada apa, apa kalian berantem lagi" tanya Oma karena curiga pada kedua nya.
"ini oma, om Kent seperti nya menuikutiku sampai ke cafe dan mengganggu aku dengan Angela.
"hei siapa yang sengaja kesana, aku bahkan tidak tau kalau kau ada di sana"
"lalu kenapa om ada di sana kalau bukan mengikuti ku dan Angela?" Bimo masih tetap curiga pada Kent.
"aku hanya ingin bertemu dengan client tapi mereka masalah tidak jadi datang, ya aku kecewa sekali " ujar Kent.
"mana mungkin client mau makan di tempat seperti itu"
"ya sudah terserah yang penting aku sudah mengatakan yang sebenar nya " Kent pergi dan masuk kedalam rumah.
"sayang kau tidak boleh begitu pada om mu,"
__ADS_1
" baik lah Oma" Bima juga menyusul masuk kedalam rumah.
"kenapa mereka selalu saja seperti Tom and Jerry" Oma menggelengkan kepala nya melihat kelakuan putra dan cucu nya itu.