Istri Untuk Om Kent

Istri Untuk Om Kent
membuat kue bersama


__ADS_3

"yasudah nak, ayah pergi dulu ya, nanti kalau sudah selesai akan hubungi ayah biar nanti ayah langsung jemput" ujar pak Andrey pada Angela.


"baik ayah" Angela Salim tangan pada ayah nya.


"ya udah yuk guys kalau begitu kita mulai saja yuk, bahan bahan nya sudah ada dibelakang, tadi bibi sudah membelinya dari minimarket" Bimo mengajak teman temannya untuk membuat kue bersama mereka.


Kelima sahabat itu pun kini sudah ada di dapur untuk mempersiapkan bahan bahan dan mengaduknya,. mereka membuat adonan sambil menonton tutorial dari YouTube.


"duh itu dia masukin tepungnya berapa sendok sih kok cepat cepat banget video nya,." ujar Dania yang pusing dengan tutorial yang ia tonton karena timer nya terlalu cepat.


"ya ampun dania, itu dia masukin setengah kg Dania kok kamu bilang sendok" ujar Fika yang sudah menonton tutorial terlebih dahulu.


"woi telur nya berapa sih guys,, aku sudah masuk kan enam telur tadi," Bimo juga bingung dengan apa yang mau mereka buat, ia memasukkan enam telur karena ia sudah lupa berapa telur yang dimasukkan kedalam adonan pada tutorial yang di tonton.


"duh ini gimana sih, nanti kalau salah salah kita malah cuma habisin bahan tapi kue nya ngga jadi" Angela juga sudah pusing dengan kegiatan mereka sebab tidak ada yang benar benar paham dengan tutorial yang mereka tonton.


"siapa sih yang berisik disana" Kent sangat terganggu dengan kebisingan yang ia dengar karena saat itu ia sedang bekerja dari rumah, Kent sengaja bekerja dari rumah karena ia ingin bekerja dengan tenang di kamar nya tapi malah sebaliknya ketenangan yang ia harapkan justru tidak ada karena sedari tadi suara Bimo dan teman teman nya sangat mengganggu konsentrasi nya.


Kent tetap berusaha fokus pada laptopnya untuk melanjutkan pekerjaan nya tapi suara kebisingan dari dapur justru semakin menjadi, pasal nya Bimo dan ke empat temannya justru teriak teriak karena mereka membuat adonan sambil bercanda terlebih lagi mereka sama sekali tidak paham apa yang mau mereka buat, menambah kegaduhan di sana.


"ya ampun Bimo, kamu memasukkan telur tapi kuning telurnya tidak kamu pisahkan, hahaha dasar kamu Bim, kalau oon ngga gitu juga" ujar Aven sambil tertawa keras karena Aven pernah melihat ibu nya yang sedang membuat kue dan ia ikut membantu, pada saat Aven di suruh ibu menambahkan telur, ibu nya menyuruh kuning telur nya di pisah kan bukan nya ikut di campur.


"astaga guys jadi ini gimana dong" tanya Bimo yang semakin bingung karena tidak tau apa yang harus di lakukan.

__ADS_1


"ya sudah lah Bim kita buat telur dadar aja, haha, " ledek Angela.


"ehmm ehmmm" Kent berdehem dan suara nya menghentikan canda tawa kelima sahabat itu, kelima nya kini menoleh keasal suara dan betapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat.


"waduh jadi om Kent ngga ke kantor" gumam Dania.


"matilah kami, jadi om Kent ada di rumah ini, kirain lagi dikantor" gumam Fika.


Angela sendiri hanya terdiam, ia tak berani menatap Kent karena ia masih terngiang dengan apa yang terjadi di toilet restauran bersama Kent.


"aku dengar kalian terlalu berisik, apa suara kalian tidak bisa di kevmcilkan sedikit lagi" Kent memperingati kelima anak yang sedang membuat kue itu.


"Kent, kau jangan seperti itu, mereka ini baru bertemu dan mereka mau membuat kue jadi wajar kalau mereka berisik, lagian kamu ngapain harus kerja di rumah, kan sudah ada kantor tempat bekerja, kalian lanjut saja nak, Oma yang tanggung jawab" ujar Oma, Oma sangat senang dengan kebisingan yang dilakukan oleh anak anak tersebut karena ia merasa rumah nya sangat ramai dan suasan nya sangat hidup karena canda tawa anak anak itu.


Kent yang mendengar perkataan ibu nya kini mengalah, ia malah mengambil kursi dan duduk di meja tempat anak anak itu meletakkan beberapa bahan membuat adonan kue.


"ini om, kue yang ada di tutorial, kami ngga tau nama kue nya apa" jawab Fika.


Bimo dan Angela kini sedang memasukkan tepung sesuai takaran yang di sebutkan di tutorial, " An selanjutnya apa An?" tanya Bimo pada Angela yang sudah memasukkan beberapa bahan.


"Bim tepungnya kayaknya masih kurang deh, apa kau bisa menambahkan nya lagi"? ujar Angela


"baik an, aku akan menambahkan nya,"

__ADS_1


"ya ampun An pantas saja kau menyuruh ku menambahkan tepung ternyata kau buat adonan nya ke enceran, hahaha, An pantas om Andrey bilang kau tidak tau masak ternyata benar," ledek Bimo.


"eh siapa bilang aku tidak tau masak, aku tau ya weekkk" angejela menjulurkan lidah nya meledek Bimo balik,.


"ih awas ya An" Bimo mengambil sedikit adonan yang ke enceran dan mengoleskan nya ke muka Angela.


"ih Bim, wajah ku nanti Gatak jerawatan, awas kau ya Bim," Angela juga mengambil tepun yang belum di aduk dan mengoleskan nya ke wajah Bimo. wajah Bimo kini penuh dengan warna putih.


"hei kalian seperti sedang merayakan ulang tahun saja pake acara oleh ke wajah segala" ujar Fika.


"ini nih si Bimo duluan, Angela mengambil pewarna dan mengoleskannya lagi ke wajah Bimo, wajah Bimo kini sudah mirip seperti adonan karena lengkap dengan tepung dan pewarna.


Kent memperhatikan Angela dan Bimo yang sedang bercanda, Angela terlihat sangat ceria dan nyaman dengan Bimo, Kent merasa sangat risih dengan apa yang ia lihat, Kent tidak sadar kalau ia sedang cemburu pada Angela dan Bimo.


"Bim, aku bersihin wajah aku dulu ya, ini terlalu kotor Bim, aku takut nanti wajah ku malah jerawatan" ujar Angela.


"hahah kau takut sekali wajah mu jerawatan An, kau akan tetap terlihat sangat cantik kok meskipun jerawat menutup wajah mu" ujar Bimo


"ih aku ngga mau ya wajah aku jerawatan" Angela segera melangkah kan kaki nya lalu segera ke kamar mandi,.


Kent yang melihat kepergian Angela ke kamar mandi kini ikut mengejar Angela, ntah apa yang ingin ia lakukan pada Angela.


Di lorong menuju kamar mandi Kent tiba tiba menarik tangan Angela, Angela yang kaget karena tangannya tiba tiba di tarik, ia ingin teriak tapi mulutnya langsung di tutup oleh Kent menggunakan tangannya,. Kent menarik Angela dengan tetap menutup mulutnya,.

__ADS_1


"mmmmm mmmmm" suara Angela yang menvmcoba beteriak namun telapak tangan Kent terlalu kuat untuk menutup mulut Angela.


"kau diam lah, aku akan melepaskan tangan ku kalau kau mau diam, kau mengerti" ujar Kent, Angela langsung diam dan menurut pada Kent.


__ADS_2