Istri Yang Kau Ceraikan

Istri Yang Kau Ceraikan
Keributan di rumah sakit


__ADS_3

Malam ini, Zaki dan Mila sudah berada di dalam perjalanan ke rumah Adnan. Mereka ke sana, untuk menjenguk Aluna yang katanya sedang sakit.


Sesampainya di depan rumah Adnan, Zaki menghentikan laju mobilnya. Setelah itu Zaki dan Mila turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke halaman depan rumah Bu Retno.


Sesampainya di teras depan, Mila dan Zaki mengucap salam dan mengetuk pintu rumah itu.


"Assalamualaikum."


"Wa'alakiumsalam." Sudah terdengar jawaban salam dari dalam rumah itu.


Beberapa saat kemudian, Mbak Sulis membuka pintu depan.


"Maaf, cari siapa ya?" tanya Mbak Sulis. Tampaknya dia belum mengenali Mila dan Zaki.


Zaki dan Mila saling menatap. Mereka kemudian kembali menatap Mbak Sulis.


"Saya ke sini mau ketemu Aluna. Saya dengar Aluna sakit," ucap Mila.


"Apa ibu ini, ibu kandungnya Aluna?" terka Mbak Sulis.


"Iya benar. Saya Mila ibu kandungnya Aluna. Apa kamu yang bernama Sulis?"


"Iya Bu. Saya Sulis. Saya pembantu baru di rumah ini. Saya juga yang udah merawat Aluna waktu dia sakit."


"Makasih ya Sulis kamu udah mau merawat anak saya."


"Iya Bu Mila, kalau bukan saya siapa lagi. Nggak ada yang sayang sama Aluna di rumah ini. Apalagi Bu Monika. Dia nggak pernah sayang sama Aluna," ucap Sulis tampak sedih.


Sebenarnya Mbak Sulis ingin menceritakan semua tentang Aluna pada ibu kandungnya Aluna, kalau selama ini Aluna sering mendapatkan perlakuan buruk dari ibu tirinya. Tapi Sulis tampak bingung. Dia masih takut dengan ancaman Monika.


Zaki dan Mila saling menatap saat melihat perubahan ekspresi wajah Mbak Sulis yang tiba-tiba saja menjadi sedih.


"Ada apa Mbak Sulis?" tanya Mila menatap Sulis lekat.


"Pak Adnan, akhir-akhir ini sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai dia mengabaikan Aluna. Bu Retno, dia juga lagi sakit dan harus banyak istirahat. Jadi Bu Retno sudah tidak bisa mengurus Aluna lagi."


"Dan Bu Monika, dia juga nggak perduli dengan Aluna. Bahkan dia sering memperlakukan Aluna dengan tidak baik," ucap Mbak Sulis menuturkan panjang lebar.


"Apa! yang benar kamu Mbak? apa yang sudah Monika lakukan pada anakku?" tanya Mila yang tampak terkejut dengan penuturan Sulis.

__ADS_1


"Aluna sering nggak di kasih jatah makan kalau dia bandel dan nakal. Bahkan dia sering di kurung di kamar mandi atau di kamarnya sendiri sampai berjam-jam oleh Bu Monika, tanpa di kasih makan," jelas Mbak Sulis.


Deg.


Mila dan Zaki terkejut saat mendengar penuturan Mbak Sulis. Hati Mila bagai tersayat-sayat sembilu saat mendengar penuturan dari Mbak Sulis.


"Astaghfirullah. Kenapa Monika bisa sekejam itu sama anak aku," gumam Mila.


"Kalau tahu begitu, kenapa kamu nggak lapor sama Adnan saja Mbak Sulis, biar Adnan tahu bagaimana perlakuan Monika selama ini pada anaknya," ucap Zaki ikut bicara.


Zaki juga tidak akan membiarkan anak Mila disakiti oleh ibu tirinya. Apalagi Zaki lelaki yang sangat menyayangi anak kecil. Dia tidak akan tinggal diam begitu saja saat mendengar kabar itu.


"Kalau aku lapor ke Pak Adnan, aku takut dipecat oleh Bu Monika. Dan Pak Adan belum tentu juga percaya dengan ucapanku."


"Sekarang mana anak aku Mbak Sulis? Dia ada di dalam kan? aku mau ketemu sama dia," ucap Mila.


"Maaf Bu, rumah ini lagi sepi. Karena tadi sore Pak Adnan sudah membawa Aluna ke rumah sakit. Bu Retno dan Bu Monika sekarang juga ada di rumah sakit."


"Apa!" pekik Zaki dan Mila.


"Jadi Aluna di rumah sakit sekarang?" ucap mereka bersamaan.


"Sudah sejak kapan dia dibawa ke rumah sakit?" tanya Mila.


"Tadi sore Bu," jawab Mbak Sulis singkat.


"Ya Allah Aluna. Maaf kan Mama Nak, karena selama ini mama nggak pernah mau perduli dengan kehidupan kamu," gumam Mila.


Setetes air mata Mila membasahi pipinya. Dia kemudian menatap Mbak Sulis lekat.


"Mbak, kenapa Aluna masuk rumah sakit nggak ada satu orang pun yang mau mengabari ku. Padahal aku kan ibunya. Aku juga berhak tahu dengan kondisi anak aku. Mas Adnan dan Bu Retno juga tidak ada yang menelponku."


"Mungkin mereka lupa menghubungi ibu. Kalau saya tahu nomer ibu, saya pasti sudah menelpon ibu dari tadi. Saya juga sebenarnya kasihan sama Aluna Bu."


Zaki menatap Mila lekat.


"Mila, kita harus ke rumah sakit sekarang. Kita harus lihat kondisi Aluna."


"Iya Mas."

__ADS_1


Sebelum pergi, Zaki menatap Mbak Sulis.


"Makasih ya Mbak Sulis, untuk informasinya."


"Iya Pak."


Zaki dan Mila buru-buru pergi meninggalkan rumah Adnan untuk ke rumah sakit.


Sesampainya di depan rumah sakit, Zaki dan Mila buru-buru turun dari mobilnya. Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah sakit itu.


Adnan dan Mila berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan di mana kamar Aluna.


"Suster, saya mau tanya. Di mana ya kamar pasien atas nama Aluna. Pasien yang tadi sore dibawa ke rumah sakit ini?" tanya Mila pada seorang suster.


"Tunggu ya Bu, saya cek dulu."


Suster kemudian menatap Mila lekat.


"Aluna sekarang ada di kamar Cempaka nomer dua Bu, Pak. Kalian bisa lurus saja ke kanan, setelah itu kalian belok kiri dan lurus terus, nanti kalian akan sampai ke ruangan itu."


"Makasih banyak ya Sus," ucap Mila.


"Iya. Sama-sama."


Zaki dan Mila kemudian buru-buru melangkah ke ruang rawat Aluna di mana yang suster tadi tunjukkan.


Sesampainya di sana, Zaki dan Mila melihat Adnan dan Monika tampak masih berada di depan ruangan itu.


Mila buru-buru menghampiri Adnan. Dengan emosi yang tertahan, Mila mencoba memberanikan diri untuk menemui Adnan dan Monika .


"Mas, kamu ini gimana sih, Aluna sakit, kenapa kamu diam aja. Kenapa kamu nggak ngasih kabar apa-apa ke aku," ucap Mila dengan nada tinggi.


Adnan terkejut saat melihat kedatangan Mila dan Zaki ke rumah sakit.


"Kamu tahu dari mana soal ini Mil?" tanya Adnan.


"Kemarin aku telpon ibu dan kata ibu kamu, Aluna sakit. Dan aku barusan ke rumah kamu. Dan kata pembantu kamu, Aluna ada di rumah sakit. Kamu gimana sih Mas, jagain anak satu aja nggak becus. Sampai acara masuk rumah sakit segala."


Adnan tidak terima dengan ucapan Mila. Dia tampak marah pada wanita itu.

__ADS_1


"Heh, jangan asal bicara ya kamu. Siapa yang nggak becus ngurus anak, aku apa kamu. Selama ini Aluna itu nurut tinggal sama aku. Dan buktinya, dia nggak pernah minta untuk tinggal sama kamu lagi. Jadi siapa yang lebih sayang sama Aluna, aku apa kamu hah...!"


__ADS_2