Istri Yang Kau Ceraikan

Istri Yang Kau Ceraikan
Minta maaf


__ADS_3

"Iya Mas. Semalam kita nyenyak banget tidurnya Mas."


Mila dan Zaki menatap Aluna. Mereka tersenyum saat melihat Aluna.


"Aluna, kamu udah bangun Nak?" ucap Mila sembari bangkit dari duduknya. Mila kemudian mendekat ke arah Aluna.


"Mama...mama kok bisa ada di sini?" tanya Aluna.


"Iya sayang. Semalam mama ke rumah nenek kamu. Dan kata Mbak Sulis, kamu ada di sini. Gimana kabar kamu sayang? udah mendingan? apa masih ada yang sakit?"


"Aku udah mendingan Ma."


"Syukurlah. Aluna jangan takut ya, mulai sekarang, Mama akan jagain Aluna terus. Kalau Aluna mau, nanti Aluna pulang ke rumah Oma Suci aja ya. Biar Aluna bisa kumpul dengan Mama lagi."


Aluna mengangguk. Dia tampak bahagia dengan ucapan Mila.


"Mil, aku pulang dulu ya. Aku mau ke kantor. Soalnya ada meeting penting hari ini. Kamu nggak apa-apa kan, aku tinggal di sini. Kasihan Aluna nggak ada yang jagain. Nanti sore aku ke sini lagi," pamit Zaki pada Mila.


"Oh, kamu mau pulang ya Mas. Iya deh, nggak apa-apa aku di sini sendiri."


Sebelum pergi, Zaki menatap Aluna lekat.


"Om pulang dulu ya. Nanti sore Om ke sini lagi."


"Hati-hati di jalan ya Om."


"Iya Aluna."


Zaki kemudian pergi meninggalkan ruangan Aluna.


****


Siang ini, Adnan sudah berada di ruangan atasannya. Dia akan meminta izin pada atasannya untuk pulang cepat.


"Pak, saya mau izin pulang Pak," ucap Adnan pada atasannya.


"Pulang?"


"Iya Pak. Anak saya lagi sakit. Dia sekarang ada di rumah sakit. Sekalian saya juga mau minta cuti dua hari untuk menemani anak saya di rumah sakit."


"Oh. Ya boleh. Kamu boleh pulang sekarang, dan silahkan kalau mau ambil cuti."


"Makasih banyak ya Pak. Kalau begitu saya permisi dulu."


"Iya."


Setelah izin pada atasannya, Adnan kemudian keluar dari ruangan itu. Adnan berjalan ke luar dari kantor dan menuju ke parkiran mobil untuk mengambil mobilnya.


Adnan masuk ke dalam mobil dan meluncur untuk pergi ke rumah sakit. Sesampainya di depan rumah sakit, Adnan memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah itu dia pun masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke ruangan Aluna.


Di depan ruangan Aluna, tampak Mila sedang duduk sendiri. Tanpa butuh waktu lama, Adnan menghampiri Mila dan duduk di sisinya.

__ADS_1


"Mas Adnan," ucap Mila terkejut saat melihat Adnan yang tiba-tiba saja datang dan duduk di sampingnya.


"Kenapa Mil? nggak apa-apa kan kalau aku duduk di samping kamu?" tanya Adnan.


"Nggak apa-apa sih."


"Kamu kenapa duduk di luar Mil?"


"Iya. Aku nggak mau ganggu Aluna. Aluna lagi istirahat di dalam. Tadi aku udah suapin dia. Dan sekarang dia lagi tidur."


Sebenarnya Mila risih harus duduk berdampingan dengan Adnan. Apalagi sekarang mereka berdua sudah menjadi mantan dan mereka juga sudah punya pasangan masing-masing.


Tidak enak rasanya jika dilihat orang. Namun mau bagaimana lagi, demi Aluna mereka harus kompak untuk merawat Aluna di rumah sakit.


"Bagaimana kondisi Aluna?" tanya Adnan.


"Udah mendingan Mas. Tadi dokter udah memeriksanya. Dokter bilang, kondisinya sudah membaik. Dan mungkin besok sudah diperbolehkan pulang," ucap Mila menjelaskan.


Adnan manggut-manggut saat mendengar penjelasan dari Mila.


"Ngomong-ngomong, kamu kok jam segini udah pulang Mas?" tanya Mila pada Adnan.


"Iya. Aku izin dari kantor. Aku pengin pulang cepat. Aku nggak tega melihat Aluna sakit seperti ini. Aku jadi nggak konsen kerjanya kalau Aluna sakit."


Mila bangkit dari duduknya. Dia akan masuk kembali ke dalam ruangan Aluna. Namun Adnan buru-buru mencekal tangan Mila.


"Mil, kamu mau kemana?" tanya Adnan.


"Aku mau ke dalam Mas."


"Aluna lagi istirahat kan?"


"Iya."


"Ya udah, kamu di sini aja. Temani aku. Aku juga mau bicara sesuatu sama kamu."


Mila kembali duduk dan menatap Adnan lekat.


"Kamu mau bicara apa Mas?" tanya Mila.


Mila terkejut saat tiba-tiba saja Adnan meraih tangannya dan menggenggamnya erat.


"Maafin aku ya," ucap Adnan tiba-tiba.


Mila langsung menarik tangannya kembali.


"Maaf Mas, jangan pegang-pegang aku. Nggak enak dilihatin orang. Kita kan sudah bukan suami istri lagi."


"Eh, maaf Mil."


"Kamu mau bicara apa? dan kamu mau minta maaf soal apa?" tanya Mila serius.

__ADS_1


Adnan kemudian menjelaskan semua pada Mila, kalau dia pernah bertemu dengan lelaki yang ada di dalam foto itu waktu di Bali.


Dan lelaki itu sudah menjelaskan hubungannya dengan Mila. Adnan menyesal, karena dia tidak pernah mendengar kejujuran Mila waktu itu. Dia malah gegabah dengan menceraikan Mila begitu saja.


"Maafin aku ya Mil. Aku sudah salah paham sama kamu. Aku fikir, kamu benar-benar selingkuh dengan lelaki itu. Karena sejak kamu menikah denganku, kamu kan nggak pernah jalan bareng lelaki. Jadi wajarlah kalau aku kaget pas kamu makan berdua bareng lelaki. Aku fikir, lelaki itu selingkuhan kamu."


"Maafin aku ya Mil. Aku nggak pernah percaya sama ucapan kamu waktu itu. Ternyata aku sudah salah menilai kamu selama ini."


Mila menghela nafas dalam. Sebenarnya Mila sudah tidak mau lagi diingatkan dengan kejadian masa lalu. Karena itu sangat menyakitkan untuk Mila.


Di saat sedang sayang-sayangnya, seorang suami menceraikan istrinya begitu saja. Wanita mana yang tidak akan sakit hati. Sampai saat ini, luka Mila pun belum bisa disembuhkan. Sakitnya masih terasa di hati.


"Sudah lah Mas. Semua sudah terlanjur terjadi. Jangan ingat kan aku dengan hal itu lagi. Karena aku sudah nggak sanggup mengingatnya. Terlalu sakit kenangan itu untuk aku Mas," ucap Mila dengan mata berkaca-kaca.


"Kita lupakan saja masa lalu kita Mas. Dan tatap masa depan kita. Aku harap kamu jangan egois lagi Mas. Biarkan Aluna memilih untuk tinggal dengan siapa. Berikan dia kebebasan Mas, jangan terlalu mengekangnya."


Adnan hanya bisa manggut-manggut mendengar ucapan Mila.


"Tapi kamu udah maafin aku kan?" tanya Adnan.


"Udah Mas. Aku udah maafin kamu, jauh sebelum kamu minta maaf ke aku."


Di sela-sela Mila dan Adnan ngobrol, tiba-tiba saja ponsel Adnan berdering.


Adnan mengambil ponselnya yang ada di saku bajunya. Setelah itu dia mengangkat panggilan dari Monika.


"Halo..."


"Mas. Kamu ada di mana Mas?"


"Aku masih di kantor."


"Kamu mau langsung pulang, atau mau mampir ke rumah sakit dulu Mas?"


"Nggak tahu nanti. Kamu tunggu aja di rumah."


"Mas, kayaknya aku nggak bisa deh Mas, kalau harus bolak-balik ke rumah sakit. Kamu sama mama aja ya, yang gantian jagain Aluna."


"Iya. Nggak apa-apa kamu di rumah aja. Lagian di rumah sakit juga masih ada Mila yang mau jagain Aluna."


"Tapi, kamu jangan dekat-dekat sama Mila ya Mas. Karena aku nggak suka kamu dekat-dekat dengan mantan istri kamu."


"Iya. Aku tahu batasan kok. Aku nggak akan dekat-dekat Mila."


"Ya udah kalau gitu. Aku fikir, kamu sudah ada di rumah sakit."


"Belum. Aku masih di kantor."


"Ya udah deh kalau gitu. Lanjutin aja kerjanya. Maaf ya kalau aku udah ganggu. Assalamualaikum."


"Wa'alakiumsalam."

__ADS_1


__ADS_2