
Adnan menutup saluran telponnya. Adnan memang sengaja membohongi istrinya. Dia bilang kalau dia masih di kantor. Padahal sekarang dia sudah sampai di rumah sakit. Karena Adnan tahu, Monika itu pasti akan cemburu kalau dia tahu, Adnan saat ini sedang bersama Mila di rumah sakit.
Adnan menatap ke sampingnya duduk. Ternyata Mila sudah pergi meninggalkannya.
Adnan bangkit dari duduknya dan buru-buru masuk ke dalam ruangan Aluna.
Saat Adnan membuka pintu ruangan, Mila dan Aluna bersamaan menatap ke arahnya. Adnan tersenyum saat melihat Aluna. Dia kemudian mendekat ke arah Aluna.
"Aluna, bagaimana kondisi kamu sayang?" tanya Adnan pada Aluna.
"Aku udah baikan kok Pa," jawab Aluna.
"Syukurlah, kemarin Papa khawatir banget sama kamu Nak. Panas kamu tinggi banget dan nggak turun-turun."
Aluna menatap lekat wajah ke dua orang tuanya. Baru kali ini Aluna melihat kekompakan Adnan dan Mila. Aluna tampak sangat bahagia. Sebenarnya dia sangat mengharapkan ke dua orang tuanya itu rujuk.
Adnan terkejut saat melihat Aluna meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Begitu juga dengan Mila. Dia juga terkejut saat melihat Aluna meraih tangannya dan menggenggamnya erat.
"Mama, Papa, aku senang kalau kalian bisa bersama lagi seperti ini. Apakah kita nggak bisa tinggal bersama lagi. Aku kangen keluarga kita yang dulu Pa, Ma,"
"Aku pengin tidur satu kamar bareng mama dan papa, aku juga pengin jalan-jalan bareng kalian lagi. Apakah Mama dan Papa nggak bisa bersama lagi seperti dulu?" tanya Aluna dengan mata berkaca-kaca.
Adnan dan Mila terkejut saat mendengar ucapan Aluna. Mereka kemudian saling menatap. Mereka tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan pada Aluna, kalau mereka sudah tidak bisa rujuk.
"Sayang, kamu bicara apa sih? Mama dan Papa udah nggak bisa tinggal bersama lagi. Karena kami sudah bercerai sayang," ucap Mila
"Mama, Papa, kalau kalian sudah bercerai, kenapa kalian tidak nikah lagi aja. Seperti orang tuanya teman aku. Mereka bercerai tapi mereka nikah lagi. Makanya mereka bisa bersama lagi"
"Itu juga nggak bisa sayang. Karena Papa Adnan juga sudah punya Mama Monika. Dan sekarang kamu juga mau punya adik kan? nggak mungkin mama nikah dengan papa kamu lagi," jelas Mila lagi.
__ADS_1
Aluna diam. Dia tampak sedih saat mendengar penjelasan dari Mila. Setetes air mata Aluna terjatuh dari pelupuk matanya. Namun, Aluna buru-buru mengusapnya kasar.
Aluna memang anak yang polos. Dia fikir, orang tuanya bisa rujuk semudah itu. Sementara di sisi Adnan, masih ada Monika yang menjadi penghalang untuk mereka.
Mila diam. Dia tampak bingung, bagaimana caranya dia menjelaskan pada Aluna kalau Mama dan Papanya sudah tidak bisa kembali lagi seperti dulu.
Sekarang Adnan dan Mila sudah punya pasangan masing-masing. Adnan sudah menikahi Monika, dan Mila juga sudah jadian sama Zaki. Mustahil untuk mereka rujuk.
"Aluna, apa yang sedang kamu fikirkan Nak? Mama dan Papa nggak bisa bersama lagi seperti dulu. Tapi kami janji, kalau kami akan tetap menyayangi kamu. Kalau ada dede bayi lahir, nanti Papa juga akan tetap sayang sama Aluna," ucap Adnan mencoba meyakinkan Aluna kalau kasih sayangnya tidak akan pernah berkurang walau nanti Aluna sudah punya adik.
"Mama juga sayang sama Aluna. Kasih sayang Mama, masih tetap sama seperti dulu. Kamu jangan khawatir, kamu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dari Mama dan Papa Nak, walaupun kami tidak bisa kembali bersama," ucap Mila mencoba untuk menghibur putrinya yang murung.
Sebenarnya Mila sedih saat mendengar ucapan Aluna. Tapi untuk kembali dengan Adnan pun rasanya itu sangat mustahil. Karena sekarang Adnan sudah punya istri. Begitu juga dengan Mila, dia juga sudah jadian dengan Zaki.
Adnan menghela nafas dalam.
Seharusnya aku mendengarkan apa kata ibu dulu. Seharusnya dulu aku mendengar penjelasan Mila. Mila tidak salah apa-apa ternyata. Tapi aku yang sudah terlalu cemburu pada dia, sampai-sampai aku gelap mata dan langsung menceraikannya, batin Adnan penuh penyesalan.
Dia sudah membuka hati untuk lelaki lain yang lebih segala-galanya dari Adnan. Dan Mila tidak mau mengecewakan lelaki itu.
"Ya. Aku tahu, kalau kita sudah nggak bisa tinggal bareng lagi. Tapi apa Aluna boleh tinggal sama mama?" tanya Aluna menatap Adnan lekat.
Ini kesempatan Aluna untuk menjauh dari Monika. Dengan ikut tinggal bersama Mila, dia akan terbebas dari ibu tirinya.
Adnan sudah tidak bisa lagi melarang Aluna untuk ikut tinggal dengan Mila. Karena Adnan tidak tega harus memisahkan Aluna dengan Mila. Apalagi Adnan tahu, kalau Monika tidak pernah sayang dengan Aluna.
Walau Adnan tidak pernah melihat perlakuan kasar Monika pada anaknya, tapi dia sudah punya feeling kalau Monika itu tidak sayang pada anaknya.
"Ya, papa nggak akan melarang kamu untuk tinggal dengan mama kamu. Kamu bebas sekarang Nak. Kalau kamu mau tinggal sama Papa dan nenek Retno lagi, pintu rumah Papa, juga akan terbuka lebar untuk kamu," ucap Adnan.
__ADS_1
Aluna melebarkan senyumnya.
"Jadi aku boleh tinggal di rumah Om Zaki dan Oma Suci Pa?" tanya Aluna.
Adnan mengangguk. "Iya. Boleh Aluna."
Aluna tersenyum. Betapa bahagianya dia, karena Adnan sudah membolehkannya untuk ikut dengan ibu kandungnya.
****
Malam ini, Aluna sudah tampak terlelap di atas ranjang rumah sakit. Sementara Mila dan Adnan masih duduk di dekat Aluna berbaring.
"Mila, ada sesuatu yang mau aku tanyakan," ucap Adnan tiba-tiba.
Mila menatap Adnan. "Apa?"
"Kamu dan Pak Zaki punya hubungan khusus ya?" Adnan sudah mulai kepo dengan hubungan Zaki dan Mila.
"Kenapa kamu tanya seperti itu Mas? apakah hal itu penting untuk kamu?"
"Nggak juga sih. Tapi aku cuma penasaran aja. Apa mungkin lelaki kaya raya seperti Pak Zaki itu mau sama kamu Mil."
Mila tersenyum kecut. Mila tidak tahu, kenapa Adnan tiba-tiba saja menanyakan soal itu.
"Mau aku ada hubungan, mau nggak, itu kan bukan urusan kamu. Mau tahu banget sih urusan orang."
"Ya nggak apa-apa lah Mil. Orang mau tahu kan wajar aja. Biar kita lebih hati-hati saja dan lebih bisa menjaga jarak, karena kita sudah punya pasangan masing-masing. Aku nggak mau, membuat Pak Zaki cemburu, atau Monika cemburu melihat kedekatan kita seperti ini."
"Mas, kita dekat seperti ini, karena Aluna. Kamu nggak usah baper deh. Lagian, kalau kita nggak di rumah sakit, siapa yang mau duduk dekat-dekat kamu seperti ini," ucap Mila ketus.
__ADS_1
"Sekarang Aluna sudah tidur, kamu masih tetap mau nungguin dia di sini sama aku, atau kamu mau pulang?" tanya Adnan.
"Aku lagi nungguin Mas Zaki. Aku udah chat Mas Zaki, dan katanya dia mau ke sini jemput aku."