Istri Yang Kau Ceraikan

Istri Yang Kau Ceraikan
Pergi ke rumah sakit


__ADS_3

"Mas. Kamu ini kenapa sih? kamu kan sudah kenal lama sama aku. Dan itu memang sudah menjadi kebiasaan aku sebelum menikah dengan kamu. Seharusnya kamu itu ngerti dong Mas. Aku ikut perawatan juga untuk kamu kan. Supaya aku bisa tampil cantik dan kamu nggak akan ngelirik-ngelirik cewek lain di luar sana."


"Terserah kamu lah Mon. Aku capek berantem sama kamu terus." Adnan bangkit dari duduknya. Setelah itu dia pun pergi meninggalkan Monika.


Adnan tidak mau berdebat terlalu lama dengan istrinya. Dia lebih memilih pergi, dari pada harus berantem dengan istrinya. Karena jika berdebat dengan Monika, Adnan yang selalu kalah karena Monika tidak pernah mau disalahkan.


Adnan melangkah ke ruang tengah dan duduk di atas sofa. Adnan mengurut keningnya. Bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Jam segini Sulis pasti udah tidur. Aku mau minta dibuatin kopi. Kepalaku sakit banget begini. Kalau aku nyuruh Monika, mana mau dia malam-malam gini buatin aku kopi," gumam Adnan


Adnan melangkah ke dapur untuk melihat Sulis. Ternyata Sulis masih berada di dapur saat ini.


"Sulis. Kamu belum tidur?" tanya Adnan.


Sulis menoleh ke arah Adnan.


"Eh Pak Adnan. Belum Pak. Saya lagi buatin teh hangat untuk Bu Retno."


"Ibu saya kenapa?" tanya Adnan.


"Bu Retno sakit lagi Pak. Dari tadi sore, dia batuk-batuk terus," jawab Sulis.


"Duh. Kasihan sekali ibu. Ya udah, sana urusin ibu aku dulu. Setelah ini buatin aku kopi panas ya."


"Iya Pak."


"Aku tunggu di ruang tengah."


Adnan kembali ke ruang tengah dan duduk di sana untuk menunggu Sulis membuatkan kopi.


****


Waktu saat ini sudah menunjukkan jam lima pagi. Adnan masih lelap di atas sofa ruang tengah.


Setelah menikmati secangkir kopi buatan Sulis semalam, dia langsung berbaring tidur karena dia merasa sangat lelah.


Adnan merasa tidak dihargai sebagai seorang suami. Namun apa yang bisa Adnan lakukan saat ini, tidak mungkin dia menceraikan Monika karena Monika sekarang sedang hamil anaknya.


"Ya Allah...! Bu Retno...!" Seruan Sulis dari kamar Bu Retno terdengar.


"Pak Adnan...! Pak Adnan...! tolong Pak...!"


Adnan mengerjapkan matanya saat mendengar suara teriakan Sulis dari dalam kamar ibunya. Adnan bangkit dari duduknya dan buru-buru melangkah untuk melihat ibunya di kamar.


Adnan terkejut saat melihat Bu Retno sudah tergeletak di dalam kamar mandi dalam keadaan pingsan.


"Sulis, kenapa dengan ibu?" tanya Adnan.


Sulis menoleh ke arah Adnan.


"Pak Adnan, sepertinya Bu Retno jatuh dari kamar mandi. Dan sekarang dia pingsan."


"Ya Allah Bu." Adnan buru-buru menghampiri ibunya.

__ADS_1


"Sulis, aku akan bawa ibu ke rumah sakit, tolong bantu aku Sulis."


"Iya Pak."


Adnan kemudian mengangkat tubuh ibunya dan membawanya keluar rumah.


Sulis membantu Adnan untuk membukakan pintu mobil. Setelah itu Adnan pun memasukan Bu Retno ke dalam mobilnya.


"Sulis. Saya harus ke rumah sakit sekarang. Kamu nanti bilang sama Monika. Suruh dia bawa baju-baju ibu ke rumah sakit."


"Iya Pak."


Adnan masuk ke dalam mobil. Setelah itu dia pun meluncur pergi untuk membawa ibunya ke rumah sakit.


Sesampainya di depan rumah sakit, Adnan turun dari mobilnya. Setelah itu dia memanggil perawat.


"Sus, tolong ibu saya. Ibu saya barusan jatuh dari kamar mandi. Dan sekarang dia pingsan."


"Baik Pak."


Beberapa orang suster keluar untuk membawa Bu Retno masuk ke ruang UGD.


Di sisi lain, Monika keluar dari kamarnya. Dia melangkah turun ke bawah dan menatap sekeliling .


"Mas Adnan mana ya. Semalam dia nggak tidur di kamar, dia tidur di mana ya," ucap Monika.


Monika melangkah ke dapur untuk menemui Sulis.


"Sulis. Kamu lihat suamiku?" tanya Monika.


"Mau ngapain ke rumah sakit?"


"Tadi Bu Retno pingsan di kamar mandi. Dan Pak Adnan lagi membawanya ke rumah sakit."


"Apa! ibu pingsan di kamar mandi? kok bisa?"


"Saya juga nggak tahu Bu. Pas saya masuk ke kamar, ibu sudah tergeletak di lantai kamar mandi dalam keadaan pingsan. Sepertinya sih dia baru saja terjatuh, tapi nggak ada yang tahu."


"Duh, ada-ada aja si ibu. Mas Adnan tadi berangkat sendiri?" tanya Monika.


"Iya Bu."


"Kenapa Mas Adnan nggak pamit dulu sama aku sih. Harusnya kan dia bilang dulu sama aku, kalau mau bawa ibu ke rumah sakit," gerutu Monika.


"Mungkin, Pak Adnan lagi panik dan gugup Bu tadi. Oh iya Bu, kata Pak Adnan tadi, ibu disuruh nyusulin Pak Adnan ke rumah sakit."


"Untuk apa aku nyusulin dia ke rumah sakit?"


"Katanya ibu disuruh bawain baju ganti untuk Bu Retno.


"Iya deh, nanti siangan."


***

__ADS_1


Waktu saat ini sudah menunjukkan jam sepuluh pagi. Monika masih tampak mengepaki baju-baju Bu Retno ke dalam tas.


Ring ring ring....


Ponsel Monika tiba-tiba saja berdering. Monika mengambil ponselnya dan langsung mengangkat panggilan dari suaminya.


"Halo..."


"Halo Mon. Kamu lagi ngapain di rumah. Aku kan sudah suruh kamu ke sini. Kenapa kamu nggak datang-datang sih."


"Maaf Mas. Aku kan harus beres-beres dan bersihin kamar dulu. Aku juga harus mandi dan siap-siap. Oh iya. Gimana kondisi ibu? katanya ibu pingsan?"


"Ibu sudah sadar."


"Ya syukurlah kalau begitu."


"Kamu cepat ke sini Mon. Bawa baju ganti untuk ibu dan juga untuk aku. Karena mungkin ibu akan di rawat untuk beberapa hari di sini. Mau naik taksi, mau naik mobil sendiri. Terserah kamu."


"Iya. Tunggu sebentar lagi. Aku lagi nyiapin baju-baju ibu dulu nih."


"Ya udah, aku tunggu ya. Jangan lama-lama. Assalamualaikum.


"Wa'alakiumsalam."


Setelah menyiapkan baju ganti untuk ibu mertua dan untuk suaminya, Monika kemudian mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Setelah siap, Monika pun keluar dari rumahnya.


"Sulis, aku pergi dulu ya," pamit Monika pada Mbak Sulis sebelum pergi.


"Oh. Iya Bu. Mau naik apa Bu?" tanya Mbak Sulis.


"Mau naik taksi aja. Kalau pakai mobil, takut macet. Malas aku nyetir sendiri."


"Oh. Iya. Hati-hati di jalan ya."


"Iya."


Monika kemudian pergi meninggalkan rumah dengan membawa tas yang berisi baju-baju Adnan dan baju-baju ibu mertuanya.


Sesampainya di depan rumah sakit Monika turun dari taksi. Setelah itu dia pun melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Sesampainya di depan ruang rawat Bu Retno, Monika masuk ke dalam ruangan itu.


"Mas Adnan, bagaimana kondisi ibu Mas?" tanya Monika.


"Ibu lagi istirahat. Dia sempat sadar tadi. Tapi dia tidur lagi," jelas Adnan.


"Kenapa ibu bisa jadi begini sih Mas?"


"Aku juga nggak tahu. Tadi subuh-subuh, Sulis yang memergoki ibu pingsan di kamar mandi. Aku yang panik, langsung membawa ibu ke rumah sakit."


"Oh. Gitu. Terus apa kata dokter?" tanya Monika penasaran.


"Katanya ibu terkena serangan stroke ringan," jawab Adnan.


"Strok?" pekik Monika.

__ADS_1


"Iya."


"Penyakit paru-parunya aja belum sembuh. Sekarang malah kena stroke," ucap Monika, tampak tidak suka mendengar kabar itu.


__ADS_2