Istri Yang Kau Ceraikan

Istri Yang Kau Ceraikan
Kesiangan


__ADS_3

"Tapi Aluna sakit seharusnya kamu bilang sama aku dong Mas. Aku ini ibunya, aku juga berhak tahu keadaan Aluna."


"Sayang, sabar sayang. Jangan marah-marah di sini. Tahan emosi kamu. Ini rumah sakit Mil. Dan ini udah malam, kamu jangan buat keributan di sini. Kita di sini mau jengukin Aluna, bukan mau cari ribut dengan mantan suami kamu," ucap Zaki dengan berbisik, Zaki sejak tadi masih mencoba untuk menenangkan amarah Mila.


Adnan terkejut saat Zaki memanggil Mila dengan sebutan sayang.


Sayang? nggak salah Pak Zaki manggil Mila dengan sebutan sayang. Apa sebenarnya hubungan Pak Zaki dan Mila ini. Apa mereka udah jadian, batin Adnan.


Entah kenapa Adnan merasa tidak suka dengan kedekatan Zaki dan Mila.


Monika yang sejak tadi berada di sisi Adnan hanya bisa diam saat menyaksikan keributan di antara Adnan dan Mila.


Ngapain sih, si Mila harus ada acara ke sini segala. Bikin rusuh aja, batin Monika.


Monika tampak tidak suka dengan kedatangan Zaki dan Mila. Sejak tadi, Monika diam. Dia tidak mau menyapa atau pun beramah tamah pada Mila dan Zaki.


Beberapa saat kemudian, Bu Retno keluar dari ruangan Aluna. Dia terkejut saat melihat Mila dan Zaki sudah berada di depan ruangan.


"Lho, Mila. Kamu ada di sini? tahu dari mana kamu Aluna dirawat di sini?" tanya Bu Retno.


"Tadi aku ke rumah ibu. Dan kata pembantu ibu, Aluna di rawat di rumah sakit ini," jelas Mila.


"Oh... kenapa kamu berdiri saja di sini. Ayo masuk ke dalam. Aluna ada di dalam. Dia lagi istirahat."


"Iya Bu."


Setelah Bu Retno mengizinkan Mila masuk, Mila kemudian masuk ke dalam ruangan Aluna. Begitu juga dengan Zaki, dia juga ikut masuk ke dalam ruangan itu.


Sementara Monika dan Adnan hanya bisa diam. Mereka tidak mungkin mengusir Mila dan Zaki pergi dari tempat itu.


"Mas, kamu kenapa nggak usir aja si Mila dari sini. Seenaknya saja dia marah-marah sama kamu,"ucap Monika.


"Biarin aja lah. Biar dia ketemu Aluna. Lagian, dari kemarin juga Aluna selalu mengiggau memanggil-manggil nama Mila. Aku cuma kasihan aja sama Aluna."


"Ih. Kamu jadi cowok lembek banget sih Mas. Malas aku lihatnya," geram Monika.


Di dalam ruangan, Mila menatap Aluna lekat. Tidak terasa dia sampai meneteskan air matanya saat melihat Aluna terbaring lemah tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit.


"Ya Allah, anakku. Kenapa kamu bisa sampai sakit begini Nak," ucap Mila.


Dia menangis sembari mengusap-usap puncak kepala anaknya.


"Mama sedih Nak, melihat kamu seperti ini. Mama ingin kamu cepat sembuh Nak," ucap Mila di sela-sela tangisannya.


"Sabar ya Mil," ucap Bu Retno sembari mengusap-usap bahu Mila.


Mila menatap Bu Retno lekat.

__ADS_1


"Sebenarnya, Aluna sakit apa Bu?" tanya Mila.


"Ibu juga kurang tahu sakitnya. Tapi kata dokter, ada kemungkinan kalau sakit Aluna itu karena DBD. Karena panasnya nggak turun-turun juga dari kemarin."


"Mudah-mudahan, Aluna nggak apa-apa ya Bu."


"Iya. Kita doain yang terbaik aja untuk Aluna."


Setelah lama Mila berada di ruangan Aluna, Mila kemudian menatap Bu Retno lekat.


"Bu, katanya ibu lagi sakit. Kenapa ibu nggak pulang aja."


"Kalau ibu pulang, siapa yang akan jagain Aluna Mil. Monika sama Adnan, mana mau jagain Aluna di sini. Sebentar lagi, mereka juga pulang. Apalagi besok kan Adnan mau ke kantor."


"Biar aku aja Bu yang jagain Aluna di sini. Kalau ibu mau pulang, pulang aja. Walau bagaimanapun juga, aku ini ibunya. Jadi aku yang sudah berkewajiban untuk merawat Aluna."


"Tapi kamu yakin Mil? tapi bagaimana dengan Bu Suci. Dia juga pasti masih butuh kamu."


"Bu Retno tidak perlu khawatir. Kalau masalah Mama, mama sudah ada yang jagain kok. ART mama yang dulu, udah kembali kerja di rumah kami. Jadi Mila sudah bisa bebas kemana-mana sekarang," ucap Zaki pada Bu Retno.


"Mama kamu sudah membaik Nak Zaki?" tanya Bu Retno.


"Sudah. Alhamdulillah. Tinggal latihan jalan aja."


"Syukurlah kalau Mila mau menunggui Aluna di sini. Ibu bisa ikut pulang bareng Adnan dan Monika."


"Bu, saya mau pulang dulu Bu. Besok saya ke sini lagi," ucap Monika.


"Kamu mau pulang sama Adnan?" tanya Bu Retno.


"Iya. Mas Adnan juga harus pulang. Dia kan besok mau kerja. Kalau dia harus jagain Aluna juga di sini, kalau dia kesiangan gimana," lanjut Monika.


Adnan menatap ibunya lekat.


"Ibu nggak apa-apa kan aku tinggal sendiri di sini untuk jagain Aluna?" tanya Adnan.


"Ibu juga mau ikut pulang Adnan."


"Apa ! kok pulang. Kan ibu harus jagain Aluna di sini," ucap Monika.


"Udah ada Mila kok di sini. Dia katanya yang mau jagain Aluna."


Sebenarnya Adnan tidak suka jika Mila yang menjaga Aluna di rumah sakit. Tapi mau bagaimana lagi, Monika sudah minta pulang dan Adnan juga tidak mungkin memaksa ibunya untuk jagain Aluna. Karena kondisi Bu Retno juga sedang tidak baik.


"Ya udahlah, kalau ibu mau ikut pulang. Ayo kita pulang sekarang! biar Mila yang di sini jagain Aluna," ajak Adnan.


Sebelum pergi, Adnan menatap Mila lekat.

__ADS_1


"Aku pergi dulu Mil. Jagain Aluna baik-baik ya. Besok aku ke sini lagi," ucap Adnan.


Mila hanya mengangguk.


Setelah berpamitan pada Mila dan Zaki, ketiga orang itu kemudian pergi meninggalkan rumah sakit.


Setelah Adnan pergi, Mila menatap Zaki.


"Mas Zaki kalau mau pulang, pulang aja. Aku bisa sendiri jagain Aluna di sini."


"Kamu yakin nyuruh aku pulang? kamu emang nggak mau aku temani di sini?"


"Ya mau sih, kalau Mas Zakinya nggak keberatan temani aku di sini. Tapi kan Mas Zaki kalau nginap di sini, tidurnya nggak akan nyenyak Mas. Gimana nanti kalau besok terlambat datang ke kantor."


"Ya nggak apa-apa terlambat. Dari pada aku harus membiarkan kamu sendiri di sini. Aku nggak tega."


"Ya terserah kamu aja sih Mas. Tapi aku nggak maksa ya?"


"Iya sayang."


****


Waktu saat ini sudah menunjukkan jam enam pagi. Aluna mengerjapkan matanya dan menatap sekeliling. Dia terkejut saat melihat selang infus terpasang di sampingnya.


Waktu dibawa ke rumah sakit, Aluna memang dalam keadaan tidak sadar. Karena semalam demam Aluna sangat tinggi. Untunglah Aluna tidak sampai kejang-kejang.


Aluna menatap ke sisi yang lain. Dilihatnya Mila sedang tidur bersandar di bahu Zaki. Aluna tersenyum saat melihat Mila.


Ternyata Mama dan Om Zaki ada di sini, batin Aluna.


Aluna tampak tenang dan bahagia saat melihat Mila. Sejak tadi dia tidak berhenti tersenyum.


"Aku seneng deh, Mama dan Om Zaki ada di sini. Ternyata mereka masih peduli sama aku," gumam Aluna.


Mila tiba-tiba saja mengerjapkan matanya. Dia terkejut saat melihat jam tangan Zaki yang sudah menunjukkan ke angka enam.


Mila mengucek matanya dan membangunkan Zaki.


"Mas, mas Zaki. Sudah siang Mas," ucap Mila sembari menepuk-nepuk pipi Zaki.


Zaki mengerjapkan matanya. Dia kemudian menatap Mila sembari mengucek-ngucek matanya.


"Mila, udah jam berapa ini?" tanya Zaki.


"Jam enam Mas. Kita kesiangan."


"Duh, udah jam enam ternyata Mil."

__ADS_1


__ADS_2