Istriku Bukan Boneka

Istriku Bukan Boneka
Bab.45 Sidang Pertama Perceraian


__ADS_3

"Aku harus kuat dan tabah," bisik hati Jumini saat hanya berdua dengan Dahlan untuk membicarakan akhir dari perjalanan cinta mereka dalam biduk rumah tangganya.


"Dik Jumi terus terang walau Abang tak bisa lagi bersanding denganmu dalam rumah tangga, sebenarnya hati Abang masih cinta Dik Jumi .." tatap sendu Dahlan pada Jumini sepenuh hati. Namun segera menunduk tak sanggup lebih lama menatap wajah jelita pemicu retaknya hubungannya dengan sang istri.


Ada luka menganga dalam dirinya.


Ada kecewa yang dalam pada perempuan yang telah merusak jalinan suci rumah tangganya. Mau apa dikata, nasi telah jadi bubur, dan semua sudah sulit untuk kembali seperti semula.


Itulah yang membuat dirinya teramat amat kecewa pada Jumini.


Kecewa karena perempuan yang telah dinikahinya, dan dicintainya sepenuh jiwa, telah membuatnya harus menceraikannya. Telah membuatnya harus kehilangan kekasih.


"Jumi sungguh kejam perlakuanmu padaku!" Dahlan ingin meraung, memaki dan menyesalkan semua oerbuatan Jumini.


Jika Dahlan sangat geram harus kehilangan Jumini dalam hidupnya, harus sakit hati karena rumah tangganya harus retak


Tapi yang diderita Jumini tak kalah beratnya, karena perempuan itu harus menderita penyesalan dalam. Karena ulahnya membuat kehilangan orang yang dicintainya.


Sungguh cintanya pada Dahlan cinta suci dan begitu besar. Jika Dahlan mau memberi kesempatan ingin dia berjanji untuk mengubah kembali wajahnya pada Jumini yang asli, tapi sungguh dia tak berani lagi untuk menawar. Tapi jauh di lubuk hati yang paling dalam, ingin membuat semuanya menjadi seperti semula.


Rasanya tak sanggup jika harus berpisah dan kehilangan sosok lelaki yang teramat sangat dicintainya ini. Tapi semua sudah jadi hancur berkeping, sulit untuk disusun kembali.


"Dik Jumi .." lirih suara Dahlan.


"Ya," rasanya Jumini pun tak punya daya untuk lebih lama lagi duduk bersama begini."Jumi mohon maaf atas semua khilaf ini, Bang, dan Jumi janji untuk melakukan yang terbaik yang Jumi bisa untuk bukti bahwa Jumi mencintai Abang sepenuh hati," namun kata kata itu tenggelam di tenggorokannya. Yang terucapkan dari mulutnya adalah penyerahan dan ketakberdayaannya, "Jumi menyesali semuanya, Jumi sadar bahwa perbuatan Jumi telah menyakiti hati Bang Dahlan, bahkan menyakiti hati semuanya, ya Jumi hanya pasrah ..." dua titik air mata tergulir di kedua pipi mulusnya yang putih bening itu.


Itulah pertemuan akhir mereka yang diakhiri dengan jabat tangan, dan setelah itu mereka harus bertemu di Pengadilan Agama untuk sidang cerai.


*


Walau tak diumumkan, bahkan dirahadiakan, tetap saja sudang pertama perceraian antara Dahlan dan Jumini, banyak yang tahu.


Dari satu mulut ke mulut lainnya,bdan tersambung lagi, begitu seterusnya, sehingga cukup banyak yang tertarik untuk mengetahui mengapa dua sejoli yang saling mencintai itu harus bercerai.


Bukan hanya perceraian yang membuat banyak orang yang berdiri di luar gedung pengadilan itu, namun kejelitaan Jumini yang menjadi magnit utamanya.

__ADS_1


Kedatangan Jumini yang berwajah jelita sudah bocor.


Bukannya tidak dirahasiakan. Kedatangan Jumini ke rumahnya itu dari Bandara masker serta kacamata hitam. Memang sudah tersamarkan, tapi, rupanya sepandai pandainya tupai melompat akan jatuh pula ke tanah, begitu pepatah mengatakan.


Maka kejelitaan Jumini yang sempat terlihat seseorang, akhirnya menyebar ke banyak orang .


"Kok bisa ya si Jumini jadi secantik artis begitu," ujar tetangga jauh yang penasaran.


"Ya cantiknya luar biasa," sambung yang lainnya.


"Oh mungkin operasi plastik, ya," seru yang lain.


"Kali kan si Dahlan gajinya dollar jadi besar kalau dirupiahkan," ujar satunya lagi.


"Oh ya ya namanya juga di kota besar dan laki gaji besar, ya gampanglah cantik ..."


Dan rumor tentang kejelitaan Jumini mau tak mau menyebar dari mulut ke mulut. Membuat banyak orang untuk melihatnya secara langsung.


Makanya betapa membludaknya orang menunggu di luar sidang hari ini.


"Sudah cantik kok si Dahlan mau cerai, ya?" Sungut seorang pengunjung yang merasa heran bukankah kecantikan istrinya begitu membahana.


"Ya, nanti juga kita akan tahu kenapa mereka bercerai," ujar yang lainnya mengambil kesimpulan paling gampang.


Di dalam persidangan.


Hari ini adalah sidang pertama yang dilaksanakan secara tertutup, namun mereka penggugat dan tergugat didampingi orang tua masing masing.


Ada agenda hari pertama berisi gugatan cerai dari pihak penggugat yang tak lain Dahlan terhadap Jumini istrinya.


Dahlan dan Jumini duduk bersisian dalam jarak tiga meter.


Sedangkan kedua orang tua masing masing duduk di deretan kursi pengunjung paling depan.


Selanjutnya kursi pengunjung di belakang mereka kosong, karena memang sidang tertutup, krcuali beberapa panitera dan petugas pengadilan pada sidang perceraian itu sendiri.

__ADS_1


Haji Ali dan istrinya Hajjah Narimah duduk bersisian di jajaran kursi sebelah kanan. Raut muka suami istri itu antara sedih dan gusar. Sedangkan jajaran kursi bagian kiri duduk Zainal dan Narsia istrinya, dengan raut muka agak mendung.


Baik Dahlan mau pun Jumini duduk dengan raut muka tegang, walau sudah diusahakan setenang mungkin.


Bukti tuntutan pengajuan cerai Dahlan sudah terperinci di meja hakim.


"Jadi Saudara Dahlan Bin Haji Ali menuntut cerai terhadap Saudari Jumini Binti Zainal ..." Hakim yang membacakan tuntutan cerai dari pihak Dahlan memandang pada Jumini sesaat, lalu meneruskan lagi membacakan tuntutan cerai dari pihak Dahlan.


"Dikarenakan istrinya yaitu Saudari Jumini telah melakukan operasi wajah sehingga Saudara Dahlan merasa tak kenal lagi istrinya, tapi merasa tinggal dengan perempuan cantik jelita yang sangat asing bagi dirinya ..."


Hakim yang membacakan tuntutan dari Dahlan memandang pada Dahlan.


"Ya," Dahlan mengangguk.


"Baik dan benarkah berita acara serta yang menjadi tuntutan Saudara Dahlan ini, Saudari Jumini,?"


Jumini mengangguk saat majelis hakim bertanya pada dirinya.


"Ya, " angguknya.


"Baik," lanjut majelis hakim.


Lalu dibacakan pula berita yang datang dari pihak Jumini.


"Tadi sudah ditanyakan langsung pada pihak istri yaitu Saudari Jumini tentang kebenaran dari tuntutan Saudara Dahlan, dan Saudari Jumini mengiyakan." ujar majelis hakim yang akan membacakan berita dari pihak istri atau tergugat.


"Tergugat atau istri yang bernama Jumini Binti Zainal di sini mengakui bahwa beliau melakukan operasi plastik secara total merubah semua tektur wajahnya, kecuali sepasang mata yang masih asli, tak lain adalah untuk memberi kejutan pada suaminya. Ingin memberi kebahagiaan dan rasa bangga terhadap suaminya, yaitu Saudara Dahlan.


Dalam berita ini juga Saudari Jumini tidak ingin bercerai karena masih sangat mencintai sang suami yaitu Saudara Dahlan,"


Majelis hakim menjeda pembacaan berita dari pihak Jumini, memandang pada Dahlan dan Jumini di hadapannya.


"Namun begitu saya menyerahkan keputusan akhir di tangan suami saya, karena saya menyadari kesalahan dan kelancangan saya yang telah merubah pemberian Allah ...' lanjut majelis hakim, "Jika kelak saya diberi umur panjang serta rejeki dan kesempatan untuk merubah wajah saya kembali ke yang asli, InsyaAllah akan saya lakukan demi cinta saya pada suami, demi kebaikan saya sebagai umat yang taat pada agamanya," lanjut majelis hakim menutup pembacaan berita dari pihak tergugat


Spontan Dahlan terkejut.

__ADS_1


Bersambung


"


__ADS_2