
Mobil orang tua dan juga Kakak Salsa pun sudah pergi meninggalkan rumahnya yang telah tertata rapi. Dia sangat berterima kasih karena Anisa membawa banyak asisten rumah tangga yang membantu menyusun semua barang yang ada di dalam rumah sehingga mereka hanya tinggal menikmatinya saja.
Ada sedikit rasa tidak enak di dalam diri mereka karena dibantu seperti itu oleh sang kakak. Namun, karena bukan dalam bentuk uang, mereka mencoba untuk menerimanya.
Malam harinya, Salsa yang sudah selesai membuat kue pun mulai mengunjungi rumah-rumah para tetangga terdekatnya.
Yang pertama adalah rumah yang berada di samping kirinya. Karena yang di sebelah kanan seperti tidak dihuni lagi. Memang, perumahan di sana sepertinya masih jarang-jarang. Masih banyak lahan yang kosong yang ditumbuhi ilalang.
Rumah pertama pun didatanginya. Seorang wanita separuh baya dengan gaya bak sosialita pun keluar dan menanyakan apa tujuannya.
"Selamat malam, Bu, kenalkan, saya Salsa, tetangga baru yang menempati rumah di sebelah," ucap Salsa terserah yang memperkenalkan dirinya pada wanita separuh baya itu.
"Oh, penghuni kontrakan yang baru? Saya Anna," ujar wanita itu dengan gaya yang masih sok.
"Ini, Bu, ada kue buat Ibu, silakan dimakan, ya, Bu," ucap Salsa sambil menyerahkan sekotak kue bolu yang baru saja dibuatnya. Dia memang tak memberikan piring karena tak enak jika sang tetangga harus memulangkannya dengan makanan juga.
"Duh, pasti nggak higienis, bentar, ya, Sitiiii!" panggil Anna dengan suara yang agak keras. Sepertinya nama yang dipanggilnya adalah nama asisten rumah tangganya.
"Iya, Bu." Seorang wanita bersuara nyaring pun datang dengan tergopoh-gopoh menghampiri mereka.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Salsa saat melihat wanita yang baru saja dipanggil oleh Anna adalah Siti, temannya yang katanya menikah dengan manajer sehingga harus pindah ke luar daerah. Tak disangka ternyata Siti pindah ke daerah ini. Namun, kalau suaminya adalah seorang manajer, mengapa dia harus menjadi asisten rumah tangga?
"Siti?" ucap Salsa hingga membuat wanita yang diduga Siti terkejut.
Tanpa menjawab, dia pun segera pergi dari hadapan Salsa dan membawa bolu itu ke dalam rumahnya.
"Kamu kenal?" tanya Anna.
"Kenal, Bu. Dia itu teman lama saya di kota sebelumnya. Maaf, Bu, apa dia bekerja di rumah ibu?"
"Iya, sudah dua tahun dia kerja sebagai asisten rumah tangga di sini."
"Iya. Kenapa? Nggak usah kaget gitu deh! Kalau kamu mau bekerja juga di sini, ya nggak papa, kebetulan saya lagi butuh tenaga tambahan."
"Eh, enggak, Bu. Makasih, kalau gitu saya pergi dulu, ya, Bu. Permisi." Salsa pun segera pergi meninggalkan rumah Anna dan beralih ke rumah di depannya, yaitu rumah bertingkat yang sangat indah.
"Permisi," ucap Salsa sambil membunyikan bel rumah itu.
Seorang wanita separuh baya dengan gaya yang tak kalah dari Anna pun keluar.
__ADS_1
"Ya, cari siapa?"
"Kenalin, Mbak, saya Salsa, saya penghuni baru rumah kontrakan yang itu." Menunjuk ke belakang tepat di rumahnya.
"Oh, saya Helena," jawabnya cuek sambil menerima kotak berisi kue dari Salsa.
Dan bertepatan dengan itu, sebuah mobil pun datang dan membuat Salsa meminggirkan tubuhnya. Dia melihat wanita muda yang bernama Helena itu membukakan gerbang untuk mobil yang diduga adalah mobil suaminya.
Salsa pun langsung permisi pada Helena untuk pulang ke rumah. Namun, baru saja dia sampai di teras rumahnya, betapa terkejutnya dia ketika melihat pria yang keluar dari mobil adalah sosok pria yang dikenalnya.
Pria itu adalah salah satu pria yang dia tolak lamarannya, yaitu Gilang, si pengusaha restoran. Cepat-cepat Salsa masuk ke dalam rumah. Semoga saja Gilang tak mengingat saat-saat dimana Salsa menolaknya.
Dia sangat ingat perkataan pria itu ketika dia menolak lamarannya.
"Dasar wanita nggak tau diuntung. Udah bagus saya mau melamar kamu, bahkan dengan mahar yang tinggi. Ingat, ya, saya nggak akan pernah melupakan penolakan ini. Ini sebuah penghinaan yang akan terus saya ingat!"
Itulah kata-kata yang terakhir diucapkan Gilang pada Salsa sebelum dia pergi. Salsa hanya berharap hilang tak kan membesar-besarkan masalah waktu itu.
Entah ini takdir atau kebetulan, hari ini dia ada mendapat banyak kejutan dari para tetangga barunya.
__ADS_1