Jangan Hina Aku

Jangan Hina Aku
Jangan berubah


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu, Salsa terlihat gelisah. Dia masih saja memikirkannya. Bukan hanya tentang Siti, tapi tentang orang-orang yang selama ini berada di sekitarnya. Mengapa banyak sekali orang yang seakan membencinya tanpa sebab?


"Heh, kok ngelamun?" Reza datang dan membuyarkan lamunan Salsa. Mereka baru saja pulang dari rumah orang tua Salsa dengan membawa kabar yang lebih buruk.


Setelah mendapatkan pinjaman uang, Bu Rina dan Ismi pun pergi ke tempat perantauan suaminya dan mendapatkan kabar bahwa sang suami ternyata sudah menikah lagi di sana. Dan uang yang selama ini tak diberikan kepada Ismi ternyata bukan untuk ditabung, melainkan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dirinya bersama istrinya.


Jelas saja hal itu membuat Bu Rina dan juga Ismi shock. Apalagi, suami Ismi malah menjatuhkan talak padanya ketika disuruh untuk memilih antara Ismi atau istri barunya.

__ADS_1


Kasihan sekali hidup keluarga itu. Bu Rina yang seorang janda karena ditinggal mati suaminya beberapa tahun yang lalu, kini harus menerima kenyataan bahwa kedua anaknya juga harus ditinggal oleh suaminya meski bukan dengan cara yang sama. Tapi, cara itu tentu saja menyakitkan. Kedua menantu Bu Rina ternyata berselingkuh.


Sekarang, Siti dan Ismi harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Siti bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pak lurah. Dan Ismi harus rela merantau menjadi TKW karena anaknya membutuhkan biaya. Sedangkan Bu Rina hanya membuka usaha kecil-kecilan yang modalnya dibantu beberapa tetangga termasuk Dewi.


"Aku cuma mikirin orang-orang yang ada di sekitar kita. Mengapa mereka mudah sekali melakukan kesalahan tanpa berpikir panjang? Contohnya Agus. Atau Gilang dan suami Mbak Ismi. Aku takut, Mas. aku takut kalau kamu juga berlaku demikian padaku." Salsa menatap Reza dengan tatapan berkaca-kaca.


"Mas, aku beruntung banget mendapatkan suami sederhana seperti kamu. Aku...nggak menyangka kalau hidupku jauh lebih bahagia saat ini meskipun hidup kita sangat sederhana. Jangan pernah ubah suasana ini, ya. Meskipun suatu saat nanti kamu sukses, jangan pernah mengubah cara hidup kita."

__ADS_1


"Oh, jadi kalau suatu hari aku udah kerja di perusahaan mana gitu, aku harus resign, ya? Terus balik jadi tukang ojek."


Salsa terkekeh mendengar ucapan Reza. "Ya nggak gitu juga, Sayang. Kalau kamu ada pekerjaan yang lebih baik, pasti aku akan mendukungmu. Hanya saja, jangan pernah menjadi orang yang lebih sukses lagi. Aku nggak mau kamu jadi incaran wanita-wanita lain. Aku juga nggak mau kamu lupa diri. Orang seperti Mas Adit itu sangat sulit dicari. Dan nggak mungkin kamu bisa seperti dia yang mencintai Kak Anisa meskipun dia berada di puncak kejayaan."


Ucapan Salsa langsung membuat Reza terkejut. Dia tak menyangka Salsa akan membandingkan dirinya dengan Abang iparnya. Mengapa dia harus dibandingkan dan seakan tidak bisa menjadi pria hebat seperti Adit? Apakah dia tidak bisa setia seperti pria itu? Reza tak bisa menerima ini.


"Kamu sepele sama aku? Jangan cemas, Sayang. Sekaya apapun aku, aku akan tetap mencintaimu. Memangnya untuk apa aku rela menyamar jadi tukang ojek selama bertahun-tahun kalau bukan karena untuk mendekati kamu?"

__ADS_1


__ADS_2