
Siti beserta ibu dan kakaknya pun telah tiba di rumah. Mereka menjadi pusat perhatian karena Siti tak henti-hentinya menangis sambil memanggil nama suaminya.
"Mas Agus! Siti cinta sama Mas Agus! Jangan tinggalin Siti!!!" Begitulah jeritan yang terdengar dari mulut Siti. Wanita itu jelas membuat ibu serta kakaknya semakin dirundung rasa malu.
"Bu, Siti kenapa?" Bu Mega terlihat menghampiri mereka yang kesulitan berjalan ke rumah karena Siti terus memberontak seperti anak kecil.
"Nggak papa, Bu. Cuma masalah kecil."
"Mas Aguuuus! Jemput Siti, Mas! Siti nggak bisa hidup tanpa Mas Agus! Mas Agus segalanya buat Siti!"
"Udah dong, Siti, memang anak nggak tau diuntung kamu, ya!" Bu Rina yang semakin malu pun membentak Siti yang tak hentinya menangis.
Namun, tiba-tiba saja Siti berhenti menangis dan menatap tajam pada arah di depannya. Ya, di depannya memanglah rumah Salsa. Terlihat Salsa dan keluarganya sedang duduk di teras rumah sambil mengobrol.
__ADS_1
Siti yang dilanda emosi pun langsung berjalan cepat mendatangi Salsa dengan tatapan berapi-api. Sorot matanya menunjukkan kebencian yang teramat dalam pada wanita berhijab itu.
"Sini kamu dasar wanita nggak tau diri! Pasti kamu yang udah ngadu ke Ibu aku, kan?" Siti berusaha menyerang Salsa. Namun, dengan cepat Reza langsung menahannya.
"Lepasin! Biar aku merobek mulut istri kamu yang udah ngadu ke ibu aku. Sekarang mereka jadi tau kalau selama ini aku berbohong. Kamu kan yang bilang kalau aku kerja sebagai ART dan suamiku nggak kerja! Dasar mulut sampah kamu!"
Ucapan Siti pun akhirnya menjawab rasa penasaran warga akan keributan yang terjadi. Semua menggelengkan kepalanya dan menatap tak percaya pada Siti. Bisa-bisanya dia membohongi semua orang bahwa suaminya adalah manager. Padahal hanyalah seorang pengangguran.
"Oh, jadi selama ini kamu bohong, Ti? Kok bisa ya? Bodoh banget kamu karena mau sama laki-laki pengangguran kayak Agus. Udah gitu malah ngaku manager pula."
"Siti, udah, Ti. Salsa nggak ada ngomong apa-apa sama Ibu. Yang ada dia berusaha nutupin. Dia malah bilang sama ibu kalau dia nggak pernah ketemu sama kamu."
"Halah, bohong! Palingan juga dia yang ngadu sama orang-orang!"
__ADS_1
"Kamu jangan sembarangan nuduh, Ti. Istriku nggak pernah mencampuri urusan kamu. Salah kamu sendiri karena terlalu bucin sama suami kamu yang tukang selingkuh itu!" Reza juga menegur Siti. Tak seharusnya dia menyalahkan Salsa atas apa yang menimpa dirinya.
"Bu, Siti bawa aja ke dukun. Ini pasti dia kena pelet sama si Agus makanya kayak gini," ujar Bu Mega.
"Kok Ibu bisa bilang kayak gitu sih? Masa anak saya kena pelet?"
"Kondisi orang yang kena pelet memang kayak gini. Nggak bisa jauh dari pasangannya."
"Kok tau, Bu? Ada pengalaman, ya?"
Ucapan Dewi pun langsung membuat Bu Mega terkejut. Dia pun berpura-pura ada urusan mendadak sehingga harus segera pergi.
"Bu, kayaknya Siti bukan kena pelet. Memang dianya aja yang bucin parah. Mending bawa pulang aja, Bu. Jangan sampai istri saya terluka gara-gara dia," ucap Reza dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Bu Rina pun segera membawa anaknya pulang ke rumah sebelum dia melakukan hal yang lebih gila lagi. Siti, Siti, cinta sudah membuatmu buta.