
Salsa dan Reza sudah bersiap-siap. Mereka akan pergi ke rumah orang tua Salsa dengan menggunakan taksi online karena Reza khawatir Salsa akan kelelahan jika mereka pergi dengan sepeda motornya.
Rumah Gilang dan Helena sudah tampak kosong karena di malam penggerebekan itu, mereka langsung mengangkut semua barang mereka ke kota lain. Sedangkan rumah itu pun dijual oleh seseorang yang kaya raya.
"Ayok, Sayang, taksinya sebentar lagi datang. Kita tunggu di depan gang aja, ya," ajak Reza. Rencananya mereka akan menginap selama dua hari. Salsa tak membawa pakaian ganti karena di rumahnya masih ada stok pakaian namanya. Sedangkan Reza harus membawa baju ganti karena dia tidak meninggalkan pakaian lamanya di rumah mertuanya.
Mereka pun berjalan bergandengan menuju ke depan gang. Namun, saat sedang dalam perjalanan ke sana, tanpa sengaja mereka melihat Siti yang sedang menemui sang suami. Karena tak ingin berpapasan dengannya, Salsa pun meminta Reza untuk bersembunyi bersama-sama di balik tembok rumah orang.
Namun, mereka masih jelas mendengar percakapan antara Siti dan suaminya, Agus.
"Sayang, mana uangnya? Mas mau beli baju dan sepatu."
__ADS_1
"Mas, bukannya kemarin udah aku kasih. Masa habis?"
"Ya, mau gimana lagi. Kemarin Mas beli makanan di cafe yang lagi viral. Soalnya makanan di warteg kurang enak."
"Mas gimana, sih? Aku aja setiap hari makan seadanya di rumah Bu Anna. Kenapa aku nggak dibolehin tinggal sama Mas aja sih? Malah disuruh tinggal di rumah Bu Anna. Kalau aku tinggal sama kamu kan aku bisa masakin kamu tiap hari, Mas."
"Jangan, dong, Sayang. Kalau kamu tinggal sama aku, nanti gaji kamu bakalan berkurang. Kan lumayan lho buat aku jajan di mall."
"Ya udah, Mas, ini uangnya."
"Makasih, ya, Sayang."
__ADS_1
"Hemat, ya, Mas. Ini uang tabungan aku. Beli baju sama sepatunya jangan terlalu mahal."
"Iya, Sayang, iya. Kalo aku makin ganteng kan kamu juga yang seneng. Nggak kayak suami temen kamu itu."
"Ih, dia bukan temen aku, Mas. Aku dulu temenan sama dia karena mau manfaatin duitnya aja."
"Kamu kok gitu sih, Sayang. Segitu nggak sukanya sama dia."
"Ya soalnya dia itu sok cakep dan sok alim. Padahal suka godain suami orang. Kamu tau kan kasus kemarin. Itu pasti karena dia yang menggoda Pak Gilang duluan, makanya Pak Gilang sampai khilaf. Kamu jangan sampai tergoda, ya, Mas. Kayaknya dia itu suka godain orang ganteng. Pasti dia iri sama aku karena punya suami ganteng kayak kamu."
Salsa yang mendengar ucapan Siti langsung mengepal erat tangannya. Ingin sekali mendatanginya dan menegurnya. Namun, hal itu diurungkannya karena tidak ada gunanya menjelaskan pada orang yang membencinya. Karena, sebaik apapun dirinya, dia akan terlihat buruk di mata Siti. Jadi, biar sajalah, Salsa tidak mau ambil pusing.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Mana mungkin aku tergoda sama dia. Cantikan juga jamu." Agus mengusap pipi Siti sambil tersenyum. Membuat Siti tersipu malu karena dipuji seperti itu. Dia merasa dirinya lebih cantik dari Salsa. Padahal itu hanyalah kebohongan karena pada kenyataannya, Salsa jauh lebih cantik dari dirinya.
"Besok kamu kan libur. Aku jemput, ya. Rumah berantakan banget. Kan kamu tahu sendiri aku nggak bisa ngerjain pekerjaan perempuan. Maaf, ya, Sayang. Setiap hari libur kamu selalu meluangkan waktu untuk membersihkan rumah."