Jangan Hina Aku

Jangan Hina Aku
Digrebek


__ADS_3

"Berteriaklah, Salsa. Aku malah semakin bersemangat ketika melihatmu seperti ini. Kamu semakin menggairahkan ku saja." Gilang pun berlari ke arah Salsa dan berhasil mencengkram tubuhnya. Dia pun memaksa Salsa dan menggendongnya ke dalam kamar, lalu melemparkannya ke atas ranjang. Dia lantas membuka bajunya dengan seringai buasnya.


Salsa yang merasa terpojok hanya bisa menangis sambil meringkuk di surut ranjang yang mentok ke dinding.


Kini dia bisa merasakan sebuah pergerakan di atas ranjang yang artinya Gilang sedang merangkak ke arahnya.


Namun, sebelum Gilang sempat menyentuh tangannya, tiba-tiba saja pintu depan didobrak paksa.


Tadinya Salsa tersenyum senang karena mengira bahwa yang datang adalah Reza. Namun, senyumannya pun sirna karena ternyata yang datang adalah beberapa orang pria yang sepertinya


"Hei, ngapain kalian!" tanya salah satu diantaranya.


"Pak, tolong saya, Pak!" Salsa berteriak meminta tolong. Namun, dengan gamblangnya Gilang malah mendatangi mereka sambil mengangkat tangannya.


"Maaf, Pak, kami khilaf, kami memang saling mencintai."

__ADS_1


Salsa tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bersamaan dengan itu, listrik pun menyala hingga terlihat jelas siapa orang-orang yang menyergap mereka. Merekalah orang-orang yang pagi tadi melihat Salsa seperti ingin menerkam saja.


"Pak, dia bohong! Dia ingin memperkosa saya!" ucap Salsa dengan penuh emosi.


"Halah, udah ketangkep basah malah bilang mau diperkosa! Bilang aja kalau kalian ini pasangan selingkuh!"


"Enggak, Pak, kami nggak selingkuh. Tadi dia sendiri yang datang dan mau memperkosa saya!" Salsa semakin balik dengan keadaan yang semakin menyudutkannya. Mengapa mereka seperti orang-orang yang telah merencanakan ini semua? Ya, pasti Gilanglah yang telah membayar mereka.


"Udah, banyak alasan kamu! Sekarang kalian itu harus ikut ke balai pertemuan! Ayo, bawa mereka! Dan saya akan memanggil Pak lurah beserta jajarannya!"


Helena bahkan harus kembali lagi setelah mendengar suaminya terpergok selingkuh dengan Salsa. Begitu juga dengan Reza yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah setelah dijemput oleh temannya.


"Memang dasar kamu wanita nggak tahu malu! Wanita murahan!" Helena datang dan menampar Salsa. Dia begitu murka melihat wanita yang rupanya telah menggoda suaminya.


"Mbak, tenang dulu, Mbak." Beberapa orang pria mencoba untuk melerai mereka.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan! Pel*c*r! Kalau nggak tahan hidup susah itu kerja, bukan malah godain laki orang!"


Salsa yang mendengar cacian dan makian itu pun hanya bisa menangis.


"Dih, malu-maluin banget, sih, Sa! Ternyata dari dulu nggak pernah berubah!" Suara yang tak asing bagi Salsa pun terdengar. Dia lantas menoleh dan melihat ada Siti yang sedang menatapnya sinis.


Salsa tak menyangka jika Siti tega mengatakan hal seperti itu padanya.


"Kamu kenal, Ti?" tanya Bu Anna yang juga menyaksikan persidangan yang hanya tinggal menunggu Reza saja.


"Kenal, Bu. Dia kan teman lama saya di kota sebelah. Dia ini dulunya pergaulannya bebas banget, Bu. Videonya aja pernah viral. Ini, Bu." Siti pun menunjukkan ponselnya yang memuat aksi Salsa yang berjoget dengan sejumlah pria dengan baju seksinya.


"Duh, nggak nyangka, ya. Ternyata luarnya aja alim. Hatinya liar," ucap Bu Anna sambil menatap sinis pada Salsa.


"Iya, Bu. Dulu aja dia pernah merebut pacar kakaknya. Terus dia nikah deh sama tuh cowok. Eh, ujung-ujungnya malah dijadiin pembantu dan disiksa. Ini, saya juga masih menyimpan beritanya." Siti menunjukkan ponselnya yang memuat artikel tentang Salsa.

__ADS_1


__ADS_2