Jangan Hina Aku

Jangan Hina Aku
Pagi yang baru


__ADS_3

Pagi menjelang.


Setelah selesai salat subuh berjamaah, Salsa pun langsung menyiapkan sarapan untuk mereka. Untung saja saat pindahan sang ibu juga membawa banyak stok bahan mentah yang disimpan di kulkas. Jadi dirinya tak perlu repot-repot untuk berbelanja ke pasar.


Selesai menyiapkan sarapan, dia pun langsung mencuci pakaian. Tak ada mesin cuci, jadi dia harus menggunakan tangan untuk mencucinya. Sedangkan Reza yang melihat istrinya bekerja sendirian pun turun tangan. Dia juga ikut membantu dengan mencuci perkakas bekas Salsa memasak.


"Nggak usah, Mas, kamu langsung sarapan aja," ujarnya menegur sang suami.


"Ya nggak papalah, Mas kan mau bantuin kamu. Kasian dong kalau kamu ngerjain semua sendirian. Lagian kan tugas masak dan nyuci itu sebenarnya tugas suami. Tapi kamu yang ambil alih."

__ADS_1


Salsa tersenyum melihat Reza yang berpikiran dewasa dan tau banyak hal, terutama agama. Tak sia-sia dia menaruh perasaan pada pria itu. Meski tak punya apa-apa, namun Reza menunjukkan kelebihannya di bidang yang lain. Contohnya adalah ketaatannya pada agama dan kasih sayangnya pada sang istri. Untuk pertama kalinya, Salsa merasa beruntung menikah dengan pria yang sangat baik seperti Reza.


"Makasih, ya, Mas." Salsa menyahut sambil tersenyum.


Setelah selesai melakukan pekerjaan itu, Salsa dan Reza pun sarapan bersama. Mereka menikmati sarapan pagi pertama mereka dengan penuh suka cita.


Tepat pukul tujuh, Reza pun pergi ke pangkalan untuk bekerja. Sedangkan Salsa kembali melakukan tugasnya di rumah itu. Menyapu, mengepel, menjemur pakaian, hingga menyapu halaman.


Ponsel yang sedang dikantonginya pun diambil. Dia duduk di bawah pohon dan melihat sosial media milik Siti. Namun, pencarian untuk Siti hanya menampilkan akun tanpa postingan, pengikut, dan juga bio. Ah, rupanya Salsa telah diblokir.

__ADS_1


Namun, Salsa tak kehabisan akal. Dia pun beralih ke akun satu lagi. Akun itu merupakan akun keduanya untuk berjaga-jaga jika akun utama rusak atau diretas.


Dan ketika dia mencari nama Siti, ternyata akun itu masih aktif. Benar dugaan bahwa Siti memblokir akun utamanya.


Dia melihat beragam postingan Siti dan mencocokkan latarnya dengan rumah Bu Anna. Jelas sekali bahwa Siti memang menggunakan rumah ini sebagai tempatnya berfoto. Dan gayanya? Gayanya sangat berbeda dengan gaya saat mereka bertemu tadi malam. Di foto gayanya Hedon. Namun di dunia nyata malah sebaliknya. Dan Salsa juga ingat dengan ucapan ibunya Siti yang mengatakan bahwa Siti punya rumah yang besar sewaktu mereka berkunjung. Namun, Siti tak mengizinkan mereka menginap dengan berbagai alasan. Bahkan tak pernah sekalipun mereka bertemu dengan suami Siti karena alasan sedang bekerja atau kebetulan sedang pergi.


Ada apa dengannya? Apakah ada yang Siti sembunyikan?


Di tengah lamunan, tiba-tiba saja Salsa dikejutkan dengan seseorang yang saat ini tengah menatapnya dari ambang pintu gerbang rumahnya. Dia adalah Gilang yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam. Tangannya yang satu sedang memegang pintu mobil yang terbuka, pertanda bahwa pria itu hendak masuk ke mobil, namun tertunda ketika melihat Salsa.

__ADS_1


Salsa langsung berdiri dengan ekspresi wajah terkejutnya. Dia tak lupa jika tetangga depannya adalah Gilang. Kini, Gilang akhirnya tahu jika Salsa adalah tetangga barunya.


Terlihat jelas senyuman licik yang terpancar dari wajah Gilang. Entah apa yang dia rencanakan, namun dia langsung masuk ke mobil tanpa mengalihkan pandangannya dari Salsa.


__ADS_2