
"Aduh, Sayang, kalau kamu peluk kayak gini aku jadinya pengen balik ke rumah dan menunda dua jam buat makan kamu," goda Reza sambil mengedipkan sebelah matanya pada sang istri.
"Ih, apaan sih. Ayok ah, nanti sabar taksinya nunggu lama, kasian." Salsa yang tersipu malu langsung menarik tangan Reza dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke gang depan.
Di sana, sopir taksi langsung membukakan pintu untuk mereka. Membuat Salsa heran karena cara membuka pintu sopir taksi itu seperti seorang bawahan pada atasannya. Berkali-kali menunduk hormat sambil tersenyum. Belum lagi mobil yang dipakai lain daripada yang lain. Mobil taksi itu memiliki harga berkisar lima ratus juta.
"Mas, ini beneran mobil taksi? Perusahaan mana yang ngasih mobil taksi semewah ini?" bisik Salsa saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Mungkin aja mobilnya rusak jadi minjem mobil lain," bisik Reza yang langsung mendapatkan anggukan dari Salsa..
Mobil pun segera berjalan melintasi kota besar itu. Salsa merasa sangat nyaman dengan mobil mewah itu.
Namun, saat mereka melewati toko baju milik Riska, mantan teman Salsa, betapa kagetnya Salsa ketika melihat toko itu sudah tutup. Bahkan di depannya tertulis 'Toko ini disewakan'.
__ADS_1
"Eh, Mas, itu tokonya Riska, kan? Kok disewakan? Emangnya dia kemana?" tanyanya terkejut.
"Nggak tau, Sayang. Mungkin dia pindah, kali. Toko disewakan itu kemungkinan selama ini dia nyewa toko itu. Tapi karena pindah, dia meninggalkan toko itu yang punya bangunan menyewakan tokonya deh."
"Masa sih? Kalaupun pindah, ngapain juga dia ninggalin toko yang udah terkenal?"
"Ya mungkin aja dia mau membuka usaha di tempat lain dengan nama tokonya."
"Eh, iya juga, ya."
Dia pun beralih ke ponsel dan iseng mengetik nama Riska Ayudia. Dan betapa terkejutnya dia melihat status Riska yang galau.
[Buat kamu, pengusaha yang sudah mengambil alih supplier toko bajuku, aku sumpahi hidup kamu menderita!]
__ADS_1
Beragam komentar pun bermunculan di status itu.
[Kenapa, Ris, kok tokomu tutup?]
[Kenapa, Ris. Ceritain kronologinya dong.]
[Siapa sih pengusaha yang tega sama kamu. Sabar, ya Ris.]
Berbagai pertanyaan pun bermunculan dengan tujuan yang sama, yaitu menanyakan penyebab bangkrutnya toko baju milik Riska.
[Buat semuanya, makasih dukungannya. Beberapa waktu lalu, supplier tempat aku biasa mendapatkan baju di toko membatalkan kerja sama karena ada pengusaha yang kerja sama dengan mereka. Katanya pengusaha itu membayar lebih dari aku, bahkan sampai dua kali lipat. Akibatnya aku harus ngambil pakaian dari supplier lain dan ternyata semua pakaiannya bahan dan jahitannya jelek sehingga semua pelangganku kabur. Aku terpaksa menutup toko karena pemasukan nggak cukup buat nutupin biaya operasional. Aku juga terpaksa banting harga supaya bisa bayar gaji karyawan. Sekarang aku cuma di rumah, ngarepin gaji dari suami. Untung dokter terkenal, jadi aku nggak akan kekurangan.]
Salsa sedikit terkejut dengan isi curhatan Riska. Ternyata usahanya bangkrut karena ada pesaing yang telah merebut suppliernya. Ada sedikit rasa iba di hatinya. Namun dia masih ingat bagaimana Riska menghinanya saat dia berkunjung ke toko bajunya.
__ADS_1
Dia memilih untuk mematikan ponselnya dan tidur. Kenyamanan mobil itu membuatnya merasa nyaman hingga memutuskan untuk menjadikannya sandaran untuk tidur.
Reza hanya memandangi wajah Salsa yang tengah tertidur pulas. Sangat cantik dan membuatnya ingin menciumnya. Namun, dia harus menahannya karena ada sopir taksi. Mungkin dia akan melanjutkannya nanti malam, ketika mereka sudah berada di dalam kamar.