Jangan Hina Aku

Jangan Hina Aku
Tidak bersalah


__ADS_3

"Kamu bisa dapat bukti itu darimana? Jangan-jangan kamu sabotase, ya?" Siti yang seakan tak terima tontonan seru ini berakhir pun lantas menuduh Reza melakukan sabotase pada percakapan itu.


"Oh, hai, Siti. Perlu kamu ketahui, bahwa aku mendapatkan semua ini karena aku menyimpan kamera tersembunyi dan penyadap di dalam rumahku. Bukan karena aku nggak percaya sama istriku. Tapi karena aku ingin menjaganya. Aku tahu kok Gilang ini dari dulu tergila-gila sama istriku. Makanya aku sengaja memasang semua itu agar bisa melihat gerak-gerik yang ada di sekitaran rumah. Dan ini bukti Gilang menyuap bapak-bapak kurang kerjaan yang menyergap rumah gelap saat hujan deras dan mati listrik."


Reza melemparkan banyak foto yang telah dicetaknya. Tadi siang, saat melewati gang kecil menuju ke pangkalan ojek, Reza melihat Gilang sedang melakukan transaksi pada beberapa orang itu. Dia mengira itu hanya transaksi biasa, namun kecurigaannya membuatnya memotret kejadian itu. Hingga berita ini disampaikan oleh temannya, akhirnya dia paham kalau semua ini adalah rekayasa.


"Dasar bapak-bapak nggak tau malu! Makanya kerja, Pak, jangan ngarepin bini jadi TKW! Punya otak nggak sih!" cibir Bu Anna. Kini dia berbalik menyerang bapak-bapak yang tidak memiliki pekerjaan dan hanya mengandalkan uang kiriman dari sang istri yang bekerja di luar negeri. Nyatanya mereka tidak menggunakan uang untuk hal yang bermanfaat. Malah menggunakannya untuk selingkuh dan berfoya-foya.


Semua bapak-bapak itu hanya menunduk dan meminta maaf pada Salsa dan semua orang yang ada di sana. Mereka memang melakukan semua ini karena disuruh oleh Gilang. Bahkan salah satu diantara mereka juga disuruh mencakup ban sepeda motor Reza agar dia pulang lebih lama.


Semua orang pun menyoraki Gilang yang menunduk malu.

__ADS_1


"Ya sudah, sebaiknya bayar ganti rugi aja!"


"Enggak! Enak aja harga diri istri saya malah diganti dengan uang! Saya mau Gilang dan istrinya segera meninggalkan komplek ini. Dan jika dia berani mengganggu istri saya lagi, maka dia akan tahu akibatnya! Kejadian hari ini akan saya laporkan pada polisi!"


Gilang dan Helena pun tak punya pilihan lain selain pergi dari komplek perumahan itu.


"Mas, kok gitu doang? Harusnya dia dipenjara. Aku takut, Mas!"


"Tenang, Sayang, kamu jangan takut. Dia akan segera menerima akibatnya," ucap Reza sambil menatap tajam ke arah Gilang dan Helena yang sudah pergi dari tempat itu.


"Udah, jangan kamu pikirin. Ayo, kita pulang." Reza pun merangkul pundak sang istri dan berjalan menuju ke luar.

__ADS_1


Namun, saat mereka melewati Siti, Salsa pun meliriknya dengan tajam.


"Masih mending aku punya suami kang ojek. Daripada punya suami pengangguran tapi ngakunya ke orang, suaminya manager! Masih mending aku dinafkahi, daripada kamu malah menafkahi suami nggak berguna!"


"Udah, Sayang, udah. Biarin dia hidup dengan kebucinannya. Kita nggak usah ikut campur." Reza mengingatkan.


"Aku memang salah karena punya masa lalu yang buruk. Tapi itu bukan alasan untuk kamu mengungkitnya lagi!" Semakin emosional, Salsa menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Sayang, udah. Ayo, pulang, nanti kamu sakit. Liat ini baju kamu basah kuyup."


Salsa pun mengalah dan pulang ke rumah bersama Reza. Dia segera membersihkan dirinya dan menenangkan diri. Reza berusaha keras menghibur Salsa.

__ADS_1


"Sayang, gimana kalau hari Minggu kita berkunjung ke rumah ayah dan ibu."


Mendengar ajakan itu, tentu saja Salsa bersemangat. Akhirnya moodnya sudah kembali lagi meskipun dia masih memiliki trauma mendalam karena kejadian barusan.


__ADS_2