Jangan Hina Aku

Jangan Hina Aku
Bukan teman 3


__ADS_3

"Iya, Bu. Dulu aja dia pernah merebut pacar kakaknya. Terus dia nikah deh sama tuh cowok. Eh, ujung-ujungnya malah dijadiin pembantu dan disiksa. Ini, saya juga masih menyimpan beritanya." Siti menunjukkan ponselnya yang memuat artikel tentang Salsa.


"Dih, bener-bener nggak sangka, deh. Pantes aja dia godain laki orang. Dulunya aja tukang rebut pacar kakaknya." Ibu-ibu yang lain pun ikut menambahkan.


"Iya, kalian harus hati-hati sama dia. Jangan sampai suami kalian tergoda sama dia! Dia ini p*lac*r berkedok istri Solehah!"


"Iya, dasar wanita murahan!"


"Huuuuuuu!!!" Terdengar bunyi sorakan dari para ibu-ibu yang ada di sana. Salsa yang semakin terpojok pun hanya bisa menunduk dan menangis. Dia sangat berharap. Ketika Reza datang, pria itu akan membelanya dan mengeluarkannya dari situasi ini.


Hingga beberapa menit kemudian, orang yang ditunggu akhirnya datang. Reza datang berboncengan bersama temannya karena sepeda motornya belum selesai diperbaiki. Wajahnya terlihat sedang menahan amarah. Tangannya mengepal erat. Dia pun berhenti ketika melihat sosok Salsa dan Gilang sedang didudukkan bersebelahan karena menjadi tersangka atas tindakan yang mencemari komplek lingkungan itu.


Dia menatap tajam pada Salsa yang masih menunduk menangis.


"Angkat wajahmu, Sala!" ucapnya hingga membuat jantung Salsa berdebar kencang. Inilah yang ditakutinya. Reza mempercayai semua ini dan tak mendukungnya sama sekali.


"Mas, aku nggak salah, Mas! Dia yang..."

__ADS_1


"Diam!" Suara bentakan Reza pun membuat Salsa dan yang lainnya terdiam.


"Aku nggak pernah menyangka bahwa kamu melakukan hal licik seperti ini!"


Salsa semakin menangis terisak. Kini dia tak mempunyai tumpuan untuk mengadu.


"Orang seperti dirimu bahkan nggak pantas hidup di dunia ini! Dasar manusia hina!"


Reza pun segera mendatangi mereka. Dia sudah bersiap melayangkan tamparan. Salsa hanya memejamkan matanya. Pada akhirnya, Reza juga sama seperti Bagas yang melakukan tindak kekerasan padanya.


Namun, lama Salsa menunggu, tak ada tamparan yang mendarat di pipinya. Dia hanya mendengar suara seperti pukulan.


"Dasar brengsek! Berani banget loe gangguin istri gue! Sini, loe! Mati, loe!" Reza yang semakin Murka kembali mendaratkan pukulan bertubi-tubi pada wajah dan Gilang.


Para warga pun berusaha melerai mereka.


"Za, bukan cuma Gilang yang salah. Istrimu juga salah karena mereka selingkuh!"

__ADS_1


"Diam kalian, orang-orang munafik! Kalian dibayar kan sama dia buat jadi saksi waktu istriku mau diperkosa sama dia!"


Mereka semua terkejut, tak terkecuali Gilang sendiri.


"Nggak usah gila, kamu! Mana mungkin kami melakukan ini!"


"Udahlah, nggak usah ngeles! Gue punya buktinya, kok!"


Reza pun segera menghidupkan speaker yang dipinjamnya dari temannya saat menjemputnya tadi. Mereka lebih dulu singgah untuk mengambil speaker itu.


Setelah dihidupkan, Reza pun menghubungkan ponselnya ke speaker bluetooth itu.


Dan setelahnya, dia pun memutar sebuah rekaman percakapan yang merupakan percakapan antara Gilang dan Salsa tadi. Terdengar jelas suara mereka yang berdebat sebelum Gilang melakukan aksinya.


Kini terbukti bahwa Gilang memang hendak memperkosa Salsa, bukan berselingkuh dengannya.


"Enggak! Nggak mungkin! Mana mungkin suamiku mau sama perempuan kayak dia!" Helena mencoba menepis tuduhan itu.

__ADS_1


"Oh ya? Udah jelas-jelas kamu itu pelarian, tapi masih aja ngarepin dia! Kasian banget, kamu!" Reza tertawa kecil. Membuat Helena semakin marah.


"Jadi gimana? Udah jelas, kan kalau istri saya itu nggak salah! Kalian mau nyidang kayak gimana lagi?" Reza memandangi pak lurah dan para jajarannya.


__ADS_2