
"Mas!" Siti yang tak kuasa menahan tangisnya langsung berteriak memanggil sang suami.
Agus yang menyadari keberadaan Siti langsung terkejut dan melepaskan dua wanita seksi itu.
"Ibu, Mbak Ismi? Kalian kok di sini?" tanyanya heran.
"Mas, ngapain kamu di sini?"
"Maafin, Mas, tadi mereka yang maksa Mas mampir dan karaokean di sini. Mas nggak selingkuh, Sayang." Agus mendekati Siti dan memeluknya.
Namun, bukannya menepis, Siti malah memeluknya juga. Hal itu membuat Ibunya dan Ismi murka.
"Ngapain kalian pelukan! Siti, dia baru aja ketahuan main wanita dan kamu langsung maafin?" Ismi tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Begitu juga dengan Bu Reni.
__ADS_1
"Siti baru aja dipecat sama majikannya."
Agus yang mendengar hal itu langsung melepaskan pelukannya pada Siti. Dia menatap Siti dengan tatapan terkejut
"Bener, Ti? Kamu dipecat? Terus kedepannya hidup kita gimana?"
"Gimana apanya? Ya kamu kerja, dong! Enak aja nyuruh adek saya kerja! Punya otak nggak kamu?" Darah Ismi semakin mendidih melihat perangai Agus bahkan saat mereka ada di depannya. Dia secara terang-terangan menunjukkan protesnya karena Siti sudah tidak bekerja.
"Kok aku? Ya nggak mau lah! Aku kan mau sama dia karena dia yang kerja. Kalau dia nggak kerja, lebih baik aku cari wanita lain yang mau kerja buat aku!"
"Kamu denger, kan, Ti? Ini laki-laki yang mau kamu pertahankan? Buka mata kamu, Siti! Buka!" Ismi kembali menoyor kepala Siti sangking emosinya.
"Mas, kamu kok tega banget sama aku. Katanya kamu cinta sama aku. Masa kayak gini aja kamu nyerah?" Siti mengguncang tubuh Agus yang malah mendorongnya dengan kasar.
__ADS_1
"Diem kamu! Kamu itu udah nggak guna. Aku tuh mau sama kamu karena kamu mau melakukan apapun buatku termasuk bekerja. Memangnya apa kelebihanmu selain tenagamu? Kamu nggak cantik, kaya juga enggak. Mimpi deh kamu dapat suami kayak aku!"
"Heh, Gus! Kurang ajar banget kamu dorong adik aku kayak gitu. Mending sekarang kamu ceraikan dia!"
"Oke, kalau gitu. Siti Sisiti aku ceraikan kamu. Mulai sekarang, kamu bukan istriku!"
Ucapan Agus pun langsung membuat Siti merasa syok dan hancur. Agus yang sudah tak peduli lagi padanya pun memutuskan untuk masuk kembali ke dalam room karaoke dan bersenang-senang bersama dua wanita tadi.
Siti menangis kencang sambil memanggil nama Agus. Nyatanya, meskipun Agus telah terang-terangan mengatakan bahwa dia hanya memanfaatkan Siti saja, namun rupanya Siti masih belum sadar dan malah menginginkannya kembali.
Bu Reni dan Ismi pun memaksanya pergi dari tempat itu. Sesekali Bu Reni menamparnya jika dia masih menangis sambil memanggil nama Agus.
Mereka pun langsung memesan taksi online dan membawa Siti pulang ke rumah. Meski pada akhirnya mereka harus menahan malu karena ternyata selama ini, Siti telah membohongi mereka. Cerita mengenai suami manajer itu adalah khayalan Siti sendiri.
__ADS_1
Entah mau ditaruh mana wajah mereka ketika sudah pulang nanti. Siti sudah membuat mereka menemukan masalah baru. Apalagi, ibunya Siti sudah sering pamer dan cerita sana-sini tentang suami Siti. Namun dia tak percaya jika suami Siti hanyalah seorang pengangguran bermodalkan tampang saja.