
Plakkk! Sebuah tamparan pun mendarat di pipi Siti. Ibunya yang kecewa telah melayangkan tamparan keras pada anak bungsunya.
"Ibu nggak nyangka kamu akan berbohong seperti ini! Okelah, Siti, kalau suami kamu bukan manager, mungkin kami nggak akan kecewa. Tapi ini? Kamu yang menafkahi suami kamu? Udah gila kamu?" Bu Reni menatapnya tajam. Marah, sedih, kecewa, bercampur jadi satu.
"Maafin aku, Bu. Aku hanya nggak mau kalian memisahkan aku dari Mas Agus kalau tahu dia pengangguran. Aku cinta sama Mas Agus, Bu."
"Bukan cinta namanya jika hanya satu pihak yang berjuang! Sadar kamu, Siti! Kamu udah dimanfaatkan sama Agus!" Ismi yang tak kalah emosi pun menoyor kepala Siti.
"Nggak, Mbak, Mas Agus itu cinta sama aku. Dia nggak manfaatin aku. Dia cuma belum mendapatkan pekerjaan yang mapan!"
"Oke! Kalau gitu kemana dia? Ibuk mau ketemu!"
Siti kebingungan dengan keberadaan suaminya. Namun, dia pun teringat dengan ucapan Salsa yang mengatakan bahwa suaminya ada di tempat karaoke. Tapi, Siti tidak mau percaya tentang keberadaan suaminya. Dia tetap menyakini bahwa suaminya setia.
__ADS_1
"Dimana dia?" Bentakan ibunya pun membuat Siti gelagapan.
"Nggak tau, Bu." Siti menggeleng lemah.
"Udahlah, Siti, mending sekarang kamu selesaikan urusan keluarga kamu. Bawa semua barang-barang kamu karena mulai hari ini kamu saya pecat! Kamu udah menjelekkan nama saya dan mengatakan bahwa saya adalah pembantu kamu yang miskin, sering mencuri dan meminjam uang."
Siti terkejut mendengar ucapan majikannya itu. Dia tak menyangka jika hari ini, dia akan kehilangan pekerjaan yang selama ini membuatnya dan suaminya dapat melanjutkan hidup.
"Tapi, Bu."
Dengan berat hati, Siti pun langsung mengemasi pakaiannya dan keluar dari rumah itu bersama ibu dan kakaknya.
"Sekarang kamu harus ikut kita pulang, Siti. Jangan ngarepin suami nggak berguna itu. Mending kamu cerai aja!"
__ADS_1
"Nggak mau, Mbak, aku cinta sama Mas Agus."
"Ya udah, sekarang dia dimana? Biar kita selesaikan sama-sama. Kalau dia mau kerja, maka Ibu tetap izinkan kamu sama dia. Tapi kalau nggak, kamu harus tinggalin dia!"
Siti tak punya pilihan selain mengalah.
"Tadi, Salsa bilang kalau dia mendengar Kalau Mas Agus pergi ke tempat karaoke. Tapi pasti dia bohong karena dia iri sama aku."
"Apa? Jadi Salsa tau? Kok dia bilang nggak tau, ya? Katanya nggak pernah ketemu sama kamu? Kalau gini kan ibu malu banget sama dia. Mana tadi ibu ngomong bolak-balik kalau Agus manager. Kamu sih, Ti. Dasar anak nggak tau diri, kamu!" Bu Reni terlihat semakin kesal pada anaknya.
"Ya udah, ayo kita ke tempat karaoke untuk melihat apakah benar Agus ada di sana atau enggak," ajak Ismi.
Terpaksa Siti pun ikut ke tempat karaoke yang letaknya sekitar 100 meter dari tempat mereka sekarang.
__ADS_1
Dengan berjalan Kaki, mereka pun pergi ke tempat karaoke itu. Siti tetap berdoa dalam hati agar suaminya tak ada di sana.
Namun, tanpa diduga, ternyata benar Agus ada di sana. Sedang gambar karaoke ria dengan dua wanita yang ada di samping kanan dan kirinya. Dia memeluk kedua wanita itu dan sesekali menciumnya.