Jangan Hina Aku

Jangan Hina Aku
Mati listrik


__ADS_3

Salsa dan Reza sudah sampai rumah. Salsa segera memasukkan bahan mentah ke kulkas. Sementara Reza langsung pamit untuk pergi pangkalan karena kata temannya banyak sekali penumpang yang menunggu.


Tak ada sedikitpun kecemburuan Di hati Salsa ketika melihat suaminya banyak penggemar. Karena rata-rata penggemarnya adalah wanita separuh baya dan bocah SMA. Lagipula, dia sudah percaya sepenuhnya pada Reza. Pria itu takkan pernah mengkhianati cintanya.


Sore harinya, Salsa yang sedang menunggu kepulangan Reza pun merasa cemas karena sampai saat ini, Reza belum juga menunjukkan tanda-tanda kepulangan.


Ponselnya juga tidak aktif hingga membuatnya semakin panik. Namun, teman sesama ojek Reza pun datang. Dia memberitahu jika ban sepeda motor Reza hilang saat ditinggal ke kamar mandi. Sekarang Reza sedang membenarkan ban sepeda motornya di bengkel yang lumayan jauh karena harus mencari ban sepeda motor yang cocok. Dan alasan mengapa ponselnya tidak aktif karena kehabisan baterai. Dia juga mengatakan bahwa Reza kemungkinan akan pulang malam. Dia hanya perlu menunggu saja dan tidak perlu khawatir.

__ADS_1


Salsa pun memutuskan untuk menunggu di dalam rumah. Namun, dia merasa heran mengapa ban sepeda motor Reza sampai hilang. Jika ada seorang maling yang ingin mencuri, untuk apa dia repot-repot membuka ban sepeda motor Reza. Lebih baik dia ambil saja sekalian.


Hingga malam, setelah Maghrib, Salsa masih menunggu dengan was was. Sebenarnya dia tidak pernah merasa takut jika menunggu sendirian di rumah. Namun, di sini dia adalah orang baru yang tidak tahu semua karakter yang ada di sini. Karena, dia bisa melihat ketika dirinya berboncengan dengan Reza tadi pagi, banyak pasang mata pria yang melihatnya sampai menoleh ke belakang. Dan dari sorot matanya, Salsa tahu jika tatapan seperti itu adalah tatapan orang-orang yang menginginkannya.


Hujan deras tiba-tiba saja mengguyur komplek perumahan itu. Rupanya, angin kencang yang tadi sore berhembus adalah pertanda jika akan terjadi hujan deras.


Salsa kini semakin ketakutan. Sudah hujan deras, sekarang malah mati listrik. Dia takkan bisa melakukan apa-apa selain menunggu kepulangan Reza. Dengan bermodalkan lilin dan senter dari ponsel, Salsa pun melihat-lihat galery yang memuat foto pernikahannya bersama Reza beberapa minggu yang lalu.

__ADS_1


Namun, beberapa menit kemudian, rasa takut Salsa pun seketika sirna ketika mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah. Setelahnya, dia pun mendengar ketukan pintu yang seperti sedang terburu-buru.


Karena kondisi gelap, Salsa tak sempat mengintip dari balik jendela untuk mengetahui siapa yang datang. Namun, dia tetap berkeyakinan bahwa yang datang adalah Reza.


Akan tetapi, betapa terkejutnya Salsa ketika melihat pria yang ada di depannya bukanlah Reza. Melainkan Gilang yang kini menatapnya dengan tatapan menyeringai seperti ingin menerkamnya.


"Ka-kamu?"

__ADS_1


"Hai, Salsa, apa kamu butuh teman?"


__ADS_2