Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion


__ADS_3

Di salah satu ruangan di sebuah rumah mewah tepatnya di depan perapian. Seorang pria paruh baya sedang duduk menyilangkan kakinya dan ditangannya memegang gela berisi minuman anggur merah kesukaannya. Di depannya berdiri seorang pria dengan menangkupkan kedua tangannya tepat diatas perut. terlihat jelas orang itu begitu menghormati pria yang sedang duduk di samping perapian.


" Bagaimana, apakah semuanya benar-benar sesuai yang kita rencanakan Tarjo?"


" Sesuai keinginan Anda Juragan Tatang, semua sesuai prediksi. Para warga mulai tidak menyukai wanita itu. Bahkan beberapa pedagang mulai berhenti mengambil sayuran dari kebun mereka."


Terlihat senyum terukir pada bibir pria berperawakan tinggi dan berkumis tebal tersebut.Tapi tampaknya ia masih juga belum puas dengan laporan sang tangan kanan. Juragan Tatang menginginkan hal yang lebih.


Dia bukan hanya ingin ada yang berhenti mengambil sayuran dari perkebunan Raffan, dia ingin tidak ada lagi yang mau mengambil. Dengan begitu Tatang yakin maka semuanya akan berpindah pada perkebunan miliknya dan perkebunan Raffan akan segera bangkrut.


Tatang sungguh menantikan saat itu tiba. Ia bernazar akan membuat pesta tujuh hari tujuh malam jika Raffan benar-benar bangkrut.


" Baiklah lanjutkan. Hasut seluruh warga, jika perlu hasut juga orang-orang pasar. Sebenarnya aku mempunyai sebuah rencana."


" Baik juragan, Rencana apa juragan?"


Tatang menggerakkan jarinya meminta Tarjo untuk mendekat. Ia lalu membisikkan sesuatu tepat di telinga Tarjo. Tarjo pun tersenyum lalu mengangguk. Pria itu paham apa yang jadi keinginan sang tuan.


" Saya akan melakukan apa yang juragan perintahkan. Apakah perlu malam ini dilaksanakan?"


" Jangan malam ini, besok malam saja."


Tarjo patuh, ia pun segera pamit undur diri. Tarjo harus mempersiapkan apa yang diinginkan oleh juragannya. Pria itu menyeringai, ia sendiri juga tidak sabar menunggu kehancuran dari perkebunan Raffan.


Di sisi lain Surya aka Zion sedang termangu di terasnya. Sambil memandang langit malam yang dipenuhi bintang ia sedang berpikir kira-kira apa yang harus dilakukan. bagaimanapun juga ia berhak memberi tahu Kaluna ataupun Raffan mengenai apa yang terjadi di perkebunan.


Tadi siang beberapa sayuran yang di drop ke pasar impres masih tersisa banyak. Biasanya selalu habi tapi tadi tidak. Laporan dari para pekerjanya mengatakan bahwa pedagang yang biasanya mengambil sayur tadi pagi tidak banyak. Alhasil banyak yang tersisa.


" Aku tetap harus melaporkan ini."

__ADS_1


Surya pun bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam rumah ia mengambil ponselnya dan menekan nama dan nomer yang wajib ia beritahu apa yang terjadi di perkebunan.


" Assalamu'alaikum Pak Raffan, maaf malam-malam seperti ini mengganggu. Tapi saya harus melaporkan mengenai apa yang terjadi di perkebunan."


Surya mengatakan semua hal. tapi dia sengaja melewati mengenai perbincangan buruk para warga terhadap kakak iparnya. yang utama adalah maslah penjualan sayur terlebih dulu.


" Bagikan saja kepada para warga Sur, kamu kan sudah ikut saya lama. Kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan jika kejadian seperti ini terjadi bukan?"


" Baik pak saya mengerti. Terimakasih pak dan selamat beristirahat."


Sebenarnya Surya juga akan melakukan hal tersebut, membagikan sayuran-sayuran itu kepada warga seperti yang mereka dulu lakukan. Tapi bagaimanapun juga ia harus bertanya terlebih dulu kepada si empunya. Dia tidak boleh bersikap sembarangan.


Kring


Kali ini ponselnya dia yang berbunyi. Sebuah panggilan telepon masuk. Dilihatnya nama sang kekasih di layar pipih itu. Surya tersenyum, bagaimana pun juga Klara adalah seseorang yang ada di hatinya meskipun ia kadang dibuat pening dengan tingkah wanita itu.


" Assalamualaikum, tumben nelpon malam-malam. Ada apa hmmm?"


Surya tentu terkejut mendengar ucapan dari Klara tersebut. Tapi tampaknya Surya pun tidak akan menghalangi Klara jika memang utu sudah keputusan dari sang wanita.


" Ya udah kalau kamu maunya gitu. Mari kita putus."


Tuuut


Di seberang sana Klara mengeram marah saat mendapat jawaban dari Surya. Klara pikir Surya akan memohon kepadanya untuk tidak diputuskan tapi rupanya tidak. Pria itu mengiyakan keinginannya untuk putus. Klara akhirnya kelabakan sendiri. Niat hati hanya ingin memancing reaksi Surya tapi ternyata tidak berhasil.


Kini Klara dilanda cemas. Kesempatannya masuk dalam circle keluarga terkenal itu seakan lenyap. Padahal semuanya sudah ada di depan mata. Ia pun berkali-kali menuliskan pesan kepada Surya namun selalu dia hapus kembali.


" Tidak, aku tidak boleh putus. Besok aku akan menemuinya."

__ADS_1


Kembali pada Surya yang kini kembali termenung. Pria itu membuang nafasnya kasar. Beberapa hari ini hidupnya sungguh sedang capek-capeknya. Gunjingan orang-orang terhadap kakak iparnya, hasil perkebunan yang sisa banyak dan baru saja dia diputuskan oleh sang kekasih. Ia merasa sungguh capek.


Tapi Surya tiba-tiba bangkit dari duduknya. Ia teringat akan Tarjo, tangan kanan juragan Tatang. Perasaan Surya seketika tidak enak. Pria itu lalu kembali mengambil ponselnya. Sepertinya dia memang harus menghubungi sang ayah untuk persoalan ini.


" Assalamualaikum dad."


" Waalaikumsalam. Heh kupret masih ingat kamu sama bapakmu ini. Bocah gemblung. Bisa-bisa nggak pernah pulang ke rumah. Pulang kalau lebaran aja macam orang perantauan. Emang kamu nggak tahu mak mu nangisin kamu tiap malem."


Surya langsung menjauhkan ponselnya dari telinga saat mendengar teriakan sang daddy. Tentu dia sudah menduga hal itu. Tapi percayalah saat daddy nya itu mengatakan bahwa mommy nya menangis tiap malam adalah bohong. Orang Surya tiap hari selalu berbalas pesan dengan sang mommy bahkan selalu menelpon.


" Atuh lah dad, please jangan ngomel dulu napa deh. Ini Zi mau bicara penting."


" Hmmm apa?"


" Dad tahu kka Yasa mau menikah kan? Nah ternyata Kak Yasa tuh mau nikah sama Kak Kaluna dimana Kak Kaluna itu anak pemilik perkebunan yang saat ini Zi kerja. Nah lalu ... ."


Surya aka Zion akhirnya menceritakan semua yang dia tahu dan dia rasakan. Mengenai fitnah Kaluna, sayuran yang banyak sisa, hingga pri ayang bernama Tarjo dna Juragan Tatang.


Di sebrang Arduino mendengarkan cerita sang putra dengan seksama. Tentu saja ia sambil menganalisa setiap apa yang dikatakan putra sulungnya itu. Arduino akhirnya mengambil sebuah kesimpulan.


" Lalu apa yang kamu mau?"


" Ehmmm, bisakah daddy mengirim beberapa orang untuk menjaga perkebunan Pak Raffan. Aku yang bayar."


" Heleeh lagakmu. Gampang. Malam ini juga daddy akan kirim."


Surya bernafas lega. Sang ayah mau membantunya. Tak lama setelah mengatakan hal itu, Surya langsung menutup panggilan teleponnya.


Paling tidak satu masalah sudah terpecahkan. Surya ketika mengetahui bahwa Kaluna akan jadi bagian dari keluarga besar Dwilaga menjadi lebih sensitif sekarang. Setiap ada omongan warga mengenai kakak iparnya itu dia menjadi marah.

__ADS_1


Akan tetapi sayangnya dia tidak bisa bergerak untuk mematahkan ocehan mereka yang dia tahu pasti karena hasutan. Surya harus menunggu Kaluna dan Yasa menikah baru bisa membuat semua orang di perkebunan bungkam.


TBC


__ADS_2