Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 70. Aksi Zion


__ADS_3

Zion tengah berada di ruang tamu kediaman paman dan bibi nya. Ia menyampaikan semua yang sang daddy katakan mengenai Klara. Radi pun menepuk keningnya pelan, mengapa dia tidak berpikir sejauh itu.


Mereka punya akses tak terbatas di Universitas Nusantara. Tentu mereka tahu bagaimana mencari bukti percakapan Kaluna dengan Klara.


Satu hal yang Radi lakukan adalah meminta Yasa menanyakan kepada Kaluna untuk mengingat dimana Klara membuat tantangan tersebut. Terlebih ada Brisia, jika rekaman kamera pengawas bisa di dapat maka Brisia menjadi saksi kuat atas kelakuan Kaluna.


" Oh iya yah saat kejadian di apartemen itu Brisia juga ada di sana."


Satu penjelasan yang Yasa berikan membuat bukti yang semakin kuat. Sukur-sukur Brisia masih menyimpan lilin yang mengandung bahan afrodisiak tersebut. Tapi itu sudah 6 tahun yang lalu, jadi Yasa sendiri pun tidak yakin akan hal tersebut.


kembali dengan rencana Zion. Setelah dari tempat Yasa ini Zion akan menjalankan rencana nya untuk menjebak Klara. Membuat wanita itu bicara mengenai kejadian masa lalu.


Zion sudah meminjam alat milik sang daddy. Alat yang digunakan untuk merekam pembicaraan mereka tanpa diketahui oleh orang lain. Sebuah jam tangan biasa tapi memiliki kemampuan untuk menerkam. Bukan hanya untuk merekam audio tapi juga visual.


" Baiklah Paman, bibi, kak Yas, aku akan menemui Klara dulu. Tadi aku sudah menghubunginya. Semoga ada titik terangnya."


" Thanks Zi. Sungguh terimakasih untuk semua bantuannya."


Zion tersenyum dan mengangguk, ia kemudian berangkat menemui Klara. Zion mengatakaan kepada Klara untuk bertemu di salah satu restoran terkenal di kota J. Terlihat dari jawaban yang Klara berikan, wanita itu sungguh sangat senang dna begitu bersemangat akan bertemu dengan Zion.


Setidaknya butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Soul Restourant. Zion mengambil nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Ia harus mendapatkan pengakuan Klara secepat mungkin. Ada sedikit rasa ngilu di hati Zion, ia benar-benar tidak menyangka bahwa wanita yang sekitar setahun ini dia pacari ternyata memiliki sikap yang sangat jauh dari kata baik.


" Haaah, maafkan aku Ra. Tapi kamu memang harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu perbuat. Karena ulahmu kamu menghancurkan banyak hal."

__ADS_1


Zion menutup mobilnya pelan dan melenggang masuk ke dalam restoran. Ia menampilkan senyum terbaiknya saat melihat Klara yang sudah duduk disalah satu meja. Salam dan sapaan Zion ucapkan kepada wanita tersebut dan dijawab dengan begitu antusias oleh Klara.


" Aku seneng aa mau ketemu sama aku," ucap Klara penuh dengan nada manja. Zion mengangguk pelan. Keduanya pun memesan makanan. Zion tentu tidak akan langsung to the point bertanya. Ia harus bisa membuat suasana ini terkendali dulu baru nanti bertanya.


" Lalu, apa kesibukanmu di kota ini Ra?"


" Aku, tidak melakukan apapun. Papa memintaku pulang untuk membantu mengurus dealer mobilnya. Tapi aku masih belum ingin a."


Zion tersenyum sebagai tanggapan atas apa jawaban yang Klara berikan. Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Zion mengajak Klara untuk menyantap makanan yang sudah tersaji itu terlebih dulu. Klara terlihat makan dengan begitu hikmad tapi tidak dengan Zion. Pria itu tengah berpikir bagaimana memulai bertanya mengenai Kaluna.


" Oh iya Ra, waktu itu kamu pernah tanya soal wanita yang bernama Kaluna? Apa dia itu temanmu? Sepertinya kamu begitu antusias ketika membicarakannya. Soalnya ku lihat kamu jarang banget ngomongin soal teman?" Zion mulai masuk ke pembicaraan, dalam hati ia berdoa agar Klara terpancing dengan opening yang ia lakukan.


" Ooh, wanita sok kecakapan itu."


" Kaluna ya, sekarang baru rame tuh cewek. Gila ya orang aku ngarepnya dia di hujat eh malah banyak dapat simpati."


Mata Zion membulat saat mendengar ucapan sarkas Klara tersebut. Sungguh ia baru kali ini tahu sisi lain dari wanita yang pernah mengisi hatinya.


" Emang kenapa Ra, jadi kepo ih. Dia pernah nyalahin atau berbuat buruk ke kamu gitu?"


" Nyalahin sih enggak a, tapi dia tuh dulu di kampus sok kecakepan. Iiuuuh banget deh pokoknya. Sok-sok an jadi cewek populer. Dia tuh sama temennya selalu jadi pusat perhatian dulu, tapi aku berhasil buat ngusir dia dari kampus. Aku yakin tu dia pas aku suruh nemuin dosen sok yes pasti berhasil ngelakuin ons, kalau nggak, nggak mungkin sebulan kemudian di DO dari kampus. Dan ini tiba-tiba balik udah punya anak, berarti kan bener saat itu dia ma tuh dosen ngelakuin itu. Beeh puas banget saat dia keluar kampus."


Zion sungguh marah saat mendengar itu semua. Bagaimana Klara menjadi begitu licik hanya karena sebuah rasa iri terhadap kepopuleran orang lain? Di bawah meja tangan kiri Zion mengepal erat. Tapi sebisa mungkin ia menampilkan ekspresi wajah yang biasa-biasa saja.

__ADS_1


" Wuiiih manteb tuh, ini ya, kalau emang bener mereka berhasil gituan, terus gimana caranya kamu melakukan itu. Kamu nggak mungkin dong ngasih obat dalam minuman mereka kayak di nopel-nopel online."


" Hahah ya nggak lah a, aku kudu bermain cantik. Jadi waktu itu aku nantangin tuh cewek buat ngasih kue ultah yang ada lilinnya. Nah di lilin itu ada kandungan afrodisiak nya . Dimana kalau udah dinyalain lalu ditiup asapnya menaikkan libidoo yang menghirup. Aku yakin mereka akan langsung lepas kontrol."


Kena kau!


Zion mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Entah wanita itu bodoh atau bagaimana karena bisa-bisanya dia berkata begitu gamblang kepada Zion tentang cara menjebak kakak sepupu dan kakak iparnya. Zion tahu kedua orang itu adalah orang yang baik dan sayangnya dipertemukan dengan cara yang salah.


Sebuah doa terucap dari Zion untuk Yasa dna Kaluna serta Tara agar mereka hidup lebih baik dna bahagia setelah peristiwa ini selesai. Zion kemudian menurunkan tangan kanannya lalu mematikan alat perekaman nya yang berupa jam tangan tersebut.


Sebelum mengakhiri pertemuan mereka, Zion mengucapkan terimakasih kepada Klara karena sudah mau datang. Klara sedikit heran mengapa pertemuan mereka ini hanya untuk membahas Kaluna. Wanita itu sedikit berpikir namun detik selanjutnya dia langsung mengacuhkan apa yang masuk dalam pikirannya.


" Oke Ra, kita bertemu next time ya. Sekali lagi thanks ya sudah mau repot buat memenuhi undangan makan siang ku."


" Lho a, kita nggak jalan dulu gitu kemana. Udah jauh-jauh ke kota masa kita nggak kemana-mana sih." Klara terlihat kesal saat Zion sudah beranjak dari tempat duduknya dan bersiap pergi.


" Ehhmm. Maaf Ra nggak bisa. Aku mau ketemu emak sama bapak. Mereka udah kangen sama aku. Lagian aku ke kota langsung ketemu kamu. Jadi sekarang mau ke rumah emak sama bapak dulu. Nanti aku di coret dari KK kalau nggak nemuin mereka."


Zion langsung saja pergi mengabaikan Klara yang saat ini sangat kesal.


" Setelah ini tinggal menunggu rekaman cctv dari Om Andra dan kamu akan menuai apa yang sudah kamu tabur Ra. Maaf tapi mungkin ini adalah cara agar kamu sadar bahwa perbuatanmu itu salah."


TBC

__ADS_1


__ADS_2