
Sepanjang perjalanan Vanka dan Raffan tidak habis-habis nya memanjatkan doa agar semuanya baik-baik saja. Sungguh semakin dekat dengan perkebunan semakin hati mereka carut marut.
Di kediaman Juragan Tatang, Tarjo sudah membawa orang-orangnya ke hadapan sang tuan. Setidaknya ada 10 orang yang dibawa Tarjo. Pria-pria dengan tinggi besar itu terlihat begitu garang. Tapi mereka semua menunduk saat berhadapan dengan Tatang.
" Aku mau kalian malam ini juga menghancurkan vila itu. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun. Dan, aku tidak mau gagal."
" Siap juragan!"
Perintah Tatang sungguh tegas. Kali ini dia benar-benar tidak ingin ada kegagalan. Ia ingin anak Raffan yang ada di vila tersebut segera pergi meninggalkan tempat ini. Jika bisa, mereka tidak perlu kembali.
Semua anak buah Tatang yang dipimpin oleh Tarjo berangkat menuju ke vila milik Kaluna. Dengan langkah tegap dan penuh percaya diri mereka membawa beberapa alat yang digunakan. Bahkan ada yang membawa bensin, mereka berniat membakar vila tersebut.
Tapi sepertinya rencana mereka tidak akan berjalan mulus. Baru saja sampai di depan lingkungan vila, mereka sudah dihadang oleh orang-orag berpakaian serba hitam bahkan satu diantara mereka terlihat membawa sebuah senjata api. Terang saja Tarjo terkejut. Mereka pun memundurkan langkah mereka.
" Mau apa kalian!"
" Siapa kalian!"
" Ditanya malah balik tanya." Salah satu anak buah Zion menggerutu. Dan anak buah yang lain langsung menghubungi Zion. Keadaan yang terjadi sekarang ini harus segera mereka laporkan kepada sang tuan muda.
" Minggir kalian, kalau tidak kami akan menghabisi kalian di sini juga." Tarjo berucap dengan penuh percaya diri. Setelah menghitung jumlah dan yakin mereka menang jumlah Tarjo pun memberi kode kepada anak buahnya untu menyerang.
Bugh
Bugh
Bugh
Saling pukul pun terjadi antara kubu Tarjo dan kubu anak buah Zion. Zion yang masih di rumah tentu langsung berlari menuju ke vila milik kakak iparnya. Akan tetapi sebelumnya ada satu hal yang harus dia lakukan terlebih dulu.
__ADS_1
Di dalam vila semua orang tampak keheranan mendengar suara irang berkelahi. Kaluna dan Mbok Yem ingin keluar tapi dihadang oleh Yasa dan Mang Didi. Bair para pria saja yang melihat, seperti itulah kira-kira maksudnya.
" Hati-hati mas," ucap Kaluna kepada sang suami. Yasa tersenyum mendapat perhatian dari Kaluna. Ia yakin Kaluna sudah mulai menerimanya.
Yasa dan Mang Didi berjalan keluar beriringan. Meskipun tampaknya Yasa adalah seorang kutu buku tapi Yasa lumayan ahli dalam beladiri. Belajar bersama Nataya dan juga Zion. Tentu saja dibawah pelatihan langsung dari Silvya dan Arduino.
Keadaan semakin memanas saat salah satu anak buah Tarjo tumbang oleh anak buah Zion. Anak buat Tarjo yang lain langsung menyerang membabi buta. Bahkan mereka seketika itu menuangkan bensin di sana dan Tarjo berhasil menyalakan korek.
Buuuulll
Kobaran api menyala terang Zion yang baru datang tentu terkejut melihat ada api yang menyala begitu besar. Beruntung anak buah Zion berhasil menarik Yasa dan Mang Didi. Tawa puas dengan terbahak-bahak keluar dari bibir Tarjo dan anak buah nya. Mereka mengambil kesemoatan untuk menyerang saat dirasa kubu lawan tengah lengah.
Bugh
Bugh
Zion langsung melayangkan tendangan memutar ke arah anak buah Tarjo dna seketika itu terjatuh. Adu jotos pun mulai kembali. Hingga sebuah sirine polisi membuat Tarjo dan anak buahnya kalang kabut. Mereka mencoba lari namun berhasil ditahan oleh Yasa, Zion, dan juga yang lainnya.
Kobaran api tersebut menambah sebuah bukti nyata atas perilaku yang Tarjo dan anak buahnya perbuat. Tadi sebelum menuju ke vila Kaluna, Zion memang menghubungi polisi terlebih dulu. Hal itu dilakukan untuk langsung menangkap kawanan Tarjo. Zion sebenarnya juga yakin kalau yang menghancurkan kebun milik Raffan juga Tarjo tapi tentu dia tidak cukup bukti untuk menyeret Tarjo yang pasti atas suruhan Tatang. Namun, dengan kejadian malam ini sudah cukup membuat mereka mendekam dibalik jeruji besi. Tentu saja tidak akan sebentar, ini termasuk perbuatan kriminal soalnya.
" Zi, boleh minta bantuan advokat Uncle Ar untuk kasus ini? Aku ingin komplotan ini lama di penjara."
" Tenang aja Kak Yas, aman. Aku sudah mengaturnya."
Dari arah belakang muncul Kaluna yang berlari menghampiri Yasa. Wanita itu langsung memeluk Yasa erat. Jelas sekali Kaluna ketakutan. Melihat hal manis itu Zion langsung mengedipkan sebelah matanya ke arah sang kakak sepupu. Ia pun memberi kode untuk pergi terlebih dulu mengurus semuanya. Yasa mengangkat ibu jarinya dan mengangguk kecil. Setelahnya Yasa menepuk pelan punggung sang istri.
" Kenapa hmm? Apa kamu takut?"
Kaluna tidak menjawab, ia hanya mengangguk kecil di dekapan Yasa. Yasa pun tersenyum, ia menuntun istrinya untuk kembali masuk ke vila. Malam semakin larut dan udara semakin dingin. Maka dari itu Yasa bergegas membawa Kaluna kembali ke dalam.
__ADS_1
" Apa Tara tidak bangun?"
" Tidak mas. Dia tidur dengan nyenyak. Mas tidak terluka kan?"
Yasa menggeleng dan Kaluna menghela nafasnya lega. Sungguh ia sangat takut jika terjadi apa-apa dengan ayah dari Tara yang sekarang sah jadi suaminya itu. Terlebih saat melihat kobaran api tadi. Rasanya Kaluna langsung ingin berlari. Tapi tentu dia tidak boleh bertindak bodoh. Bisa jadi saat dia keluar fokus Yasa malah terpecah dan semuanya malah semakin runyam.
" Ya sudah mari kita tidur."
" Ya mas."
Tok tok tok
Baru saja Kaluna dan Yasa akan masuk ke dalam kamar, terdengar suara pintu yang diketuk. Mereka akhirnya urung. Yasa meminta Kaluna diam saja ditempat dan ia lah yang akan membukakan pintu.
" Papa, mama, kenapa malam-malam begini kemari?"
" Nak Yas, Kaluna tidak apa-apa kan? Lalu itu kenapa ada bekas kebakaran di depan vila. Apa ada yang terjadi?"
Yasa menoleh ke belakang dimana sang istri berdiri. Kaluna langsung menghampiri kedua orangtuanya dan membawa mereka masuk dan meminta mereka untuk duduk terlebih dulu sebelum menjelaskan apa yang terjadi.
Satu persatu cerita mengenai Tarjo pun mulai keluar dari bibir Kaluna dan Yasa. Hingga penyerangan yang tadi terjadi. Beruntung Zion datang tepat waktu dan membawa semuanya ke kantor polisi.
" Astagfirullah Tarjo, dia masih begitu dendam denganku." Raffan mengacak rambutnya kasar. Ia sungguh tidak menyangka putra dari temannya itu bisa mendukung kejahatan Tatang.
" Sebenarnya apa yang terjadi pa?" Kaluna tentu penasaran dengan apa yang terjadi. Ia tentu tidak tahu ada permasalahan apa antara Tatang, Tarjo dan papa nya.
" Tatang memang menganggap papa rival semenjak papa membeli perkebunan di sini tapi Tarjo, pria itu membenci papa karena papa memecat ayahnya. Ayah Tarjo waktu itu sering menggelapkan uang hasil penjualan sayuran. Sekali dua kali papa maafkan tapi ternyata terus berkelanjutan. Dan papa memecatnya. Siapa sangka Tarjo bekerja dengan Tatang."
Kaluna dan Yasa mengambil nafasnya dalam-dalma dan membuangnya. Rupanya semuanya terjadi karena dendam salah alamat. Tarjo bukannya menyadari bahwa ayahnya salah tapi malah mendendam yang jelas terhadap orang yang tidak bersalah.
__ADS_1
TBC