Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 64. Siapa Dalangnya


__ADS_3

Jagat maya menjadi ramai atas pernyataan Kaluna. Mereka semua menjadi penasaran dengan sosok Kaluna. Ada dua kubu terbentuk yang menanggapi video Kaluna. Satu kubu pro karena menganggap Kaluna adalah wanita yang berani mengakui kesalahan, dan kubu lainnya yang kontra karena menganggap Kaluna sebagai wanita penggoda gang melakukan segala cara untuk mendapatkan pria kaya.


Saat ini Kaluna mematikan ponselnya. Ia sungguh tidak ingin mendapat panggilan dari siapapun. Mobil yang dikendarainya pun masuk ke pekarangan vila. Tampak di sana sudah berdiri semua orang. Wajah-wajah khawatir jelas terlihat dari semua orang dna yang paling terlihat adalah sang suami.


Kaluna mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan sebelum ia keluar dari mobil. Ia yakin pasti akan banyak pertanyaan yang akan disampaikan seisi vila kepada darinya. Kaluna tentu sudah siap untuk itu.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Greb


Yasa langsung berlari dan memeluk sang istri. Raffan dan Vanka yang tahu bahwa putri dan menantunya butuh waktu berdua pun membawa Tara masuk ke kamarnya terlebih dulu dan Zion langsung kembali ke perkebunan untuk memeriksa perkejaan para pekerjanya.


" Mas," panggil Kaluna lirih. Ia bisa merasakan Yasa menangis saat memeluk tubuhnya. Air mata Yasa membasahi jilbab Kaluna bagian atas saat pria itu mencium pucuk kepalanya sedikit lebih lama.


Kaluna akhirnya memilih diam, membiarkan Yasa menyelesaikan tangisnya terlebih dahulu. Ia tahu pasti Yasa juga terkejut dengan apa yang ia lakukan.


" Kenapa kamu lakukan ini sayang. Sudah ku bilang aku bisa mengatasinya."


" Maafkan aku mas. Aku hanya tidak ingin kamu ... ."


Ucapan Kaluna tertahan saat bibir Yasa mendarat di bibirnya. Kecupan singkat itu membuat Kaluna sungguh terkejut. Yasa dengan berani melakukan hal tersebut di luar vila.


Kaluna langsung menarik tangan Yasa dan membawa sang suami masuk ke dalam kamar. Kaluna menatap tajam ke arah Yasa.


" Jangan marah, aku hanya reflek. Apa kau tidak tahu betapa takutnya aku saat tidak mendapati dirimu di sampingku? Betapa takutnya aku saat kamu pergi tanpa sepengetahuanku. Dan, betapa terkejutnya aku saat kamu melakukan wawancara tanpa sepengetahuanku?"


" Maaf mas. Aku sungguh minta maaf."


Yasa kembali memeluk tubuh sang istri. Kaluna memang berhasil membuat publik tidak lagi menyorot akan dirinya tapi Yasa merasa gagal melindungi istrinya. Yasa memejamkan matanya mencoba memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya.


" Mas, sudah tidak usah dipikirkan ya. Aku yakin berita ini paling lama sebulan dan nanti akan menguap dengan sendirinya."


Yasa hanya bisa mengangguk. Tapi ia berjanji akan mencari penyebaran berita ini. Yasa yakin semua ini pasti ada dalangnya. Semua ini terjadi dengan cara tiba-tiba. Yang awalnya semua lancar-lancar saja secara mengejutkan berita ini muncul.

__ADS_1


Yasa mengepalkan tangannya dengan erat. Tadi dia sudah membaca beberapa komentar netizen di kolom komentar. Banyak yang melontarkan kata-kata buruk dna makian kepada sang istri. Sungguh hati Yasa sakit membaca semua itu.


Meskipun di depan Kaluna Yasa menyetujui untuk tidak melakukan apa-apa, tapi ia punya rencana. Ia tidak akan membiarkan sang istri di hujat terus.


" Sementara ini jangan buka media sosial atau baca berita oke?"


" Iya pak suami, kali ini aku akan mengikuti perintah mas."


Kaluna tersenyum sambil mengedip-ngedipkan matanya. Sungguh membuat semua amarah Yasa yang ada di hati seakan hilang menguap tanpa bekas. Kini ia merasa gemas setengah mati dnegan sang istri yang semakin dilihat semakin cantik.


" Apa kau menggodaku?"


" Eeh?"


Kaluna terkejut saat hijab nya sudah dibuka oleh Yasa dan sebuah ciuman mendarat di leher putih miliknya tersebut. Yasa langsung mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke atas ranjang. Wajah Kaluna sudah diciumi oleh Yasa, ia hanya pasrah mendapat serangan tiba-tiba dari sang suami.


" Mas, mau apa? Ini masih siang lho!"


" Mau ngadon adik buat Tara. Nggak ada aturan melakukan ibadah itu harus malam hari. Kan malah bagus nggak harus nyalain lampu."


" Mas ... ."


" Hmm."


Yasa sudah tidak menghiraukan penggilan sang istri. Ia tengah sibuk dengan apa yang dia kerjakan saat ini yakni mencari surga dunia yang sudah tentu halal baginya.


Sungguh aku tidka akan membiarkanmu menangis. Kau akan mencari dalang dari semua kesusahanmu ini.


Yasa memandang wajah Kaluna lekat. Ia sadar bahwa dirinya sudah benar-benar jatuh cinta kepada sang istri. Kejadian ini membuatnya semakin yakin bahwa Tuhan memang menakdirkan mereka untuk bersama.


" Aku mencintaimu istriku, Kaluna Trisha Danendra. Apa kamu juga sudah mencintaiku?"


" Aku juga mencintaimu pak mantan dosen Yasa Narataman Dwilaga. Tapi mas pintunya belum di kunci. Takut Tara lari masuk."


Mata Yasa membelalak. Baru saja dia akan menerobos milik sang istri akhirnya urung dan lari menuju ke pintu dna menguncinya rapat mengingat mereka sudah punya bocil usia 5 tahun yang kelewat pintar itu. Lewat dikit, itu anak bisa lari masuk kamar, apa lagi Tara juga begitu khawatir mengenai keadaan bundanya.

__ADS_1


Ketika kembali Yasa akhirnya hanya merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluk tubuh polos istrinya. Momen yang diciptakan sudah ambyar gara-gara soal pintu yang belun dikunci.


" Mas,"


" Ngadon nya dilanjut nanti malam aja. Udah ilang rasanya juga sekarang. Doi juga udah lemes. Haish, semprul."


Kaluna terkekeh geli, ia kemudian membalikkan tubuhnya dan mencium pipi Yasa pelan. Banyak hal yang ia syukuri. Kaluna yakin di setiap kejadian pasti ada hikmah yang bisa diambil. Seperti kejadian 6 tahun lalu itu, dirinya akui itu memang salah. Jiwa mudanya masih begitu naif karena begitu mudah terpancing dengan tantangan Klara.


" Klara, apa semua ini adalah ulah Klara?"


" Apa sayang?"


" Klara mas, apa semua ini ulah Klara? Tapi aku sudah lama tidak bertemu dengan dia. Jadi mana tahu dia tentang pernikahan kita. Aah sudah lah mas tidak mau suuzdhon."


Jika Kaluna mengabaikan pikirannya itu, tapi tidak dengan Yasa. Yasa malah berpikir keras mengenai hal tersebut.


πŸ€πŸ€πŸ€


Di kediaman Dwilaga Hasna dan Radi sungguh terkejut saat mendengar video yang belum lam adi upload itu sudah di repost oleh banyak akun. Hasna bahkan sampai menutup mulutnya sendiri dengan tangan sebagai tanda keterkejutannya.


Pub dengan Radi, ia tidak kalah terkejutnya melihat Kaluna yang muncul di publik. Meski wajah nya di tutupi stiker tapi tetap saja mereka tahu bahwa itu adalah sang menantu.


" Kak, Kaluna menjadikan dirinya sebagai tameng untuk Yasa? Sekarang bagaimana ini kak, aku takut mental Kaluna kena jika banyak netizen yang menyerangnya. Rekasi masa memang beragam, tapi yang berkomentar buruk sungguh keterlaluan."


" Iya sayang, anak itu sungguh melakukanya lebih cepat. Sebentar aku akan memikirkan cara. Kita tentu tidka bisa tinggal diam. Kita harus memberitahu kepada publik juga kalau Yasa menikahi Kaluna bukan hanya sekedar karena itu."


Radi tengah berpikir, ia tidak akan membiarkan menantu dan cucunya dibicarakan buruk. Lagi, sepertinya ia akan menggunakan pamornya untuk menekan hal-hal buruk yang akan terjadi.


Sudah kepalang tanggung nyemplung di media, maka Radi akan sekalian menggunakan kekuatan media untuk mengembalikan keadaan. Saat ini Radi juga tengah berpikir untuk mencari tahu kira-kura siapa dalang dibalik semua ini. Ia yakin jika bukan musuh keluarga Dwilaga maka ini pasti musuh Kaluna atau minimal orang yang tidak suka dengan sang menantu.


Radi tentu tahu Kaluna termasuk salah satu mahasiswa Univeristas Nusantara yang populer waktu itu. Bahkan kabar dia drop out dari kampus menjadi bahan pembicaraan selama beberapa hari. Dari situ Radi yakin pasti banyak yang tidka menyukai Kaluna.


" Siapa dalangnya, aku akan yakin mendapatkannya."


TBC

__ADS_1


__ADS_2