Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 52. Banyak Yang Menargetkan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kembali ke apartemen Klara tidak lepas menyunggingkan senyum. Wanita itu bagai menerima sebuah jackpot. Sudah banyak hal yang ia bayangkan sekarang. Kaluna, wanita yang selalu menjadi pusat perhatian semasa kuliah itu benar-benar membuat Klara seperti tersingkir.


Bagaimana tidak, saat Kalun tidak lagi nampak di kampus dan, kabar dia drop out dari universitas masih saja membuat wabita itu populer. Para pemuda bahkan tak jarang yang menanyakan keberadaan Kaluna kepada Klara.


Klara pikir setelah Kaluna DO akan membuat ia menjadi primadona kampus. Tapi ternyata tidak. Kepopuleran Kaluna tetap tidak bisa dikalahkan oleh dirinya. Terlebih masih ada Brisia di sana.


Tapi rupanya hal itu sekarang akan dia manfaatkan untuk kembali menjatuhkan Kaluna. Yasa menikah dengan Kaluna jelas diam-diam. Jika tidak, mana mungkin seorang profesor muda, putra dari Profesor Radian Nareen Dwilaga yang merupakan salah satu pemilik Universitas Nusantara itu tidak membuat pesta besar. Hal ini pasti akan memancing pertanyaan publik.


Klara tidak perlu mencari apa yang terjadi sebenarnya, pasti media sudah bergerak. Sekarang ia tinggal memberi kabar ini ke salah satu portal berita dan Klara yakin baim rumah maupun kampus pasti akan ramai di datangi oleh awak media.


Keluarga Dwilaga adalah keluarga terpandang. Ada berita sedikit kabar sedikit saja mengenai keluarga itu pasti akan menjadi incaran para pemburu berita.


" Halo, i have a good news for you. Ya ini sungguh berita luar biasa. Dosen sekaligus profesor muda Yasa Naratama Dwilaga sudah menikah hari sabtu kemarin. Pernikahannya diadakan tertutup. Aku yakin pasti ada yang disembunyikan. Ini akan jadi berita yang menjual. Ingat jangan pernah kau singgung namaku. Mengerti!"


Klara tersenyum puas setelah menghubungi seseorang yang ia yakini bisa


membuat berita ini semakin ramai.


***


Dini hari di perkebunan, Tarjo sedang mempersiapkan sayuran yang akan dia bawa ke pasar impres. Tatang sungguh senang, permintaan terhadap sayurannya meningkat. Semua ini berkat keberhasilan mereka menghasut para warga.


Dengan penuh percaya diri Tarjo mengantarkan sayur-sayur ke pasar tersebut. Bahkan dia mengikuti mobil bak terbuka dengan motor dari belakang. Sebuah bayangan hasil yang banyak begitu menempel dalam pelupuk mata Tarjo.


" Aku yakin Juragan Tatang pasti akan semakin senang dan tentu bonus ku akan semakin banyak. Aku sungguh menantikan hal tersebut."


Ckiiiit

__ADS_1


Mobil bak terbuka itu langsung masuk ke dalam pasar dan mencari tempat dimana biasa mereka mangkal. Akan tetapi semua tampak sunyi, tidak ada yang mendekat. Para pedagang sayur juga tidak ada yang mendatangi mobil mereka.


Tarjo dan beberapa anka buahnya tentu bingung. Mengapa semuanya seakan acuh dengan kedatangan Tarjo. Padahal beberapa hari ini sayuran mereka setiap kali datang langsung ludes diserbu pembeli.


Tarjo masih berpikir positif, mungkin ia datang terlalu pagi jadi belum ada yang datang. Tarjo kemudian meminta anak buah nya untuk mengirimkan sayur-sayuran ke tempat biasanya mereka memasok. Namun beberapa saat kemudian anak buah Tarjo kembali dengan sayuran yang masih utuh.


" Kenapa ini. Kok dibawa balik sih?"


" Ampun kang. Mereka nggak mau lagi nerima sayuran dari kita. Mereka bilang sayuran kita jelek, jadi nggak laku dijual lagi."


" Sialan, brengsek!!!"


Tarjo mengeram marah. Ia sungguh kesal dengan laporan dari anak buahnya itu. Bagaimana bisa tiba-tiba semua pedagang tidak menerima pasokan sayur dari perkebunan Juragan Tatang? Tarjo tentu bingung sekarang. Ia pasti akan kena damprat oleh Juragan Tatang. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya memang begitu keadaannya.


Sebenarnya para pedagang itu sudah kapok mengambil sayuran dari Tatang. Yang pertama, sayuran milik Tatang benar-benar jelek, banyak yang busuk. Yang kedua, harganya yang jauh lebih mahal. Dan, yang ketiga adalah timbangannya yang menurut mereka curang. Bukannya untung tapi mereka malah merugi. Akhirnya para pedagang di pasar sepakat untuk berhenti mengambil sayur dari tempat Tatang.


" Kang, ini gimana?" tanya salah satu anak buah tatang. Orang tersebut tampaknya sudah sangat takut sekarang. Membayangkan kemarahan kemarahan Juragan Tatang membuat dia bergidik


" Ya mau gimana lagi, ayo kembali dna melaporkan ini kepada juragan. Percuma juga kita di sini."


Mereka tertunduk lesu. Sudah dipastikan mereka akan mendapat kemarahan sang juragan. Meskipun sudah biasa sebagai objek pelampiasan amarah, tapi tetap saja mereka enggan.


Brakkk!!


" Apa ini, masa jual sayur saja kalian tidka becus. Kenapa masih utuh hah!"


Amarah Tatang meledak. Baru kemarin di merasa senang dengan kabar bahwa hasutan yang ia perintahkan terhadap putri dari rivalnya berhasil, kini dia harus mendapati kenyataan bahwa anak buahnya gagal menjual hasil perkebunannya.

__ADS_1


Pyaaar


Sebuah gelas berisi anggur merah ia lemparkan tepat ke arah Tarjo. Beruntung gelas itu tidak mengenai kepala Tarjo, tapi meleset ke samping. Jika iya mungkin kepala Tarjo saat ini sudah berlumuran darah.


" Sekarang apa penjelasanmu Jo!"


" Ampun juragan. Mereka bilang sayuran kita jelek dan mereka malah rugi kalau mengambil sayuran tempat kita."


" Bedebah. Sialan! Ini pasti gara-gara anak Si Raffan itu. Sepertinya aku benar-benar tidak bisa tinggal diam. Siapkan orang kita. Jika melalui perkebunan tidak bisa membuat mereka mundur, maka aku akan menghancurkan vila dan orang-orang di dalamnya dengan secepatnya."


Tarjo mengangguk patuh. Ia langsung pamit undur diri untuk melaksanakan perintah dari sang juragan. Tampaknya kali ini Tatang benar-benar akan melaksanakan aksi nya. Pria paruh baya itu sungguh berpikiran sempit. Menganggap orang lain sebagai rival lalu ingin menjatuhkannya dengan berbagai cara.


Tatang tidak pernah berpikir bagaimana ke depannya dna akibat aoa yang ia dapat. Saat ini emosi yang menguasai dirinya menjadikan pria itu sungguh diluar batas. Rencananya tentu saja ingin melukai keluarga Raffan yang saat ini berada di vila.


Di ibu kota Raffan sungguh merasakan sesuatu yang tidak enak. Hatinya begitu gelisah teringat akan cucu, anka dan menantunya. Sedari tadi ia hanya mondar-mandir dari ruang tamu ke dapur. Seakan tahu akan ada hal yang buruk menimpa, Raffan lalu bergegas mengambil kunci mobil dan berjalan cepat ke luar.


" Mas ada apa?"


" Perasaanku nggak enak Van. Aku akan ke vila sekarang. Aku merasa akan ada hal buruk yang terjadi."


" Tunggu, aku ikut. Aku ambil jaket dulu."


Beberapa saat kemudian, Raffan dan Vanka sudah berada di dalam mobil. Raffan mengemudikan mobilnya dengan lebih cepat. Vanka yang tadinya tenang kini ikut merasa khawatir dan was-was ketika melihat raut wajah sang suami yang begitu tidka tenangnya.


" Aku harap mereka baik-baik saja Van. Sungguh hatiku tidak tenang sekarang."


TBC

__ADS_1


__ADS_2