
Yasa langsung di sambut oleh Dika dan Silvya. Kedua orang tua itu tentu sudah tahu mengenai apa yang saat ini terjadi. Terlihat wajah Yasa yang begitu lesu. Dika tentu tahu apa yang dirasakan oleh sang keponakan.
" Paman harap istri dan putramu belum tahu mengenai pemberitaan ini."
Ucapan Dika sebenarnya Silvya kurang setuju. Jika apa yang dikatakan Mr. Sun benar adanya bahwa Taraka adalah Raka Pittore maka sudah dipastikan Tara akan tahu kabar ini lebih cepat dari perkiraan. Mungkin kabar baiknya bocah itu akan menyembunyikan berita ini untuk sementara waktu.
Tak berselang lama Radi dan Hasna sampai juga di kediaman Dika dan Silvya.
Depan rumah mereka tampak sepi. Tentu saja tanpa sepengetahuan siapa pun Silvya menempatkan beberapa penjaga dengan jarak beberapa blok sebelum sampai di rumah nya. Maka dari itu tidak akan ada orang asing yang bisa mendekati rumah Silvya dan Dika.
" Yas, anak-istrimu belum tahu kan tentang semua ini?"
" Yasa harap belum yah. Soalnya tadi pun Yasa tahu kabar ini sudah ditengah perjalanan menuju ke kota."
Tampak Radi dan Hasna menghembuskan nafasnya lega. Tapi tidak dengan Silvya. Ibu dari Nataya dan Nadita itu berjalan menjauh ke belakang untuk menghubungi Mr. Sun. Silvya sedang memastikan apakah Tara menghubungi sang hacker atau tidak soal kasus ini.
" Sun, apa cucu ponakan ku menghubungi mu soal kabar mengenai Yasa dan Kaluna?"
" Sampai detik ini belum Q. Jika bocah itu merasa ada hal yang mengganggu bunda nya pasti dia akan bergerak. Kau tenang saja. Aku akan segera memberitahu mu jika dia menghubungiku."
" Baik, aku mengerti. Thanks Sun."
Silvya tidak ingin semua curiga. Ia pun segera kembali ke ruang keluarga dan membawakan teh hangat untuk semua orang. Lumayan untuk mengurangi ketegangan yang terjadi.
Sambil meminum teh yang disajikan Silvya, masing-masing dari mereka sibuk berpikir akan suatu hal. Menimbang bagaimana yang baik dan harus dikatakan kepada publik. Mereka tidak mungkin menghindar terus dari kejaran wartawan. Apa yang disampaikan oleh Radi tadi tentu tidak memuaskan para pencari berita.
__ADS_1
" Yas, apa tidak mengatakan saja bahwa kamu dijebak?" ucap Hasna memecah keheningan yang lumayan lama terjadi.
" Kalau Yasa mengatakan hal demikian berarti akan menyudutkan Kaluna bu. Kaluna akan dituduh sebagai wanita nggak bener," sanggah Yasa. Dia tidak mungkin mengatakan hal tersebut. Yasa tidak mau Kaluna jadi bulan-bulanan masyarakat nantinya.
" Tapi katanya ada wanita yang sengaja menjebak kalian?" tanya Hasna kembali.
" Tidak ada bukti yang menguatkan hal tersebut. Sekalipun Brisia putri Uncle Jason sebagai saksi tetap tidak menguatkan hal tersebut bu. Karena tidak ada bukti fisik nya," jelas Yasa lesu.
Permasalahan ini benar-benar membuat dirinya bingung. Di satu sisi bisa menghancurkan Kaluna di sisi lain bisa menghancurkan karir dirinya juga. Yasa mengacak rambutnya kasar. Dalam hati berkata, apa ini adalah bagian dari cobaan pernikahan mereka berdua yang bahkan belum seumur jagung?
πππ
Di sebuah apartemen seorang wanita tengah tertawa lebar saat melihat berita-berita yang berseliweran mengenai Yasa dan Kaluna. Siapa lagi kalau bukan Klara. The one and only orang yang ingin menghancurkan hidup Kaluna dari berbagai sisi.
Wanita itu tampaknya benar-benar sudah tidak bisa disembuhkan penyakit hati yang menggerogoti jiwanya. Padahal mereka tak lagi berhubungan layaknya dulu masih sama-sama berkuliah. Akan tetapi melihat senyum dan tawa Kaluna yang begitu bahagia membuat Klara tidak suka bahkan membenci.
" Hahaha Kal ... Kal ... Tidak lama lagi kamu pasti akan menderita. Aku yakin, bahwa kamu bahkan tidak akan berani menampakkan wajahmu di depan publik. Dan satu hal yang pasti, kau akan ditinggalkan oleh keluarga pria itu. Aku yakin mereka tidak akan mengorbankan putra mereka untuk melindungi wanita sepertimu. Aku sangat yakin bahwa mereka pasti akan melimpahkan semua kesalahan ini padamu."
Klara berucap penuh percaya diri dengan semua argumennya. Kini yang ada dipikiran wanita itu adalah keluarga Dwilaga akan menyudutkan Kaluna untuk menyelamatkan karir Yasa sebagai dosen. Tidak mungkin keluarga besar Dwilaga membiarkan salah seorang anggota keluarganya hancur karirnya seketika hanya untuk membela seorang wanita yang bahkan tidak sebanding dengan mereka.
Jika menilik ke belakang Kaluna dan Yasa tentu memiliki status sosial yang jauh berbeda. Lihatlah keluarga Yasa, ada profesor, dokter bedah terbaik, pemilik universitas, pemilik rumah sakit, CEO LT, pemilik perkebunan, pemilik perhiasan dan masih banyak lagi.
Circle pertemanan mereka pun bukan sembarangan. Jadi sebuah kesimpulan yang Klara tarik adalah mereka akan mengorbankan Kaluna dalam masalah ini.
" Aku sungguh tidak sabar menanti saat itu Kal. Kamu mungkin kemarin menjadi seorang Cinderella tapi tak lama lagi kamu akan kembali jadi Upik Abu. Haish, nikmatilah masa-masa emasmu sekarang."
__ADS_1
Klara kembali terkekeh. Bayangan Kaluna yang menderita membuat wanita itu bahagia. Karena, memang dari dulu itulah yang dia inginkan. Siapa sangka, setelah bertahun-tahun berlalu dia kembali bertemu dengan Kaluna kembali. Dan, siapa sangka dia diberi kesempatan untuk menghancurkan Kaluna kali ini.
Tok tok tok
Ditengah khayalannya mengenai kesuraman yang menyelimuti Kaluna terdengar pintu apartemennya di ketuk. Klara mengerutkan keningnya, ia merasa tidak sedang berjanji untuk bertemu siapapun. Dia juga merasa tidak memesan paket atau apapun.
Enggan banyak berpikir Klara berjalan menuju pintu dan membuka nya. Sebuah senyum mengembang dari seseorang yang ada di balim pintu apartemen milik Klara tersebut.
" Hay honey."
" Tck, mau apa kamu kesini Lio aku sudah bilang kita tidak bisa berhubungan."
Ya, orang yang datang ke apartemen Klara adalah Lio. Pria itu benar-benar menginginkan KLara menjadi kekasihnya. Dia kukuh mengejar Klara meskipun bolak-balik ditolak. Pria itu sungguh pantang menyerah. Ia sudah bertekad untuk mendapatkan wanita yang membuatnya selalu ingin menyalurkan hasratnya itu.
Lio adalah seorang player, dan baru kepada Klara ia benar-benar ingin memiliki wanita itu sepenuhnya. Bahkan Lio sudah berhenti bermain dengan para wanita saat ia mulai mendekati Klara. Jatuh cinta kah Lio pada Klara? Entahlah. Tapi yang Lio tahu dan rasakan ia sungguh menginginkan Klara ada di sampingnya.
" Oke I know. Aku hanya ingin berteman. Apa itu juga membuatmu keberatan. Aku tahu kamu tidak menyukaiku, baiklah aku terima itu. Jadi aku memutuskan untuk berteman dengan mu."
Klara terdiam sesaat mendengar semua yang Lio ucapkan. Sorot mata pria itu terlihat serius dan tidak ada kebohongan di sana.
" Oke, ingat ya. Just a friend."
" No problem baby. Kita memang seharusnya berteman terlebih dulu bukan."
Klara akhirnya membiarkan Lio masuk. Saat Klara membalikkan tubuhnya saru sudut bibir Lio terangkat.
__ADS_1
" Kita lihat saja apakah benar kamu hanya akan menganggap kita berteman? Aku akan membuatmu jatuh kedalam pelukanku Ra."
TBC