
Braaak
Pyaaar
Sebuah meja digebrak dengan begitu keras. Gelas yang ada ditangan dilemparkan ke sebuah dinding dan pecahan gelas tersebut berhamburan.
" Sialaan, brengseek!!! Mengapa hal seperti itu saja tidak becus dilakukan hah! Bukannya itu adalah hacker kelas internasional, mengapa
membobol sebuah surel saja tidak mampu! Percuma aku membayarnya mahal! Arghhh!"
O'connel sungguh kesal. Ia berteriak dan memaki, orang suruhannya tidak bisa melacak keberadaan Pittore. Padahal tinggal sedikit lagi, tapi semuanya itu langsung diketahui oleh pihak sana.
" Maafkan kami tuan, mereka memiliki tim IT yang hebat. Bahkan jaringan kami bisa dikacaukan. Saat ini kami tengah kesusahan untuk membersihkan virus-virus itu yang mereka kirimkan kepada kami."
" Sialan!"
O' Connel benar-benar marah luar biasa. Sudah beberapa hari berada di negara lain tapi tujuannya belum kunjung juga tercapai. Ia kemudian memilih masuk ke kamarnya. Mengambil sebuah cerutu lalu menghisapnya. " Berpikir, berpikirlah, siapa yang ada dibelakang Pittore. Mengapa sepertinya ia tidka bisa disentuh?"
O'Connell kemudian mengambil tabletnya dan mencoba mengakses website milik Tara. Sekali dua kali ia masih berusaha mengirim pesan, ketiga kali nya saat ia kembali menuliskan website milik Tara, website itu tidak berpengguna.
Semakin marahlah O' Connel mengetahui bahwa web milik Pittore hilang. Kini dia sama sekali tidak memiliki petunjuk apapun. Pria itu melempar tabletnya dengan kasar ke atas tempat tidur. Ia juga mematikan cerutunya.
" Tidak, aku tidak mungkin semudah ini menyerah. Bukankah sepandai-pandainya tupai melompat maka dia juga bisa jatuh. Aku yakin tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitupun orang-orang yang ada di belakang Pittore, aku yakin mereka pasti memiliki kelemahan."
Hanson 0'Connell benar-benar gigih. Ia kembali mengambil tabletnya dan mulai berselancar mencari semua pelanggan Pittore. Bukan hanya itu, O' Connell juga menanyai mereka satu persatu mengenai informasi tentang Pittore. O'Connell benar-benar tidak keluar dari kamarnya karena hal yang dia lakukan itu.
__ADS_1
πππ
Setelah acara lamaran Zion dan Zalfa selesai kini semuanya kembali ke kota J. Pun dengan Yasa, Kaluna dan Juga Tara. Sesuai dengan instruksi Arduino, Tara benar-benar tidak menyalakan kedua gawainya tersebut.
Kaluna sejenak melirik ke arah putranya, Tara tampak diam saja dan tidak bicara apapun. " Kenapa diam saja nak, apa ada sesuatu yang mengganggumu?"
" Aah tidak ada bund. Semua baik-baik saja kok." Tara mengatakan itu dengan senyum. Tapi sangat jauh berbeda dengan hatinya. Saat ini Tara merasa begitu resah. Ada sesuatu yang tidak enak dalam dirinya. Namun, ia tidak mengerti apa itu.
Tara menghentikan pikiran tidak karuannya itu, ia memejamkan mata mencoba untuk tidur di dalam mobil. Perjalanan dari vila ke rumah yang berada di kota J lumayan lama maka dari itu tidur menjadi pilihan terbaik saat tidak menggunakan ponsel.
Yasa melihat Tara dari kaca spion dalam mobil. Pria itu tersenyum saat melihat sang putra terlihat tertidur lelap. Begitu juga dengan Kaluna.
" Mas kapan kita akan memberitahunya?"
Meskipun Kaluna sedikit khawatir bahwa Tara nanti akan cemburu kepada bayi yang dikandungnya, tapi Tara harus segera tahu bahwa dia akan segera punya adik. " Semoga Tara bisa menerima adiknya."
Mereka tidak tahu saja, punya adik adalah keinginan terbesar Tara. Dalam pikiran bocah itu, jika punya adik maka kerepotan mengurus segala pemberian nenek buyut Carolina akan bisa dibagi-bagi. Sungguh strategi yang cerdas.
Yasa kembali fokus mengemudi, tampaknya ia tertinggal dari kedua mobil milik ayah dan uncle nya. Tentu saja hal itu terjadi, Yasa memilih mengemudi dengan tenang dan tidak terlalu cepat mengingat di dalam mobilnya ada anak kecil dan juga ibu hamil.
Tapi Yasa merasa heran saat melihat ke belakang mobilnya melalui kaca spion. Ia merasa ada yang mengikuti. Mengapa demikian? Karena semenjak keluar dari perkebunan dan mulia melintasi jalan raya mobil hitam itu terus berada di belakang mobilnya.
" Kenapa mas?"
" Entah hanya perasaanku saja atau bagaimana, tapi akh merasa mobil kita seperti diikuti?"
__ADS_1
Kaluna kemudian menoleh ke belakang. Ia memastikan apakah yang dikatakan sang suami benar atau bukan. Saat mihat dnegan seksama Kaluna setuju dnegan Yasa. Mobil di belakang mereka itu memang seperti mengikuti mereka.
" Mau apa mereka mas. Aku jadi agak takut."
" Entahlah sayang. Tenang ya, berdoa saja semua baik-baik saja."
Yasa sungguh was-was, meskipun bibirnya mengatakan tenang tapi hatinya tidak. Bagaimanapun juga di dalam mobil yang ia bawa ini ada anak dan istri serta calon anak keduanya. Yasa tentu sedikit kalut, jika benar mobilnya diikuti orang jahat itu mungkin akan berakhir dengan tidak baik.
" Jangan takut yah, bund, mereka orang baik kok."
Kaluna menoleh ke kursi belakang, di susul oleh Yasa tapi pria itu hanya sebentar melihat sang putra. Yasa harus kembali fokus mengemudi lagi. Meskipun begitu ia melihat Tara dari kaca spion.
Tara berkata seperti itu dengan mata tertutup. Awalnya Kaluna ragu saat mendengar Tara berbicara, ia beranggapan bahwa Tara hanya sekedar mengigau. Tapi rupanya bocah itu menjawab saat Kaluna melontarkan pertanyaan.
" Maksud Tara bagaimana, apa Tara mengenal mereka?"
" Mengenal sih tidak, tapi Tara tahu mereka orang baik. Mereka memang disuruh untuk menjaga kita."
Kaluna hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sungguh ia tidak mengerti sama sekali dengan ucapan putranya. Tapi tidak dengan Yasa, ia jelas mengerti maksud Tara. Jika apa yang dikatakan Tara benar, maka orang-orang tersebut bisa jadi adalah orang-orang dari bibi nya Silvya ataupun uncle Arduino nya. Hanya mereka yang bisa melakukan itu. Tapi satu pertanyaannya, untuk apa mereka mengawal mobilnya dan dari kapan itu dimulai.
" Sepertinya masih ada yang disembunyikan dari anak itu. Haish, Tara, apa yang belum kau beritahukan kepada ayah hmmm? Ayah jadi penasaran dan tidak sabar untuk menginterogasi mu nanti sesampainya di rumah."
meskipun sangat penasaran, Yasa menarik nafas penuh kelegaan. Paling tidak semuanya baik-baik saja sekarang. Tinggal menanyai apa yang disembunyikan oleh putranya.
TBC
__ADS_1