Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 76. Legowo


__ADS_3

Yasa, Kaluna dan Tara sudah bersiap menuju tempat dimana mereka akan mengadakan konferensi pers. Awalnya Kaluna masih sangat ragu dengan keputusan Yasa ini. Akan tetapi Yasa meyakinkan bahwa jalan ini memang lah harus ditempuh karena untuk mengembalikan nama baik mereka. Bukankah kita berhak membela diri jika merasa dirugikan?


Kaluna mengenakan gamis motif bunga berwarna salem dan jilbab lebar polos berwana sedana. Sedangkan Yasa menggunakan setelan celana bahan dan kemeja berwana navy selaras dengan Tara yang menggunakan pakaian engan sang ayah.


" MasyaaAllaah cantiknya istriku," puji Yasa. Wajah Kaluna langsung bersemu merah. Setiap hari Yasa semakin sering menunjukkan rasa cinta kepada sang istri juga sang putra.


" Bunda emang udah cantik dari dulu yah, tapi sekarang lebih cantik karena berhijab."


Yasa menganggukkan kepalanya. Ia tentu setuju dengan ucapan sang putra. Kaluna memang sudah cantik dari dulu maka dari itu terbesit rasa tidak ikhlas dalam diri Yasa saat akan menunjukkan video rekaman kamera pengawas yang ia dapat dari om nya. Tapi mau tidak mau itu harus ditunjukkan karena merupakan bukti kuat perlakuan buruk Klara.


" Baiklah, mari berangkat. Kalian siap."


" Insha Allaah siap."


Kaluna dan Tara menjawab bersamaan. Lagi-lagi Soul Restourant tempat yang dipilih oleh Frans untuk melakukan siaran pers tersebut. Di sana sudah datang Zion dan Brisia. Frans lagi-lagi terpesona dengan tampilan Brisia.


Meskipun hanya menggunakan rok span โ…ž berwarna hitam dan kemeja berwana putih ditambah blazer hitam membuat Brisia tampak anggun. Rambut panjang kecoklatan sepanjang bahu dibiarkan saja tanpa diikat membuat tampilan Brisia semakin cantik.

__ADS_1


" Buset, apa aku jatuh hati sama gadis itu. Apa ini namanya love at first sight. Haish entahlah."


Frans menggelengkan kepalanya mengusir semua pikirannya yang entah melayang kemana-mana. Ia kembali fokus kepada para awak media yang ia undang. Sebuah tempat VIP di pesan oleh Frans agar klarifikasi atau yang sebenarnya konferensi pers itu bisa terlaksana dengan aman dan nyaman.


Sekitar 15 menit kemudian mobil Yasa memasuki lahan parkir Soul Restorant. Zion dan Brisia menyambut ketiga orang yang keluar dari mobil tersebut. Zion jug langsung menggendong Tara dan membawa mereka menuju ruang VIP yang sudah ada awak media di sana.


Yasa melihat ke arah Kaluna. Istrinya itu tampak tidak tenang. Yasa lalu menggenggam erat tangan Kaluna. Memberi isyarat bahwa semua akan baik-baik saja.


Kelima orang itu masuk bergantian. Pertama Zion dengan menggendong Tara, lalu Kaluna beriringan dengan Yasa dan Brisia ada di belakang keduanya. Satu per satu menempati tempat duduk yang sudah Frans sediakan. Jepretan kamera awak media tak ada henti hingga Frans mengangkat tangan kanannya sebagai tanda mereka harus stop melakukan hal tersebut.


" Baiklah, peraturan sudah saya berikan tadi. Saya harap rekan media bisa mematuhinya. Jika tidak kami tidak akan segan untuk mengeluarkan Anda dari ruangan ini."


" Saya tidak akan berlama-lama. Hadirnya saya di sini yakni ingin memperkenalkan kepada semuanya. Ini adalah istri dan anak saya. Dua orang penting yang kini berada dalam hidup saya dan menjadi prioritas saya."


Semua mata awak media menatap kagum kepada Yasa. Terlihat sekali Yasa memang mencintai istri dan juga anaknya. Ditambah adanya Tara di sana membuat semua orang terpaku. Bocah kecil menggemaskan itu benar-benar membuat semua orang ingin melihatnya lebih dekat.


" Namun bukan hanya itu yang akan saya katakan di sini. Saat ini saya sudah mendapatkan satu bukti bahwa apa yang kalian semua prasangka kan kepada istri saya adalah salah. Dua irang yang disebelah saya adalah saksi dan pemegang buktinya."

__ADS_1


Dua buah layar di turunkan. Dua buah video pun diputar bersamaan. Yang satu lengkap dengan audio dan yang satu hanyalah visualnya saja. Rekaman kamera pengawas yang di dapat tentu tidak memuat audio. Tapi rekaman yang Zion dapatkan langsung menguatkan video lainnya tersebut.


Semua rekan wartawan tentu terkejut melihat semuanya. Di sini benar-benar membuktikan bahwa Kaluna, istri sang profesor muda itu tidak seperti yang orang-orang tuduhkan.


" Anda bisa melihat di sana. Kejadian 6 tahun yang lalu itu benar adanya karena saya merupakan saksi. Saya adalah sahabat Kaluna, saat wanita tersebut menjebak Kaluna saya jelas tahu hal tersebut. Kaluna menerima tantangan itu karena dia pikir hanya sekedar memberi kue, tidak pernah terbesit bahwa lilin yang ada dalam kue tersebut mengandung senyawa afrodisiak. Dan, saya masih menyimpan lilin tersebut."


Brisia mengeluarkan lilin itu, dan memang sama persis dengan apa yang ada dalam rekaman cctv. Ternyata, Kaluna sempat membuka kue yang diberikan oleh Klara jadi lilin yang diminta untuk dinyalakan oleh Klara juga terlihat di sana.


Apa yang saat ini dilakukan oleh Yasa CS rupanya disiarkan langsung oleh salah satu akun youtube milik JD Advertising. Terang saja kehebohan terjadi di dunia maya. Dimana orang yang awalnya merutuki Kaluna kini langsung berbalik membela bundanya Tara. Dan, tentu saja hujatan diberikan kepada wanita yang telah menjebak Kaluna.


Satu hal yang diminta Kaluna kepada Yasa dan Zion serta Brisia, dia tidak mau mengungkap identitas Klara.


Awalnya Yasa dan Brisia tidak setuju dengan ide Kaluna. Akan tetapi, sebuah kalimat yang diucapkan Kaluna membuat dua orang itu akhirnya setuju. " Jangan membalas keburukan dengan keburukan juga. Aku ikhlas dengan apa yang menimpaku, dan semoga dia diberi hidayah untuk menyadari setiap kesalahan yang dia perbuat."


Maka ini lah yang terjadi, wajah Klara di dua video itu disamarkan. Wartawan pun dibuat penasaran. Kira-kira siapa wanita tersebut. Salah satu dari mereka pun melayangkan pertanyaan itu. Tapi jawaban Kaluna lagi-lagi membuat mereka takjub. Mana ada orang yang disakiti sedemikian dan difitnah banyak orang bahkan bisa dibilang hingga masa depannya hancur bisa dengan legowo menerima.


" Kami di sini memang untuk meluruskan yang terjadi. Tapi bukan berarti kami terutama saya pribadi ingin membalas orang tersebut dengan menyiarkan keburukannya. Saya bukan orang suci dna saya juga tidak munafik bahwa saya marah dengan hal tersebut. Jika ada yang bilang kalau sudah terima ya ngapain klarifikasi? Maka saya akan menjawab, bukankah berhak bagi kita membela diri? Tapi membela diri disini bukan kembali menyalahkan orang lain."

__ADS_1


Yasa merangkul bahu sang istri. Kaluna benar-benar tangguh menghadapi apa yang terjadi dalam hidupnya. Bahkan wanita itu mengatakan bahwa ia sudah mengikhlaskan apa yang terjadi selama ini.


TBC


__ADS_2