
"Selamat datang tuan," ucap seorang penjaga klub pada pria yang mengangkat wajahnya angkuh selepas turun dari mobil mewahnya.
Pria itu hanya mengangguk pelan dan memasuki klub yang sudah sering dia kunjungi apalagi saat pekerjaannya menumpuk. Maka setelah selesai pria yang bernama lengkap Jarel Evander itu akan mengunjungi klub .
"Felix, ambilkan sebotol vodka untukku," pinta Jarel pada sang batender.
"Mukamu sangat kusut," ejek Felix sambil memberikan sebotol vodka pada jarel. Jarel hanya melirik sekilas kearah Felix tanpa menanggapi pernyataan bodoh Felix.
Meneguk minumannya hingga habis Jarel kemabli memanggil Felix. " 2 botol lagi," ucapnya.
felix mengernyit bingung namun tetap mengambil vodka untuk Jarel. Biasanya Felix bahkan tak menghabiskan 1 botol dan sekarang meminta 2 botol lagi.
Tak beberapa lama Jarel kembali mengabiskan minumannya. Jarel sudah hampir mabuk dan dirinya kembali memanggil Felix sedangkan Felix memelototkan matanya, jika Jarel kembali meminta vodka maka felix tak akan memberikannya lagi.
"Sisanya untuk mu," ucap Jarel mengeluarkan beberapa lembar uang 100 ribu.
"Sering sering ya bro," balas Felix sumringah.
Jarel mengangguk dan beranjak pergi untuk pulang kerumahnya. Jarel masih memiliki sedikit kesadaran namun di tengah jalan dia terjatuh. Jarel mengumpat dan kemabli berdiri sambil memegang dinding sebagai tumpuannya dan sayangnya dia kembali terjatuh.
sayup-sayup Jarel mendengar langkah sepatu mendekat ke arahnya ternyata itu seorang wanita. Wanita itu membantunya berdiri dan merangkulnya dan membawanya ke kamar kosong. Jarel tak menolak sama sekali dan hanya mengikuti langkah wanita itu saja wanita yang menurutnya sangat cantik.
Selepas merebahkannya di kasur wanita itu hendak pergi. Jarel tak membiarkannya dan menahan tangan wanita itu dan menariknya hingga terjatuh menimpa badannya.
"****, lepas," marah wanita itu.
Jarel terkekeh pelan tanpa menuruti permintaan wanita itu dan malah mengeratkan pelukannya . "Kau sangat menggairahkan saat marah sweetheart," bisik Jarel tepat di telinga wanita itu.
Wanita itu memberontak namun tenaga Jarel lebih kuat tentu saja,dengan satu hentakan Jarel membalikkan badannya hingga posisinya kini berada di atas wanita yang akan menjadi miliknya itu.
Hingga dengan lancang nya Jarel mencium bibir wanita itu dengan kasar dan brutal hingga melakukan hal yang seharusnya tak mereka lakukan. Tanpa memperdulikan teriakan kesakitan dan caci makian dari wanita itu jarel tetap melanjutkan kegiatannya dengan sesuka hatinya.
"Kau sangat nikmat sweet."
***
POV Vaela
"Akh",
__ADS_1
Aku terbangun dari tidur lelap ku . Tubuhku rasanya seakan remuk dan rasanya sangat pegal. Aku menoleh pada tangan yang sedang melingkar indah di pinggang ku.
Aku ingin menangis rasanya, baju-baju ku bertebaran di lantai dan dengan tubuh naked dipelukan seorang pria tampan yang tidak kukenali .
Jantungku bergemuruh dan berdetak kencang. Jadi, pria itu yang mengambil millikku yang sudah aku jaga selama 25 tahun. Air mataku turus berlomba-lomba membasahi pipiku. Kupejamkan mataku dengan erat . Tetapi apalagi yang harus kusesali nasi sudah menjadi bubur.
Aku yang awalnya datang untuk menjemput sahabatku yang mabuk malah berakhir seperti ini. aku menyesal membantu pria itu, sungguh aku hanya kasihan saat dia mencoba berdiri akibat mabuk namun selalu terjatuh.
Perlahan aku bangkit dengan menahan rasa perih di bagian bawahku. Aku mengigit bibirku akibat rasa sakit yang mendera di sana. Dengan langkah tertatih aku mengambil pakaianku yang berserakan dan beranjak pergi dari kamar hotel tersebut.
Aku menghela nafas lega saat aku sudah berada di apartemen Ku. Aku beranjak untuk membersihkan diriku . dibawah guyuran air shower aku menangisi nasibku.
"Vaela, vaela."
Dor dor dor
Pintu kamar mandiku digedor dengan sangat kencang oleh orang yang sangat kukenali . Dia terlibat atas kejadian kemarin. sebenarnya aku masih kesal dengannya.
Dengan memakai bahtrobe ku aku membuka pintu kamar mandi dan melihat Vega yang menyengir tidak jelas dan kemudian memasang wajah memelas.
"Ada apa"? tanyaku.
Aku menghela nafas. " Sudahlah, lagipula sudah berlalu . Mau bagaimana lagi." Dengusku .
"apa kalian melakukan sesuatu," kata Vega sambil meringis dan Vaela hanya diam tak menjawab. Melihat keterdiaman Vaela, Vega sudah mengetahui jawabannya.
"Tapi pria kemarin cukup tampan bukan." Vega mengedipkan sebelah matanya yang membuat Vaela melotot.
" Aku kehilangan kesucian ku yang kujaga selama ini sialan," teriak Vaela marah.
"Vaela maafkan aku, sungguh kemarin aku hanya melihatmu samar membawa pria tampan, kepalaku sangat pusing mungkin karna sedikit meminum alkohol."
"Sedikit kepalamu, kamu menghabiskan 3 botol hanya untuk menangisi pria tolol itu," Geram Vaela.
"Bagaimana, apakah kamu masih percaya pada pria brengsek itu."
"Aku tidak mengerti terhadap diriku sendiri Vaela. "Lirih Vega. "Aku membencinya sungguh, tapi aku juga sangat mencintai nya. Aku tidak terima dengan perlakuan nya tapi aku tidak bisa jika harus kehilangan dirinya." Lanjut Vega.
"Bodoh."Desisku geram.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia masih bisa mencintai pria yang sudah berselingkuh darinya . Aku sangat geram sungguh, aku sangat membenci penghianatan.
"Hm, aku tau." Cicit Vega.
"CK, sudah lah aku pusing, lupakan tentang pria sekarang, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan," ajak Vega.
"Tidak bisa, aku susah berjalan. Kamu saja sama pergi ke hutan jalan-jalan sekalian gak usah pulang,"ucap Vaela.
"Astaga Vaela, mengapa kamu jadi sensitif?".
"Apakah kamu sedang hamil, tapi kalian baru melakukannya sekali dan itu baru semalam bukan?" tanya Vega.
Bugh
Sebuah bantal mendarat rapat di wajah Vega .
"Mati saja sana."
Vega terkekeh pelan. " ayo ceritakan padaku, bagimana rasanya ."Vega mengedipkan sebelah matanya.
Vega berlari terbirit-birit pulang saat Vaela sudah mengambil ancang-ancang ingin menabok dirinya.
***
Jarel meraba kasur disampingnya. Wanita yang bersamanya kemarin sudah tidak ada disana.
Perlahan Jarel membuka matanya. Benar wanitanya melarikan diri darinya.
Jarel menyugar rambutnya pelan dan beranjak untuk mengambil ponselnya dan menghubungi bawahannya.
"Cari wanita yang bersamaku semalam dan cari data-datanya, dan bawa padaku dalam keadaan baik-baik saja, Jika terdapat luka segores pun padanya aku akan menghajarmu."
"Baik Tuan." ucap seseorang di balik telpon tersebut.
Jarel membuka galerinya dan mengirim 1 foto Vaela yang diambilnya semalam saat wanita itu sudah tertidur dan mengirimnya pada bawahannya. Jarel kemudian menatap foto saat dia memotret wanitanya kemarin. Didalam pelukannya wanita itu tertidur dengan lelapnya.
Jarel mengusap lembut foto itu dan mengecupnya lama.
"Cantik, sangat cantik," gumam Jarel.
__ADS_1
"Sejauh mana kamu akan pergi sayang, aku akan tetap mengejarmu bahkan jika kamu kabur lagi aku akan tetap mencarimu kemanapun kamu pergi,"ucap Jarel masih setia mengelus foto wanitanya.