
Huft
Helaan nafas lega keluar dari mulut Jarel. Akhirnya pekerjaannya sudah selesai. Jarel menghampiri Vaela ke kamar dan melihat Vaela yang masih tertidur pulas.
Jarel tak membiarkan itu, dia tak ingin Vaela lama-lama tidur siang karena saat malam tiba Vaela akan susah tidur bahkan tak akan tidur sama sekali.
Jarel duduk di ranjang dengan tenang sambil memperhatikan wajah polos Vaela yang sedang tertidur. Dia masih tak menyangka jika wanita itu akan bersamanya.
"Vaela," panggil Jarel.
Jarel menyingkirkan selimut yang berada ditubuh Vaela dan hal itu tentu menganggu Vaela.
"Eugh" lenguh Vaela pelan lalu menarik selimutnya kembali yang sialnya ditahan oleh Jarel.
Jarel mengecupi seluruh wajah Vaela sampai Vaela benar-benar bangun.
Jarel tersenyum saat menemukan wajah kesal Vaela yang melihatnya. Jarel beranjak dan membuka gorden yang alhasil cahaya masuk dan membuat Vaela mau tak mau harus bangun.
"Kau sudah tertidur sangat lama sweet, nanti kau tidak bisa tidur," ucap Jarel.
"Padahal aku sedang enak-enaknya tidur dan kau membangunkanmu begitu saja," Vaela menggembungkan pipinya pertanda kesal.
"Baiklah, sebagai gantinya aku akan menuruti keinginan mu," tawar Jarel.
"Yeyy aku mau eksrim. "Heboh Vaela karena beberapa hari ini Jarel tak menginjinkannya makan eskrim karena jadwalnya hanya 2 kali seminggu.
"Tidak ada yang lain," ucap Jarel.
"Tidak," tolak Vaela Karena untuk saat ini dia hanya ingin makan eskrim.
"Kau tak ingin membeli sesuatu seperti baju, tas atau yang biasanya dibeli oleh para wanita. Kau tak mau shopping?"tanya Jarel lagi. Pasalnya selama bersama dengannya Vaela tak pernah meminta itu pada Jarel padahal Jarel.
Vaela menggeleng tanda tak mau yang membuat Jarel mendengus.
"Kenapa kau tak mau? ayolah, siapa lagi yang akan menghabiskan uangku sweet, aku bekerja keras setiap hari untukmu dan anak kita kelak jadi tak apa jika kau ingin membeli apa yang kau mau," tawar Jarel.
"Bolehkah?" tanya Vaela. Vaela sebenarnya cukup senang dengan perubahan Jarel yang menjadi hangat padanya tak seperti dulu saat mereka pertama kali bertemu.
__ADS_1
"CK, untuk apa bertanya ,uangku adalah uangmu juga," jelas Jarel lalu membawa Vaela untuk berbelanja.
Jarel membawa Vaela ke mall dan mengarahkan Vaela ketempat barang branded.
Vaela melihat tas Dior disana sangat elegan dan cantik. Jarel yang melihat itu tanpa kata langsung membelikan nya .
"Apa lagi yang kau suka sweet?" tanya Jarel.
Vaela diam melongo Jarel bahkan tanpa melihat harganya langsung membelinya begitu saja padahal harga Dior kan mahal.
Tas ini lebih mahal dari ginjalku, batin Vaela berseru.
"Hah, eum aku ingin melihat-lihat dulu," ucap Vaela yang diangguki oleh Jarel.
Saat Vaela yang tengah fokus melihat-lihat Jarel pergi ke arah baju Dior dan melihat beberapa dress yang cocok untuk Vaela kenakan.
Setelah mendapatkan sekitar 10 dress Jarel menghampiri Vaela dengan senyum lebarnya.
"Sweet, cobalah ini satu persatu," tawar Jarel.
"Astaga, ini terlalu banyak Jarel jangan membuang-buang uangmu," ucap Vaela pelan karena ada beberapa pengunjung disana sekalian mereka.
"Aishh, ini lebih dari cukup kita pulang saja, aku juga sedikit lelah," keluh Vaela.
Selama kehamilan Vaela dia sering merasa lebih cepat lelah dan cepat lapar.
"Oh sweet, kenapa tak bilang, yasudah ayo pulang," Jarel menuntun Vaela dengan menggenggam tangan-nya lalu membayar belanjaan mereka.
***
Vega dibuat lelah dengan sikap Clark yang menurutnya berlebihan sekarang.
Setelah insiden dia jatuh saat ingin mengambil buah stroberi bersama Vaela, Clark tak main-main dengan ucapannya pria itu benar-benar menghukumnya.
Vega tak diperbolehkan keluar dari rumah Clark bahkan sekarang Vega mendekam dikamarnya akibat ulah Clark.
"Asih aku bosan," keluh Vega sambil memandang sinis kearah Clark yang duduk di kursi sofa sambil meminum kopinya dan memandangnya lekat.
__ADS_1
"Tidur saja," ucap Clark datar dan meletakkan kopinya.
"Ya aku juga ingin tidur Sampai aku tak bangun-bangun," ucap Vega kesal pasalnya dia baru bangun tadi.
Clark mendelik memandang tak suka kearah Vaela. Auranya mencekam Clark membenci kata-kata Vega seakan gadis itu ingi pergi menjauh darinya.
"Jaga ucapanmu," desis Clark dan menghampiri Vega yang menatapnya menantang.
"Ah gadisku sudah berani melawan sekarang! apa karena aku akhir-akhir ini bersikap terlalu lembut padamu Vega!Heum, " Ucap Clark dengan nada rendah.
"Kenapa, aku hanya ingin seperti pasangan pada umumnya Clark jika seperti ini kau bukan cinta padaku tapi terobsesi," balas Vega.
"Apa maksud perkataanmu, kau sedang meragukan cintaku," marah Clark.
"Iya kenapa hah! kau ingin marah begitu? Kau melarang ku berdekatan dengan pria lain sedangkan kau,kau mengurungku dan kau selalu pergi untuk bersenang-senang dengan para wanita diluar sana. Kau pikir aku tak tau jika kau sering pergi ke club' malam Clark. Aku tahu itu!! Vega menunjuk telak kearah wajah Clark.
Clark mendesis dan menangkap jari telunjuk Vega dan meremasnya kuat hingga membuat Vega merintih.
"Lepashh," dengan sekuat tenaga Vega menarik tangannya dan akhirnya membuahkan hasil.
"Sakit," sinis Clark.
Clark mendekati Vega sedangkan Vega berdiri diam ditempat-nya menatap Clark. Vega sudah muak dengan semua ini dia sudah tak tahan lagi. Vega selalu mengalah dan pura-pura tak melihat apapun padahal dia mengetahui semuanya. Cukup sudah dia harus menahan semuanya.
"Vega , kau tau bukan you are mine, forever mine," geram Clark.
"Dan kau berada dibawah kendaliku karena kamu hanya milikku dan soal urusanku itu tak ada hubungannya denganmu, mau aku ke club itu terserah ku Vega, " Clark tersenyum miring.
"Kau pria egois, aku membencimu, bastard ,"umpat Vega.
Jarel tak suka mendengar kata kasar dari mulut Vega, Vega tak begini Veganya adalah gadis penurut. Jarel dengan tak berperasaan menjambak rambut Vega dengan teganya dan membenturkan kepala gadis itu kelantai beberapa kali.
Jarel tersenyum tipis melihat darah yang mengucur dari kepala Vega. Jarel tidak perduli dia kembali mencengkram pipi Vaela kuat.
"Shhh ," ringis Vega.
"Jadilah penurut sayang," Clark menepuk pipi Vega pelan dan mencium keningnya lalu menghempaskan kepala Vega dan berlalu meninggalkan Vega begitu saja tak lupa dengan mengunci gadis itu sendiri didalam sana.
__ADS_1
TBC