
Hari ini Vaela cukup lega karena keluarganya tak jadi datang karena ada kendala sedikit mungkin Minggu depan .
Sebenarnya Vaela cukup heran kenapa orang tuanya bisa sesantai itu saat tau jika anak perempuan mereka sedang bersama seorang pria asing yang bahkan tengah mengandung.
Vaela kadang berpikir apa mereka malu memiliki anak sepertinya dirinya. Vaela mulai overthinking dan juga kakaknya Devian tak menghubunginya sama sekali.
Kini Vaela dan Jarel sedang menonton televisi. Mata Vaela fokus pada televisi, tapi tidak dengan pikirannya. Wanita itu terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil mengelus perutnya.
"Tidak boleh lagi hamil banyak-banyak mikir."Tegur Jarel yang sudah merasakan aura aneh dari Vaela.
Vaela menghela nafas pelan. Ada yang ingin ia katakan, tapi Vaela tak berani mengatakannya.
"Bilang aja, Mau apa kamu?" Vaela menoleh dan menatap Jarel horor, kenapa pula laki-laki itu tau.
"Mau apa? aku tau pasti yang aneh-aneh kan?" tebak Jarel.
Vaela menyandarkan kepalanya di bahu Jarel. "Ga aneh sih. Aku, emm, mau eskrim?" lagipula semalam kamu udah janji," cicit Vaela di akhir kalimat.
Setelah itu hening, Adrian fokus pada tayangan di televisi. Tangannya sibuk memainkan jari-jari Vaela.
Vaela sudah berpikir jika Jarel tidak akan memperbolehkan, makanya dari tadi dia ragu mengatakan apa yang dia mau.
"Nanti ke supermarket,beli apa yang kamu mau." kata Jarel setelah itu membawa tangan Vaela untuk dikecupnya.
"Beneran?" tanya Vaela heboh dengan wajah yang berseri-seri.
Jarel mengangguk dan memperhatikan Vaela yang tersenyum lebar.
"Cium dulu dong" Jarel menujuk pipinya yang tentu saja dituruti oleh Vaela karena terlalu senang akhirnya Jarel menginjinkannya memakan eskrim yang dari semalam sangat didinginkan oleh-nya.
Sesuai dengan janjinya sore ini Jarel benar-benar membeli eskrim untuk Vaela. Dia juga tidak tega melihat wajah memelas Vaela saat meminta dibelikan eksrim olehnya.
"Udah malam Vaela, sudahi makan eskrimmu," tegas Jarel yang melihat Vaela memakan eskrim lagi padahal tadi sore Vaela sudah makan banyak.
Vaela yang sedang asik memakan eskrim akhirnya berhenti memasukkan sendok ke dalam mulutnya dan menatap nanar eskrim itu padahal dia masih ingin.
Kali ini Jarel tak mau luluh dia mengamhil eskrim dari tangan Vaela lalu menutupnya dan beralih menyimpannya ke dalam kulkas kembali.
__ADS_1
Vaela hanya diam melihat langkah Jarel yang membawa eskrimmnya. Masih ada rasa tidak rela hinggap di hatinya.
Terlihat Jarel membawa minum dan memberikan air itu padanya.
"Nih,minum."
Setelah minum, Jarel mengajak Vaela untuk tidur kemudian Jarel menarik selimut untuk Vaela.
"Kamu tidak tidur,"? tanya Vaela ya g melihat Jarel masih berdiri.
Jarel menggeleng. "Tidak, kalian duluan aku masih ada pekerjaan sweet," Jarel mengecup pucuk kepala Vaela.
"Tidurlah," ucap Jarel .
Kemudian Jarel beralih pada anaknya, ia menyingkap sedikit piama Vaela dan mencium perut Vaela.
"Baik-baik ya, Daddy mau kerja dulu,"bisik Jarel dengan senyum kecilnya kemudian kembali membenarkan piama wanitanya.
Sudah hampir 3 jam Jarel menatapi laptopnya, bahkan kopi yang ia buat tadi sudah habis. Dan sekarang ia merasa lapar. Meninggalkan laptopnya yang masih menyala Jarel turun de gan gelas kopi bekas dirinya tadi.
Setibanya di dapur, Jarel menyempatkan diri mencuci gelasnya. Jarel sebenarnya agak malas masak malam ini tidak mungkin juga ia membangunkan pelayan jam di jam tidur seperti ini.
Jarel akhirnya memutuskan untuk memasak mie tersebut . Saat Jarel mau memakai celemek dia merasakan tangan mungil melingkari perutnya. Dari aromanya sja Jarel sudah tau itu siapa.
"Ada apa sweet, kenapa belum tidur," Jarel membalikkan badannya dan beralih melingkari perut Vaela dengan lengan kekarnya.
"Aku tadi terbangun, tapi belum melihatmu padahal sudah malam sekali," ucap Vaela."
"Yasudah, kau tidurlah kembali aku akan menyusul,"
"Biarkan aku yang memasaknya untukmu," Vaela mengambil mie instan nya.
Jarel menggeleng. "Aku bisa sendiri sweet, kamu balik kekamar sekarang, ibu hamil gak baik begadang."
Vaela menolak, "Kamu pasti udah cape kerja dan aku tidur kalau kamu juga ikut tidur."
Jarel hanya bisa pasrah memang benar sebenarnya dia sangat lelah akhir-akhir ini dia harus bisa membagi waktu kerja juga waktu untuk Vaela tentu saja dia lebih banyak meluangkan waktu untuk Vaela tapi begini resikonya dia akan begadang dan menyelesaikan pekerjaannya saat Vaela sudah tidur karena masih banyak yang menumpuk.
__ADS_1
Jarel memutuskan untuk dudu di pantai sambil menunggu mienya masak.
"Selamat makan," Vaela datang dengan semangkuk mie dengan tambahan telur didalamnya.
Jarel tersenyum kecil,mendekatkan mangkuk tersebut kearahnya dan mulai memakannya.
Sementara Vaela wanita itu malah sibuk memandang Jarel sambil bertopang dagu .
Beberapa menit kemudian, Jarel selesai makan, ia juga telah membersihkan bekas piringnya makan.
"Ayo," ajak Jarel sambil merentangkan tangannya dan tanpa ragu Vaela menuburuk dada Jarel dan Jarel menggedong Vaela kekamar mereka.
"Aku gak akan tidur, jika kamu belum tidur juga," ucap Vaela yang melihat Jarel ingin kembali beranjak.
"Why, aku masih ada sedikit pekerjaan lagi sweet," ucap Jarel.
Vaela tetap menggeleng. Bukan tanpa alasan Vaela melarang pria itu begadang dia hanya tidak ingin Jarel sakit.
"Kau selalu menyuruhku memerhatikan kesehatan ku padahal kau sama sekali tidak memperhatikan kesehatan mu juga," kesal Vaela.
"Baiklah, sekarang wanitaku marah hm, kau khawatir padaku ya," goda Jarel.
Pada akhirnya Jarel tetap beranjak dan terlihat fokus pada laptopnya dan Jarel sedikit melirik ke arah Vaela yang sudah memasang wajah tak enak dipandang.
Jarel tersenyum kecil. Wanitanya benar-benar kesal padanya.
"Jangan memasang wajah seperti itu sweet, aku hanya ingin mematikan laptopku,"
"Oh, begitu ya," Vaela dengan cepaterubah raut wajahnya dan menyengir.
"Maaf," Vaela salah paham, dia kira Jarel akan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Jarel menghampiri Vaela dan ikut masuk kedalam selimut. Dia memeluk Vaela seperti biasanya. Dia tidak bisa tidur jika tak ada Vaela disampingnya.
Jarel juga tak suka jika Vaela bangun lebih awal darinya karena dia ingin melihat Vaela saat dia membuka matanya dan hal itu telah dia katakan pada Vaela dan Vaela yang tak ingin berdebat karena masalah kecil hanya menurut saja toh permintaan Jarel tidak berat untuk dialkukan oleh-nya.
TBC.
__ADS_1
Hey guys, kalian apa kabar nih!
besok aku update lagi yah like dong hehehe biar akunya semangat tiap hari buat up😉