Jarel Wants Me

Jarel Wants Me
part 10


__ADS_3

"Jelaskan"!!


Kedua wanita yang tadinya bersenang-senang di mall dan tertawa lepas kini menunduk dihadapan seorang pria yang menatap mereka dengan datar.


Vaela dan Vega diam tidak menjawab dan saling memandang seolah mengode untuk segera menjawab.


"Ayolah, ada apa dengan kalian huh! apa kalian tidak mengganggap ku sahabat lagi. Di acara ulang tahunku bahkan kalian pergi begitu saja tanpa pamit," sindir Cole kesal.


Cole bahkan jauh-jauh ke New York untuk menyusul kedua sahabatnya ini yang bahkan tidak memberitahu-nya sama sekali. Biasanya saat ada masalah mereka akan menghubungi Cole.


Bagaimana Cole bisa tenang dan tidak khawatir saat mendapat kabar kedua sahabatnya pergi. Dia merasa gagal kali ini.


"CK, kenapa? akhir-akhir ini kalian sangat jarang bercerita padaku dan berkumpul seperti biasanya," lanjut Cole.


"Maaf Cole, kami tidak bermaksud, tapi kau sedang menjalankan proyek resort mu. Kami tau kau sibuk dan untuk masalah ini tenang saja kami bisa mengatasinya," jelas Vaela.


Cole mendengus. " Mengatasi masalah dengan kabur, begitu"? sinis Cole.


Vega menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. " Maaf Cole, jangan marah" Vega menarik tangan Cole lalu menggoyangkan sambil membujuk Cole.


"Jika Clark melihatnya habislah kau ," tawa Vaela sambil memvideokan adegan tersebut.


Cole juga ikut bergidik ngeri. Pernah saat itu Vega memeluknya saat dia baru pulang dari luar negeri dan saat itu Clark memberikan wajah tampannya pukulan hingga sudut bibirnya robek.


Dengan cepat Cole langsung menyingkirkan tangan Vega dan menatap horor ke arah Vaela yang menyengir tanpa dosa.


Vega melotot dan mengejar Vaela yang berlari sambil tersenyum mengejek.


Dug


Vaela hampir terjengkang jatuh jika saja pinggangnya tidak ditahan.


Orang yang menangkapnya dengan cepat membalikkan badan Vaela. Jantung Vaela berhenti sesaat saat Jarel lah yang menahannya. Namun Vaela juga cukup terkejut dengan keadaan Jarel yang datang dengan muka babak belur. Apa yang terjadi pada pria itu pikir Vaela.


"I found you sweet," seringai Jarel dang mengecup singkat bibir yang candu untuknya.


Devian yang juga ikut bersama Jarel dan Clark melotot tak terima namun dia diam saja toh nanti mereka sebentar lagi akan menikah.


Mereka bisa segera sampai di tempat Vaela dan Vega berada, itu karena Clark yang sedari tadi mendesak dan ribut untuk segera pergi karena sudah tidak tahan menunggu. Jadilah Devian membawa mereka karena dia yang juga sama tak tahannya dengan gerutuan dari Clark.


"Ikut denganku," ucap Jarel tanpa mendengarkan penolakan dari Vaela dan tetap menggeret wanita itu pergi.


Vega yang melihat Vaela sudah pergi ingin segera beranjak saat melihat bukan hanya Jarel yang ada namun juga Clark dan Kaka sahabatnya .

__ADS_1


Vega melihat Clark akan mendekat padanya. Clark berjalan dengan angkuh sambil menatapnya tajam seakan ingin memangsanya .


Vega ingin segera pergi saat ini juga, Vega mendadak takut entah apa yang akan dilakukan Clark nanti padanya.


Brug


Itu suara Cole yang jatuh saat menabrak kursi . Dia menyegir dan langsung pergi dengan cepat, rakut Clark akan menghajar-nya lagi.


Vega mendengus lihatlah Cole. Dia yang mengatakan akan membantu-nya saat ada masalah namun pria itu sekarang malah lari tanpa meik nasibnya.


Vega tersadar dengan cepat dia berlari untuk menghindar dari Clark.


Namun sayangnya kecepatan dia dan Clark sangat berbeda. Vega dengan tubuh mungilnya serta Clark dengan tubuhnya yang setiap hari olahraga tentu saja Vega akan kalah.


Dapat


Clark menggenggam tangan Vega dan dnegan cepat membalikkan tubuh gadisnya dan membawanya ke dalam dekapannya.


"I Miss you," lirih Clark.


"Kenapa pergi! Kau berniat meninggalkan ku, begitu !" lanjut Clark dengan mata yang sudah memanas dan Vega dapat merasakan tetesan air mata di bahunya.


Vega melepaskan pelukannya namun ditahan oleh Clark dan Clark kembali memeluk erat Veganya.


"Apa pedulimu, kau bahkan meninggalkan ku," ucap Clark melepaskaan pelukannya dan berbalik tak mau menatap Vega yang mengernyit.


"Kenapa"? tanya Vega.


Clark mendengus. Dasar tidak peka. Dia kan sedang merajuk harusnya gadisnya membujuk dirinya bukan malah bertanya.


"pergilah! tinggalkan saja aku seperti kemaren-kemaren huh," kesal Clark.


"Eum okey," ucap Vega dan berlalu pergi.


Clark kembali berbalik dan benar saja gadisnya malah benar-benar pergi.


"Vega," teriak Clark.


Langkah Vega terhenti dia melihat Clark kembali mendekat dan memeluk nya kembali.


"Dasar gadis jahat," ucap Clark sambil membenamkan wajahnya pada tengkuk Vega .


"Clark," panggil Vega pelan .

__ADS_1


Clark berguman tidak jelas dan Vega yang sudah risih dilihat orang dari tadi langsung melepas pelukan Clark yang membuat Clark menatap nya tajam.


Vega tidak perduli karena hatinya memanas saat ini.


Tidak tau tempat bermesraan di tempat umum


Apa mereka tidak punya malu


Dasar anak jaman sekarang


Pasti wanita itu menggoda pria itu


Clark menatap tajam orang-orang yang mengatai gadisnya. Clark menarik Vega kembali dan menutup telinga Vega dan membawanya.


"Jangan didengarkan sayang mereka hanya iri," ucap Clark.


"Heum," angguk Vega. Vega juga tak mau ambil pusing dengan masalah tadi, buat apa memikirkan perkataan orang lain bahkan Vega tak mengenal siapa orang-orang itu. Menambah pekerjaan saja jika Vega meladaninya.


"Kita akan kemana"? tanya Vega saat Clark akan mengemudikan mobilnya.


"Tentu saja aku kerumahku. Bersiaplah sayang aku akan menghukummu saat sudah Sampai nanti," ucap Clark datar.


"Hell, aku hampir lupa, aku belum meminta sesuatu saat itu dan aku akan memintanya sekarang ," tegas Vega .


"Yang mana, jangan mengada-ada sayang dan jangan mencoba menghindari hukuman mu nanti atau akan aku tambah," ancam Clark.


"Yang kemaren- kemaren saat kau menyembunyikan tentang wanita yang bernama siapa si Asia itu," dengus Vega.


"Ah kau masih mengingatnya ya," ucap Clark tersenyum geli.


"Tentu saja , jadi sekarang kita impas," lanjut Vega dengan senyum manisnya.


Clark ikut tersenyum, dia sangat menyukai saat Vega tersenyum hangat seperti itu padanya.


"Tentu saja itu berbeda sayang, kau berniat meninggalkan ku, pergi tanpa izin dan tidak memberitahuku bahwa kau ikut ke LA bersama Vaela," desis Clark. Mengingat hal itu Clark kembali dikuasai oleh amarah .


Dia benci saat Vega ingin lari darinya, dia benci saat Vdga mengabaikan-nya. Clark menggenggam setir mobil dnegan keras.


"Siapkan dirimu Vega, sungguh kali ini aku tidak akan main-main. Aku akan membuatmu jera hingga kau tak berani pergi dariku lagi bahkan jika itu hanya dalam pikiranmu sekalipun," Ucap Clark sambil mengambil sebelah tangan Vega dan mengelusnya lembut.


Clark bisa merasakan tubuh gadisnya menegang. Tapi dia harus bersikap tegas. Vega memang Hasri diperlakukan seperti ini jika tidak dia akan selalu membangkang padanya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2