Jarel Wants Me

Jarel Wants Me
part 31


__ADS_3

Disinilah Vega sekarang, di toko buku yang ditemani dengan 4 bodyguard Clark. Pria itu ternyata tak main-main dengan ucapannya.


Vega menghela nafasnya. Ruang geraknya sekarang terbatas.


"Kalian tunggu saja disini, aku ingin mencari novel di sebelah sana," ucap Vega.


"Maaf nona, tuan akan marah," ucap salah satu bodyguard.


"Aish, dia kan tidak ada disini jadi dia tak akan tau," balas Vega.


Para bodyguard tidak menanggapi ocehan Vega yang membuat Vega kesal dia sedikit risih saat diikuti oleh mereka. Dengan muka yang tertekuk Vega keluar dari toko buku tersebut dan meminta agar diantar ke tempat pertemuan-nya dengan Cole sahabatnya.


"Ada apa dengan wajahmu itu," ujar Cole terkekeh.


"Huh! kau bisa melihatnya," Vega menunjuk pada bodyguard yang berdiri di belakang mereka sambil memperhatikan Vega.


"Kekasihmu sangat posesif, jika kau tak tahan dengannya kau bisa bersamaku," Cole mengedipkan sebelah matanya. Cole melihat ke arah bodyguard yang menatapnya dengan penuh permusuhan.


"Tidak, aku tak menyukaimu," tolak Vega mentah-mentah.


"Astaga, kau melukai hatiku Vega, tak apa aku akan menunggumu. Jika sudah putus dari Clark bilang padaku ya aku akan mengejar mu," goda Cole lagi.


Cole terkekeh dalam hati. Sangat seru pikirnya. Cole melakukan ini karena dia melihat handphone dari salah satu bodyguard yang menjaga Vega sedang berhubungan dengan Clark sepertinya Clark ingin tau apa yang dibicarakan olehnya dengan Vega.


Cole tak habis pikir, sebegitu takutnya kah Clark kehilangan Vega. Untung saja dia tak disini bisa-bisa dia memukuliku. batin Cole.


"Kau tak berpikiran mencari seorang istri, kau terlihat menyedihkan Cole lagipula umurmu sudah tua,"


"Hei aku tak setua itu, umurku masih 31 tahun. Bagaimana jika kau yang menjadi calonnya. usiamu juga sudah cukup matang untuk menikah," ajak Cole.


"Aku? sulit dimengerti, semoga harimu Senin terus. " balas Vega.

__ADS_1


Cole tertawa. "Kau sangat lucu hingga aku ingin menciummu sekarang,"


"Siapa yang akan kau cium ," suara yang sangat familiar bergema ditelinga Vega. Dia menoleh kebelakang dan mendapati Clark yang berjalan dengan wajah dingin dan menatapnya tajam.


"Oh hey brother, lama tak bertemu," sapa Cole dengan canggung. Mati kau Cole. batin Cole.


"Beraninya menggoda gadisku!"desis Clark.


"Ah tidak aku hanya bercanda , iya kan Vega ," Cole menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Benar begitu sayang," Clark menoleh kesamping dan Vega mengangguk.


"ekhem, sepertinya aku harus pulang duluan aku ada pekerjaan mendadak, bye Vega kapan-kapan kita ketemu lagi ," Cole langsung berlari untuk menghindari amukan Clark. Dia tak ingin wajahnya yang akan menjadi korban.


Clark memberi kode ke arah bodyguard nya untuk mengejar Cole. Clark ingin memberi sedikit pelajaran pada lelaki itu, persetan jika dia sahabat Vega.


"Jadi, itu kah percakapan antara sahabat yang sudah lama tak bertemu?" tanya Clark telak.


"Berlebihan? dia menggodamu, dan aku tak menyukainya. Lain kali aku tak akan mengijinkan bertemu dengannya lagi. " ucap Clark lalu membawa Vega pulang dan tak merespon protesan dari mulut Vega.


***


"Makanlah, jangan egois! pikirkan bayi yang ada dalam perutmu itu. Kau harusnya bertanggung jawab akan hal itu," decak Devian melihat Vaela yang sedang berdiri di balkon.


"Aku belum lapar kak," balas Vaela.


"Tetap saja, bayimu membutuhkan makana Vaela. jangan keras kepala," tegur Devian.


Meski Devian kecewa pada Vaela tapi dia tetap menyayangi adiknya itu bahkan anak yang dikandung oleh Vaela yang akan menjadi keponakannya.


"Katakan pada Kaka, kau mau makan apa akan aku belikan," tawar Devian.

__ADS_1


"Aku ingin makan martabak." ucap Vaela.


"Boleh, tapi sebelum itu kau harus makan nasi dan susumu dulu . Ayo." Ajak Devian.


"Kaka tak pergi bekerja, Mom and dad kemana?" tanya Vaela saat tak melihat kedua orang tuanya.


"Mereka ada pertemuan nanti sore sepertinya akan pulang. Kaka mengambil libur hari ini aku tak bisa membiarkan mu Seperi ini. Kau sedang hamil tapi tak pernah memperhatikan makananmu dan nafsu makanmu cukup berkurang. " Devian mengambil piring dan mengambil makanan untum Vaela dan juga dirinya.


"Aku terbiasa memakan makanan buatan Jarel. Mungkin permintaan bayinya. "ucap Vaela pelan namun mampu didengar oleh Devian.


"Begitu, tak kusangka dia bisa memasak. Kalau begitu sekarang kau harus terbiasa tanpa dirinya. " ucap Devian.


Vaela menghela nafas dan melanjutkan memakan makanannya. Dia kali ini memaksakan dirinya untuk menghabiskan makana. itu demi kesehatan bayinya.


"Kaka tau kau mencintainya. Bersabarlah sedikit Kaka akan membantumu akan Kaka usahakan untuk mengatakan ini pada saat walaupun sulit. Kau tau bukan Daddy sangat keras kepala. " sungut Devian.


Vaela cukup terkejut saat Devian ternyata merestui dirinya dengan Clark.


Devian yang menyadari itu terkekh dengan reaksi Vaela. Vaela sangat lucu.


"Tak usah terkejut, aku tak sejahat itu membiarkan keponakanku kelak kekurangan kasih sayang Seperti yang kita alami," jelas Devian.


Vaela tersenyum. Dia juga menginginkan itu, Vaela sadar dia memang sudah jatuh kepada Jarel. Saat tak ada Jarel disampingnya dia merasa kosong dan tak bersemangat tapi saat sedang bersama pria itu dia merasa sangat nyaman.


"Terimakasih ka," ucap Vaela lalu memeluk Devian.


Devian menegang saat Vaela memeluknya. Sudah lama sekali mereka bisa berkomunikasi dan sekarang Vaela memeluknya.


Perlahan Devian imut membalas pelukan adiknya. Devian meruntuki kesalahannya yang dulu menyakiti adik kecilnya. Kali ini dia tak akan membiarkan adik kecilnya terluka lagi. jika ada yang melukai adiknya makan dia akan maju paling depan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2