Jarel Wants Me

Jarel Wants Me
part 30


__ADS_3

"Aku tak ingin bicara denganmu sekarang," ucap Vega, dia lebih baik tidak meladeni Clark untuk sekarang dan Vega butuh waktu untuk sendirian.


"Kenapa kau tidak ingin bicara denganku? harusnya aku yang tak mau bicara denganmu." Clark mengikuti dari belakang.


"Jangan mengabaikan aku," ucap Clark.


"Aku sudah bilang tak ingin berbicara denganmu sekarang. Tolong berikan aku waktu sebentar," pinta Vega.


"I am sorry sayang."


Vega terus berjalan menjauhi Clark namun seperti biasa, pria itu tak akan membiarkannya.


Ia menangkap tubuh Vega dan mendekapnya erat.


"Maafkan aku hem, aku tak akan melakukannya lagi. Aku milikmu sayang aku akan memberikan kabar padamu saat aku akan bepergian mulai sekarang."


Vega diam tak menjawab.


"Jangan diam saja sayang," Clark membalikkan tubuh Vega menjadi menghadap dirinya.


"Jangan marah," pinta Clark.


"Boleh aku jujur?" tanya Vega.


"Tentu saja boleh, tanyakan apa yang ingin kau tanyakan sayang," ucap Clark.


"Sejujurnya aku bingung dengan sikapmu. Kau berubah dengan cepat, aku tak mengerti aku Seperi tak tau apa-apa tentang dirimu kau terlalu menutup dirimu dariku."


Jarel terdiam namun tak menjawab membiarkan Vega mengeluarkan uneg-unegnya.


"Terkadang kau sangat manis, kasar, posesif, besikap dingin. Aku sungguh tak mengerti aku kadang berpikir jika kau memiliki kepribadian ganda. Aneh bukan aku tak tau mengapa pikiran itu muncul begitu saja. " jelas Vega.


"Lalu?" tanya Clark.


"Kau berbeda dari yang dulu," cicit Vega.


Clark menghela nafas dan menangkap wajah Vaela. " Aku masih sama sayang, aku masih Clark mu yang dulu. Hanya saja memang belakangan ini aku sangat susah mengontrol emosiku aku juga tak tau mengapa. Aku sama sekali tak bisa menahannya."

__ADS_1


"Begitukah, bagaimana dengan para wanita yang kau kunjungi di club'. Apa kau tadi kesana makanya tak jadi membawaku bersamamu," Apa aku benar?" tanya Vega.


"Mereka tidak penting, aku memiliki tujuan melakukan itu. Percayalah padaku aku hanya mencintai dirimu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu tapi tidak sekarang. Bertahanlah sebentar hanya sebentar lagi sayang. Biarkan aku menyelesaikannya." Clark mengelus pipi gadisnya lembut.


"Apa yang sebenarnya yang kau lakukan. Apa ada masalah. Tak bisakah memberitahu aku. Kita bisa menghadapinya bersama-sama. Siapatau aku bisa membantumu. " balas Vega.


"Tidak sayang, aku tak mau kau terjerumus ini tak semudah yang kau pikirkan. Ini berbahaya untukmu hanya percaya saja padaku."


"Tap..,"


Clark menghentikan Vega dengan menaruh jari telunjuknya pada bibir ranum milik Vega.


"Tolong percaya padaku, tolong bertahan denganku Vega. Aku tak bisa jika kau pergi dariku. Tolong tetap disisiku .aku hanya mencintaimu, I love you" lirih Clark.


Cup


Clark mencium bibir Vega dengan lembut. Tak ada nafsu disana.Ciuman Clark begitu lembut. Clark hanya ingin menyalurkan rasa sayang nya untuk Vega.


Aku tak bisa berjanji untuk menetap Clark. Kau terllau membingungkan. batin Vega.


"Makanlah, jangan egois pikirkan bayi yang ada diperutmu," titah Devian pada Vaela yang hanya menatap makanannya dengan kosong.


"Ada apa sayang, aku tak suka makanannya heum. Mommy akan menyuruh pelayan membuatkan yang baru untukmu," ucap Michel.


Vaela menggeleng. " Tidak perlu mom,"


"Jangan berbicara di meja makan," ucap kepala keluarga. Arsen memang tak suka saat sedang makan ada yang berbicara.


Semuanya akhirnya diam dengan Vaela yang memaksa memakan makanannya. Dia sudah terbiasa dengan Jarel jadi saat pria itu tak ada disampingnya terasa ada yang hilang. Seperti semalam Vaela sangat susah tidur karena biasanya sebelum tidur Jarel akan mengusap perutnya lebih dahulu agar dirinya bisa tertidur.


"Aku pergi dulu," pamit Arsen pada istrinya yang disambut oleh Michel. Michel menyalin tangan suaminya.


Begitu juga dengan Devian yang juga pamit untuk bekerja.


"Jangan kemana-mana dan jangan biarkan Vaela keluar, aku sudah menambahkan penjaga, jika ada sesuatu segera hubungi aku," ucap Arsen.


Michel mengangguk mengerti lalu segera mengantar suami dan anaknya ke depan dan setelahnya menghampiri Vaela yang saat ini duduk di pinggir kolam renang.

__ADS_1


Michel membuatkan susu hamil untuk Vaela.


"Ini," Michel menyerahkan susunya .


"Thank you mom," balas Vaela.


"Apa kau mencintainya?" tanya Michel menoleh ke Vaela.


Vaela menggigit bibirnya pelan. " Aku tak tau mom, tapi saat didekatnya aku merasa aman dan saat jauh darinya aku merasa kosong," jelas Vaela.


"Itu tandanya kau mencintainya sayang," ucap Michel tersenyum.


"Putriku sudah dewasa," lanjut Michel mengusap rambut Vaela lembut.


"Apa mom tidak marah, aku..." Vaela tak melanjutkan kata-katanya dan melirik kearah perutnya.


"Jika dibilang marah ya tentu saja, jujur saja mom kecewa," ungkap Michel.


"Mom,"lirih Vaela.


Michel mengambil sebelah tangan Vaela dan menggenggam-nya.


"Tapi... mom lebih kecewa dan marah pada diri mom. Mommy tak memperhatikan kalian karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. Ini kesalahan mom karena jarang bersama kau dan juga Devian. Tolong maafkan mommy," air mata Michel menetes ketangan Vaela.


"Mommy jangan menangis, itu membuatku semakin bersalah. Ini bukan kesalahan mommy tapi karena kecerobohanku," cicit Vaela.


"Sudah berlalu sayang, yang jelas mom juga senang karena akan memiliki cucu sebentar lagi. Anak ini anugerah jangan pernah mengaggap kehadirannya sebagai kesalahan," ucap Michel.


Vaela mengangguk. " Tapi, apakah dia akan tumbuh tanpa ayah nantinya aku tak bisa membiarkan dia kekurangan kasih sayang mom," ucap Vaela.


"Mom akan mencoba membicarakan ini dengan Daddy. Mom bisa melihat jika Jarel juga sangat mencintaimu,"


"Aku takut Daddy akan marah," lirih Vaela.


"Tak apa, semuanya akan baik-baik saja," ucap Michel menenangkan putrinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2