
"Acara pernikahan kita sama Vega dan Clark jadi barengan kan?" tanya Vaela menyederkan kepalanya pada bahu Vaela.
Jarel tidak pergi bekerja hari ini karena pria itu ingin menemani Vaela di rumah.
"Soal itu aku tidak yakin sweet, sepertinya tidak jadi," sesal Jarel.
"Loh, kenapa tidak jadi? bukannya kau dan Clark sudah menyiapkan semuanya?"
"Yah, aku pikir mereka tidak akan menikah dalam waktu dekat karena Clark membatalkannya dia sudah memberitahu ku. Apa Vega tidak mengatakannya padamu?'
Vaela menggeleng. "Tidak ada, dia bahkan tidak menyinggung soal pernikahan," ucap Vaela.
"Sudahlah jangan pusingkan tentang mereka, mereka bisa menanganinya. Kau harus fokus pad ahli hubungan kita heum," Ucap Jarel mengelus pelipis Vaela.
"Vega itu sahabatku tau, aku belum bertemu dengannya, ayo main ketempat mereka," ajak Vaela.
"Tidak, ayolah kita baru saja bertemu dan aku ingin menghabiskan waktuku bersama mu sekarang. Lain kali saja,"
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, hanya berbaring seperti ini sepanjang hari. Aku bosan Jarel," rengek Vaela.
Jarel tak menjawab pria itu bangkit dari duduknya dan tidur di paha Vaela yang menjadi alasnya dan menelungkupkan wajahnya ke perut Vaela.
"Begini lebih nyaman, besok kita akan jalan-jalan, i promise," janji Jarel.
"Okeyy, aku mau," ucap Vaela antusias.
Jarel membuka baju Vaela dan kini terpampang perut Vaela yang membuncit.
"Aku sangat tidak sabar melihatnya, kenapa lama sekali rasanya tak bisakah dipercepat keluarnya,"
"Kau betah selain di perut ibumu heum," Jarel mengajak anaknya berbicara.
"Hanya tinggal 7 bulan lagi Daddy, " ucap Vaela dengan nada anak kecil yang dibuatnya.
"Aku harus menunggu sedikit lebih lama ya," ucap Jarel mengelus perut itu.
"Jarel,"
"Heum," dehem Jarel.
"Kau mau anak cowo apa cewe?"
"Sejujurnya aku ingin punya anak cowo, agar aku punya teman bermain golf aku akan mengajarinya nanti dan yah berkuda kau tau sweet aku sangat suka berkuda. Tapi jika perempuan aku juga menginginkan-nya aku ingin membelikan semua yang dia mau dan memanjakannya. Jadi bersiaplah sweet aku ingin anak lagi nanti ya," balas Jarel.
"Kau pikir aku apa? belum melahirkan udah mau minta lagi,kalau begitu kau sja yang hamil,"
kesal Vaela yang membuat Jarel tertawa.
"Tidak bisa sweet, karena itu tigasnmu sebagai istri," kekeh Jarel.
"Setidaknya biarkan dia berumur 4 atau 5 tahun dulu,"
"Ya baiklah, lagipula aku tak berencana untuk waktu dekat sweet, tenanglah aku tidak Setega itu padamu," ucap Jarel.
"Eh tadi kau bilang bisa berkuda? aku tidak mengetahui kau bisa berkuda,"
"Ya, aku sangat menyukai nya sweet, dan tentu saja kau tidak tau karena aku belum pernah mengajakmu. Aku akan menunjukkan kudaku kesayangan ku padamu nanti . Kamu mau naik kuda tidak?"
__ADS_1
"Aku tidak bisa, lagipula aku takut," jelas Vaela mengelus Surai rambut Jarel.
"Tak apa, aku akan menjagamu dari belakang nanti. Kita akan naik bersama,"
"Terserah kamu saja, sekarang aku ingin makan. Aku lapar," ucap Vaela.
"Uh. nafsu makan ibu hamil ini semakin meningkat heum padahal tadi baru makan ,"
"Bukan hanya kau tau, tapi baby-nya juga. Kenapa apa kau tidak sanggup memberi kami makan banyak?"
"Hell, kau mau makan sebanyak apapun aku akan membelinya.
***
"Bro, kau tak apa disini? bagaimana dengan kekasihmu yang menunggu mu?" tanya Dendy pada Clark.
Clark menoleh sekilas lalu kembali meminum wine-nya. Sudah beberapa botol yang sudah dia habiskan. Itu tak seberapa Clark memang kuat terhadap alkohol dia tak semudah itu ditaklukkan hanya karena meminum wine.
"Bukan urusanmu," cuek Clark.
Dendy mengedikkan bahunya. "aku hanya bertanya."
Dendy menggelengkan kepalanya melihat Clark, mereka memang sering bertemu di club' ini duduk di meja betender. Anehnya lagi dia selalu melihat Clark memandangi wallpaper ponselnya yang terpampang seorang gadis dan Clark yang bergandengan di Paris setiap kali dia minum. Dendy meyakini jika gadis itu istimewa untuk pria disampingnya ini.
Hingga 2 orang wanita mendekat kearah mereka lebih tepatnya kepada Clark. Dengan baju yang terbuka sambil membawa minuman.
Tangan wanita itu mulai bergerilya kesana kemari. Clark tidak bereaksi apapun saat kedua wanita itu menggodanya bahkan saat salah satu wanita itu menurunkan sedikit bajunya hingga belahan dadanya kini terlihat.
Clark sama sekali tidak menolak dia hanya diam membiarkan dengan wajah datarnya.
"Siapa gadis cantik ini sayang, tinggalkan saja dia aku bisa memuaskan mu, lihatlah dia sepertinya tidak berpengalaman pasti dia tak bisa membuatmu puas," ucap wanita malam itu sambil duduk dipangkuan Clark dan melihat Clark yang masih memandangi wallpaper-nya.
"Kau tau, tentu saja gadisku tidak berpengalaman karena dia bukan wanita seperti mu. *****," Clark menekankan kata ***** pada wanita itu.
"Menyingkirlah dari hadapanku," usir Clark pada kedua wanita malam itu.
"Menganggu saja," umpat Clark saat mereka sudah pergi.
"Wow, tumben sekali kau mengusir wanita penggoda yang mendekati mu biasanya kan kau masa bodoh," ucap betender.
"Dia membawa kekasihku, kau tak menyukainya, sudahlah jangan bertanya tambahkan segelas lagi," ucap Clark memberi gelasnya.
"Aku pergi," ucapnya saat menghabiskan seteguk wine yang baru dipesannya tak lupa ia membayarnya juga dengan minuman Dendy.
"Thanks bro," ucap Dendy.
***
Clark Sampai dirumah-nya jam 1 malam, dia sedikit pusing akibat banyak minum namun dia tak sampai mabuk.
Clark membuka pintu, dia Menggeram marah saat menemukan Vega yang tertidur di sofa tanpa selimut dengan memeluk dirinya tidur seperti bayi.
Untuk apa gadisnya ini tidur di sofa.
Clark mempercepat langkahnya sambil memijit keningnya belum lagi pekerjaannya yang akhir-akhir ini benar-benar sangat menumpuk lebih dari biasanya. Ini akibat Jarel yang pergi untuk mencari Vaela jadi dia sendiri yang harus menghadle semua pekerjaan.
Clark dengan pelan mulai mengangkat Vega berniat untuk memindahkan gadisnya kekamarnya agar tidur dengan nyaman.
__ADS_1
"Eugh, kau sudah pulang," Vega terbangun dan langsung berdiri. Vega hampir saja oleh untung saja ada Clark yang dengan sigap menahan dirinya.
"Hati-hati, nyawamu baru terkumpul," ucap Clark.
Vega tak menjawab dia malah mendekat kan tubuhnya ke tubuh Clark. Dia menghirup bau tubuh Clark.
"Kau minum lagi?" ucap Vega sedikit keras.
"Kenapa kau tidur disini," Clark mengalihkan pembicaraan.
"Jangan bertanya kembali, kenapa kau selalu pergi minum, kau tak memikirkan kesehatan mu. Aku membiarkan mu belakangan ini. Kau tidur bersamaku tapi saat aku sudah tidur kau pergi kau pikir aku tidak tau hah! sebenarnya kau ini kenapa Clark katakan padaku. Tolong jangan menyakiti dirimu sendiri. Kau selalu menutup diri dariku bagaimana bisa aku tau kau menghadapi masalah apa." Ucap Vega dengan napas memburu .
"Setidaknya kita bisa melewatinya bersama. Kau menganggap aku atau tidak sih!" lanjut Vega.
"Sudah kukatakan..." ucapan Clark terpotong.
"Katakan apa," Bentak Vega.
"Katakan aku harus mempercayai mu begitu. Sampai kapan Clark? Kau tak pernah memberi kejelasan. Jika kau memang sudah bosan atau tak menginginkan ku katakan saja biar aku pergi sendiri!" balas Vega .
"Tidak, Kau tak boleh pergi kemanapun tidak boleh . Aku tak mengijinkan mu. " Clark menarik Vega untuk dipeluknya.
"Maaf, maaf sayang. Aku juga tak ingin seperti ini . Tolong beri aku waktu aku belum bisa mengatakan masalahku padamu sayang. Aku hanya belum siap untuk bercerita. Tolong mengerti," lirih Clark.
Vega meraih kedua pipi Clark. Vega tersenyum.
"Aku memang tidak tau apa yang kau hadapi sekarang, tapi aku akan tetap disisimu Clark tak peduli dengan orang lain tapi jika kau yang menyuruhku pergi aku akan langsung pergi darimu tanpa berpikir dua kali,"
"Tidak sayang, aku tak akan pernah menyuruhmu pergi. Tak akan," tegas Clark.
"Bisakah kau bersikap seperti dulu, tolong jangan pergi ke club' lagi atau pergi menemui wanita malam lagi. Bisakah kau melakukannya untukku," pinta Vega penuh harap.
"Akan aku usahakan," ucap Clark.
"Vega," panggil Clark.
"Ya,"
"Terimakasih, terimakasih atas semuanya. Terimakasih karena menerima ku. Menerima pria yang tempramental sepertiku. Terimakasih sudah mau bertahan denganku." ucap Clark dengan tulus.
"Kau tau, suatu hubungan akan berlangsung lama saat kedua belah pihak mau bertahan bukan hanya sepihak saja. Komunikasi sangat diperlukan dalam hubungan Clark jadi kuharap kedepannya bahkan dengan hal kecil aku bisa membicarakan nya denganmu. Sepeti saat aku kehilangan karet rambut ku. Aku ingin memberitahu mu hal-hal kecil hingga nanti hal besar bisa kita taklukan bersama tanpa ada yang ditutupi,"
"Aku mengerti, " angguk Clark.
"Ah, karet rambut ku sebenarnya hilang padahal aku baru membelinya kemarin," adu Vega.
Clark tertawa. "Kau yang ceroboh, apalagi yang akan hilang heum. Tapi tak apa kau bisa menghilangkan-nya sebanyak yang kau mau nanti aku akan membelikan-nya lagi sebanyak yang kau mau juga," Balas Clark.
"Aku mengantuk," ucap Vega.
"Ini sudah jam 1, lain kali kau harus tidur lebih awal jangan menunggu ku," ucap Clark.
"Jadi kau berencana pulang malam-malam lagi," ucap Vega melotot.
"Tidak, tidak , bukan begitu sayang ,"
"Tak ada lain kali. Jika kau belum pulang aku tak akan tidur." ucap Vega lalu beranjak lebih dahulu menuju kamarnya.
__ADS_1
Clark melebarkan senyumnya. Vega berhasil membuatnya menghilangkan sejenak masalahnya.
TBC