
"Astaga, aku pikir siapa," Vega terpekik kaget saat pinggangnya di dirangkul oleh Clark.
"Udah makan?" tanya pria itu dan membawa Vega ke dapur.
"Belum ," jawab Vega.
"Aku akan membuatkan makanan untukmu," ucap Clark.
Vega menggeleng." kebalik, seharusnya aku yang buatkan makanan untukmu,"
Clark menggeram dan itu membuat Vega menelan salivanya. "Nurus saja sayang, Aku sedang berbaik hati hari ini masakin kamu makanan. Jarang-jarang aku begini dan jangan menolakku aku tak suka," seru Clark yang terdengar kesal.
Vega akhirnya menghela nafas. " Terserah kamu aja, gak ada gunanya nolak pasti kamu akan memaksa," balas Vega malas.
"Yes sayang, kau memang mengerti diriku,"
Clark menarik pelan kursi makan dan menatap Clark dengan menopang dagu. Clark tampak gagah disaat yang bersamaan.
"Sudah luas melihatku? aku tau aku sangat tampan." celetuk Clark membuat Vega mengedipkan mata dua kali.
Vega berdehem pelan dan menegakkan tubuhnya, sedangkan Clark link mentapnya dengan tersenyum miring.
"Siapa yang melihatmu?" jangan Geer," elak Vega.
Clark tertawa kecil dan kali fokus memasak. Vega yang melihat keseriusan Clark menjadi penasaran apa yang sedang dimasak oleh pria itu.
"Masak apa?" tanyanya seraya mendekat ke arah Clark.
Clark menoleh sekilas. " Spaghetti Carbonara," jawab Clark.
Mata Vega kian bersinar saat mendengar ucapan Clark. " Aku suka spaghetti,"
Clark tersenyum dengan tingkah Vega. " Kamu duduk disana, tunggu makanannya matang," ujar Clark.
"Padahal aku ingin membantumu," Vega mendengus.
Clark menggeleng tanda menolak. " Cukup liat aku memesak dan duduk saja sayang," ucap Clark.
Beberapa menit berlalu, hidangan yang dibuat oleh Clark akan segera matang.
Tiba-tiba ponsel Vega bergetar. Penasaran Vega melihat layar ponselnya dan tertulis nama kontak " Cole" . Kening Vega mengekerut tumbn pria itu mengirim pesan padanya.
Melirik sekilas ke arah Clark, pria itu masih terlihat sibuk. Vega langsung saja membuka pesan itu.
Cole
__ADS_1
Vega, apa kabar?
Vega tersenyum tipis dan membalas pesan dari Cole. Sudah lama mereka tidak bertemu.
Me
Baik, bagaimana denganmu?
Cole
Baik juga, sudah lama kita tidak bertemu. Apa kau ada waktu?
Vega terdiam sejenak dan melirik kembali kearah Clark. Pria itu sudah selesai memasak dan sepertinya lagi mencuci tangan.
Me
Aku belum bisa berjanji, Nanti akan aku kabari.
Hanya itu yang bisa Vega balas. Vega tidak ingin lagi pergi tanpa sepengetahuan dari Clark.
Keluar dari room chat. Vega menyimpan ponsel miliknya di saku celana. Kemudian berdiri dan mendekat kearah Clark.
"Udah matang," Tanya Vega dengan semangat.
Clark mengangguk. " Bawa ke meja, kita akan makan bersama," ujar Clark.
Clark dan Vega duduk saling berhadapan. Mereka mulai menyantap spaghetti. Tatapan Clark tertuju pada Vaela. Clark ingin melihat bagaimana respon gadisnya terhadap makanan yang dimasaknya.
"Gimana?" tanya Clark serius.
Vega menguyah spaghetti dengan senyum kecilnya. " Enak banget!" Nggak kalah sama yang direstoran!" jawabnya semangat.
Clark mendengus geli dengan respon yang diberikan oleh Vega. " Tentu saja karena aku membuatnya dengan penuh cinta," ungkap Clark .
"Bisakah kamu berbaik hati lagi dengan membuatkan ini untukku lain kali," ucap Vega.
"Boleh, kiss me," ucap Clark menepuk pipinya.
Vega melirik ke arah Clark yang mengkodenya.
Cup
Dengan secepat kilat Vega mengalihkan pandangannya, pipinya memerah.
"Kenapa cuma sebelah saja, pipiku yang ini cemburu," ucap Clark menyentuh sebelah pipinya yang belum dicium oleh Vega.
__ADS_1
"Ayo cepat sayang," Ucap Clark yang diangguki oleh Vega lalu mencium pipi pria itu.
"Nah seperi itu, tak perlu malu," ucap Clark terkekeh.
"Em Clark," Vega menunduk. Lalu menatap wajah Clark .
"Hm?"
"Aku mau ketemuan sama orang. Boleh nggak?" tanya Vega ragu. Apa lagi orang yang ingin ditemui Vega temui tidak disukai Clark. Masih teringat saat di pesta ulang tahun Cole, Clark yang begitu marah padanya saat memberi ucapan selamat ulang tahun.
Wajah Clark berupah menjadi tegas. " ketemuan sama siapa?"
Vega menggigit bibirnya gugup. " Dengan Cole," jawabnya pelan.
Seketika rahang Clark mengeras. "Ngapain ketemuan sama dia?" Nada bicara Clark menjadi ketus.
"Aku mau beli novel besok, sekalian ketemuan udah lama juga gak ketemu sama dia," balas Vega lembut. Ia tidak ingin Clark terpancing emosi.
"Aku nggak setuju, jujur aja ya aku gak suka kamu dekat dengan pria lain. " ucap Clark penuh penekanan.
"Kamu cemburu ya?" tanya Vega polos.
"Pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku cemburu. Kamu kekasihku jadi aku tidak suka jika kau berdekatan dengannya, persetan jika dia sahabatmu."
Vega menghela nafas. "Tapi, aku nggak ngapa-ngapain Disana. Janji cuma ketemuan habis itu aku pulang. Lagian juga sekalian ke toko buku," kekeh Vega memelas.
"Buku apa yang kamu inginkan, aku yang akan membelikannya. " balas Clark tak mau kalah.
"Pleaseee. satu jam aja ketemuannya. Setelah itu pu-"
"Oke maksimal satu jam di toko buku dan Lima belas menit untuk ketemuan. Menolak, mending tidak usah sama sekali," potong Clark tajam.
"Tapi sebentar banget, baru duduk masa langsung pulang," gumam Vega kesal.
"Kamu ngebantah?" Clark tidak suka saat Vega tidak menuruti perintahnya.
Vega tersenyum paksa. "Ngakk kok, aku setuju ," takut juga kalau pria itu dalam mode marah.
"Aku izinkan, tapi kamu tak boleh pergi sendirian." lanjut Clark membuat alis Vega terangkat. "Karena besok aku banyak pekerja jadi aku tak bisa menemani pergi aku akan mengirim 2 bodyguard untuk menjagamu," ucap Clark.
Mata Vega melotot. "Astaga, aku bukan anak kecil yang harus dijaga. Aku bisa pergi sendiri," tolak Vega mentah-mentah.
Clark menggeleng. " Setuju atau tidak pergi sama sekali. Pilihannya ada di tanganmu sayang." tekan Clark.
Vega mendengus. "Capek pacaran sama cowo posesif,"
__ADS_1
Clark tersenyum mendengar gumaman Vega. "Jadilah gadis penurut sayang maka semuanya aman,"
TBC