
Vaela dan Jarel sudah sampai dirumah mereka sekarang dengan Jarel yang membawa semua barang-barang yang telah dibelanjakan olehnya untuk Vaela.
"Huh," Vaela menghela nafas lelah, bagaimana tidak Jarel membwanya berkeliling mall untuk melihat barang branded.
"Sebentar sweet aku menyimpan ini dulu," Jarel dengan sigap mengangkut semua barang mereka dan membawa Vaela kedalam kamar mereka.
"Maaf membuatmu kelelahan, aku akan memijit kakimu," ucap Varel menarik kaki Vaela.
"Eh, tidak perlu Jarel aku hanya butuh istirahat sedikit pasti sakitnya akan hilang," tolak Vaela.
Jarel tak mendengarkan dan malah melanjutkan memijit kaki Vaela dan Vaela hanya bisa pasrah saja.
"Aku sedikit khawatir dengan Vega,"ucap Vaela.
"Khawatir kenapa sweet, dia kan ada dirumah Clark pasti dia dijaga dengan baik oleh Clark, jangan terlalu khawatir," Kata Jarel.
"Entahlah aku hanya merasa khawatir saja, aku tiba-tiba teringat padanya apalagi akhir-akhir ini aku jarang bertemu dengannya," jelas Vaela.
"Besok kita akan kerumah mereka untuk bermain, tak perlu khawatir okey," balas Jarel
Belum sempat Vaela menjawab Vaela langsung berlari ke arah kamar mandi sambil menutup mulutnya.
Sedangkan Jarel yang melihat itu merasa khawatir dan lekas menyusul Vaela kekamar mandi dan melihat Vaela yang tengah memuntahkan cairan bening.
Jarel tak tega sejak hamil Vaela selalu mual tapi itu adalah efek kehamilan Vaela. Jarel memijit tengkuk Vaela dengan pelan lalu membasuh mulut Vaela juga.
Vaela yang sudah terlihat lemas hanya menurut saja saat Jarel dengan sigap membawanya kekamar mereka.
"Sepertinya kita tidak jadi pergi ke rumah Clark sweet, kondisimu tidak memungkinkan untuk itu," ucap Jarel saat sudah membaringkan Vaela di kasur king size mereka.
"Baiklah, aku ingin menelponnya sekarang saja, bisa tolong ambilkan ponselku," pinta Vaela.
"Tentu saja, sebentar," Jarel kembali keruang tamu dan membawakan ponsel Vaela.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Vaela dengan suara pelan karena masih ada rasa pusing yang mendera kepalanya.
Panggilan pertama sama sekali tak dijawab Vaela sampai beberapa panggilan pun juga begitu.
"Aish, dia kemana sih," ucap Vaela yang terus menghubungi Vega.
"Mungkin dia sedang bersama Clark sweet, biarkan saja," ucap Jarel .
Vaela mengangguk walau sebenernya hatinya tak tenang.
Dilain tempat Vega bangun dengan pusing dan perih di kepalanya.
Vega menyentuh kepalanya dan terdapat luka mengering disana. Vega tersenyum miris bahakan Clark sama sekali tak perduli keadaannya.
Mengapa Clark jadi seperti ini Clark benar-benar berubah memang dulu sikapanya tempramental tapi tak pernah melakukan kekerasan fisik pada Vega.
Ini pertama kalinya dan tentu saja Vega sangat kaget apalagi belakangan ini Clark selalu memanjakan dirinya dan mulai bersikap lembut dan tiba-tiba saja pria itu menjadi kasar.
Ceklek.
Clark menatap Vega sekilas lalu meletakkan makanan itu di nakas lalu menghampiri Vega.
"Huft," Clark menarik napas dalam dan mengembuskan nya kasar saat melihat keadaan Vega yang lemah dengan luka yang dibuat olehnya sendiri.
"Maaf," cicit Clark.
"Maafkan aku sayang, i'm sorrry, aku tak bisa mengontrolnya tadi aku benar-benar kehilangan kontrol," lirih Clark.
"Semudah itu," ucap Vega tak percaya.
"I know, aku benar-benar minta maaf aku hanya tak suka ucapan mu yang seakan ingin pergi dariku. kumohon jangan pernah mengatakan hal seperti itu sayang aku sangat membencinya," jelas Clark yang tak main-main.
"Kau egois Clark, bagaimana aku tak berpikir seperti itu aku melihatnya sendiri Clark, aku berpura-pura diam selama ini kukira kau akan memberitahuku tapi.."
__ADS_1
"Tapi kau bahkan merasa tak melakukan apapun dan malah tetap bertemu dengan wnaita-wanita penggoda di club' sana," desis Vega.
"Percaya padaku sayang, aku ada alasan melakukan hal itu, ini untuk kita berdua," ucap Clark.
"Untuk kita? Apa maksudmu Clark aku sudah muak Clark bagaimana bisa aku melihat mu dengan wanita- wanita itu aku tak suka Clark." tangis Vega pecah saat itu juga.
"Aku tak suka," lirih Vega.
"Tolong percayalah padaku sweet, aku tak bisa memberitahu sekarang hanya tolong percaya padaku," tangan Clark menyusuri rambut Vega dan mengusap rambut yang telah dihmjamabk oleh tangan nya tadi .
Dengan kasar Vega menyentak tangan Clark yang membuat Clark sedikit merintih kesakitan.
Vega nampak bingung apa dia menyentak terllau keras, sepertinya tidak. Vega mendongkak dan melihat jika tangan Clark yang sudah diperban kenapa dia baru menyadarinya.
Vega meraih tangan Clark dan membuka perban di tangan Clark dengan pelan sedangkan Clark tak menolak dan mlhanya menurut saja.
"Apa kau memukul tembok?" tanya Vega.
"Diam berarti iya," Vega dapat melihat luka itu dan itu benar-benar terlihat mengerikan bahkan lukanya tak separah luka di tangan Clark.
"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Vega lagi.
"Aku pantas mendapatkannya sayang, bahkan aku ingin menyuruhmu memukul ku sekarang juga. Tangan ini shsh beraninya aku menggunakan ini untuk melukaimu," desis Clark terlihat marah pada dirinya sendiri.
"Ayo sayang pukul aku semaumu, kamu mau menaparkarku silahkan, ayo lakukan sekarang sayang," desak Clark yang membawa tangan Vega ke pipinya.
"Tentu, jika itu yang kamu mau," Vega terlihat berdiri begitu juga dengan Clark.
Plak
Tamparan keras diberikan oleh Vega di pipi Clark sekuat tenaganya.
"Itu buat kamu yang menarik rambutku seenakmu dan menjedotkan kepalaku, sebenarnya aku ingin melakukannya lagi tapi aku tak ingin menyakitimu lebih ," ucap Vega yang membuat Clark sedikit tertampar.
__ADS_1
"Kau bisa melakukannya lagi sampai kau puas sayang," ucap Clark.
TBC