Jarel Wants Me

Jarel Wants Me
part 12


__ADS_3

"Kamu menyukainya"? tanya Clark sambil mengusap lembut punggung gadisnya.


"Eumm sangat suka, terimakasih," ucap Clark tersenyum manis.


"Baguslah jika kamu suka, maaf soal yang tadi heum, aku harap kamu tidak pernah berpikir untuk pergi dariku lagi," ucap Clark penuh sesal. Clark merasa dia sudah benar-benar keterlaluan tadi sampai gadisnya benar-benar menangis ketakutan di kolam ikan piranha miliknya.


"Ya kau sangat jahat,aku bahkan tadi ingin kabur lagi," jelas Vega


"Heh! gak boleh," tegas Clark.


Vega terkekeh kecil ini yang dia suka dari Clark. Clark adalah pria yang tegas jika seseorang berbuat salah dia akan menghukumnya tak peduli siapapun itu bagi Clark.


Ini juga yang membuat Vega takut saat dia melakukan kesalahan, Clark tidak main-main dalam menghukumnya. Pernah Vega ingin pergi dari Clark namun dia tidak bisa karena sudah sangat mencintai pria ini. Vega hanya perlu menurut saja maka dia akan aman.


Vega menyadarkan kepalanya di bahu pria itu sambil menatap kedepan melihat sunset di pantai bersama orang yang dicintainya.


Vega Sangat menyukai sunset dan Clark benar-benar tau itu, tak jarang Clark membawanya untuk melihat sunset bersama gadisnya.


Clark melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Vega serta mengambil kedua tangan Vega untuk digengamnya lembut.


"Udara mulai dingin sayang, ayo kita pulang ini tidak baik untukmu, kamu bisa sakit nanti," ucap Clark.


"Sebentar lagi Clark," rengek Vega.


"Tidak, masih ada lain kali sayang, aku janji kita besok kesini lagi heum," bujuk Clark.


"Baiklah, kau sudah janji aku akan menagihnya besok," pasrah Vega.


Clark mengangguk dan berdiri dan berjalan lebih dulu, langkahnya terhenti saat Vega hanya menatapnya tanpa mau beranjak.


"Gendong," cengir Vega membuat Clark terkekeh kecil. Clark menolak, tentu saja tidak mungkin. Clark dengan cepat menghampiri Vega dan membawanya dalam dekapannya diringi celotehan Vega saat mereka kembali ke mobil.


"Beberapa hari ini aku akan sibuk sayang, ini juga karena mu," gerutu Clark memasangkan sealtbet pada gadisnya.


"Kenapa denganku," bingung Vega.


"Tentu saja karena mu sayang, pekerjaan ku jadi tertunda, aku dan Jarel sulit untuk menghadlenya karena terlalu fokus untuk mencari kalian," sindir Clark.


"Maaf," ringis Vega.


"Heum tak apa, setelah ini kita akan berlibur, Jarel dan aku sudah merencanakan-nya kamu dan sahabatmu pasti membutuhkan refreshing bukan,"ucap Clark lembut.


Vega mengangguk antusias dia senang. Teramat senang.


"Kemarikan tanganmu," perintah Clark yang langsung dimengerti oleh Vega. Dia memberi sebelah tangannya dan Clark kembali menggenggam tangan itu sambil menyetir seakan takut miliknya akan pergi.

__ADS_1


Disepanjang perjalanan mereka bernyanyi. Mereka selalu melakukan hal itu jika mereka sedang berdua dan sesekali bercerita.


Clark memandang gadisnya dengan lekat. Dia jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada gadis disampingnya ini.


"I love you," teriak Clark.


Vega terkejut namun juga dia ikut berteriak. " I love you too Clark," teriaknya.


***


Jarel terbangun dari tidurnya dan dia terkejut saat melihat wanitanya bersamanya.


Ternyata dia tertidur di paha Vaela. Dia mendongkak dan melihat Vaela yang masih tertidur. Sangat cantik.


Jarel mengingat kebodohannya yang berbuat kasar kepada Vaelanya. Kenapa sangat sulit utnuknya mengontrol emosinya hingga dengan teganya dia berbuat kasar pada calon ibu anak-anaknya.


"Sorry sweet, aku akan berusaha untuk mengontrol emosiku," sesal Jarel dan membenamkan wajahnya di perut Vaela.


Jarel merasakan Vaela menggeliat kecil tanda wanitanya akan segera bangun. Jarel dengan cepat bangkit dan duduk di sebelah Vaela dan menatap lekat wanitanya.


Vaela menguap kecil dan merenggangkan tangannya yang terasa pegal hingga tangan itu mengenai wajah Jarel.


Vaela tersentak, dia menoleh dan mendapati Jarel yang tersenyum hangat padanya.


"Morning sweet," ucap Jarel sambil mencuri kecupan kecil di bibir gadisnya.


"Itu morning kiss Sweet, kau harus terbiasa nanti karena saat kita sudah menikah aku akan melakukannya setiap pagi," jelas Jarel.


"Siapa yang akan...,"


"Ststtt, jangan pernah bilang lagi siapa yang akan menikah denganku. Tentu saja hanya kamu sweet. Aku milikmu," tegas Jarel.


"Hanya terima aku saja sweet, aku akan menjagamu dan anak kita nanti aku akan membuat mencintai ku dan akan kujadikan kau wanita yang sangat bahagia," lembut Jarel sambil mengusap pipi Vaela.


Vaela diam, darahnya berdesir jantungnya ikut berdetak kencang dan tak terasa wajahnya memanas . Vaela menyentuh dadanya yang membuat Jarel kalang kabut.


"Ada apa sweet, kau sakit heumm," panik Jarel.


"Jackkkk," teriak Jarel keras.


"aku tidak sakit," bantah Vaela.


"Apanya yang tidak sakit hah! pipimu memerah dan kau memegang dadamu apa jantungmu sakit kenapa kau tidak bilang Sweet," ucap Jarel.


"CK aku tidak sakit Jarel,"

__ADS_1


Aishh aku hanya malu


"Jackkkk cepat kemari!! teriak Jarel lebih keras.


Terlihat Jack datang dengan napas terengah-engah akibat teriakan Jack .


"Kenapa lama sekali, kau mau kupecat hah"!


"Maaf tuan," tunduk Jack.


"CK, cepat siapkan mobil sekarang," perintah Jarel dan Jack bergegas . Jack sedikit kesal padahal tadi sedikit lagi dia mengungkapkan perasaannya pada Aneska namun teriakan Jack membuatnya tidak jadi mengucapkan dan harus meninggalkan Aneska di taman belakang milik Jarel.


Jarel menoleh ke arah Vaela yang menatapnya bingung, dengan cepat Jarel menggedong Vaela sambil berlari takut wanitanya kesakitan padahal Vaela sama sekali tidak sakit.


Dengan tergesa-gesa Jarel membawa Vaela ke dalam dekapannya sambil mengusap lembut rambut Vaelanya.


"Apa masih sakit heum," ucap Jarel sambil mengusap dada gadis itu, Vaela melotot dan menepisnya. Bisa-bisanya Jarel menyentuh-nya jika salah sentuh bagaimana.


"Cepat Jack,"


Jack mengangguk dan menambah kecepatan mobil sampai Vaela akan oleng untung saja dengan sigap Jack menangkapnya.


Sesampainya di rumah sakit, Jack kembali menggendong Vaela sambil berlari memanggil dokter. Vaela yang merasa malu hanya menyembunyikan wajahnya di ceruk wajah Jarel. Sungguh dia sama sekali tidak sakit.


"Bagaimana keadaan wanitaku"? tanya Jarel.


"Nona Va.."


"Nyonya Vaela Hudson," tekan Jarel sambil mneyematkan namanya di nama Vaela.


Dokter itu tersenyum kikuk. " Nyonya Hudson tidak apa-apa tuan," balas dokter itu.


"Tidak apa-apa katamu, wanitaku kesakitan tadi . Apa ku benar-benar dokter hah! periksa sekali lagi! bentak Jarel.


Vaela yang sudah kesal mencubit pinggang Jarel kuat hingga Jarel meringis sakit.


"Aw, sakit sweet, belum menikah saja kamu sudah kdrt," ringis Jarel.


Vaela sama sekali tidak memperdulikan ucapan Jarel. " Maaf ya dok," tunduk Vaela dan Dokter tersebut pergi.


"Sudahlah ayo pulang, sudah kubilang aku tidak sakit," sungut Vaela.


"Tapi sweet,"


"Sweet," panggil Jarel saat Vaela meninggalkan dirinya begitu saja.

__ADS_1


Vaela menggerutu dan kembali mempercepat langkahnya sambil menghentakkan kakinya kesal.


TBC


__ADS_2